Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 104. Keinginan Konyol Keyla



HAPPY Reading 😊


"Alvin!" Keyla yang kesakitan menjambak rambut Alvin dengan kuat. Kini Keyla sudah berada di ruangan bersalin namun pembukaan belum sempurna.


"Sakit sayang lepaskan!" Alvin mengerang kesakitan. menatap kesal Keyla yang sedari tadi menjambak rambutnya juga bagian tubuh yang lainnya entah berapa puluh kali.


"Sakit, ini sakit sekali!" Kesal Keyla karena Alvin tidak merasakan apa yang sedang dirasakannya dan bahkan menatapnya dengan kesal.


"Ya maaf sabar ya." Alvin mengusap keringat sebiji jagung di kening Keyla juga mengelus perutnya yang sedari tadi bergerak-gerak serasa ingin keluar dengan menendang perut Keyla.


"Hiks ... hiks kau lihat gara-gara kau anakmu seperti ini!" Keyla merengek dengan keadaannya saat ini


"Gara-gara aku, apa maksudnya?"


"Selama aku hamil kau hobi lihat bola jadi anakmu ingin menjadi pemain bola bahkan masih di dalam perut!" Keyla memukul-mukul bahu Alvin. Ya lagi-lagi tubuhnya menjadi sasaran.


"Hentikan sayang kau ingin membunuhku!" geram Alvin.


Hiks ... hiks.


Keyla menangis semakin keras membuat Alvin semakin pusing karena harus menemani Keyla seorang diri. Kedua orang tuanya baik orang tuanya maupun orang tua Keyla sedang liburan ke luar negeri lusa baru kembali. Jadwal kelahiran bayi dalam kandungan Keyla maju 2 Minggu membuatnya kelabakan seorang diri di ruangan bersalin menunggu Keyla.


"Suster berapa lama lagi?" Alvin sudah sangat lelah menghadapi tingkah Keyla berharap bayinya segera dilahirkan dengan cepat.


"Baru pembukaan lima Pak, masih setengah jalan," jelas perawat itu.


"What," pekik Alvin merasa sudah tidak sanggup lagi


Dokter yang ingin memeriksa Keyla tidak sengaja mendengar pertanyaan Alvin.


"Jika anda sudah tidak sabar saya sarankan melakukan operasi sesar Pak," saran Dokter.


"Bisa sekarang juga Dokter?" tanya Alvin antusias.


Dokter mengangguk.


"Aku tidak mau, aku tidak mau di operasi titik!" tegas Keyla tidak ingin dibantah.


"Tapi- "


Keyla yang marah memunggungi Alvin. Bagaimana mungkin sejak lama Keyla sudah tegaskan tidak ingin masuk ruang operasi namun suaminya itu malah menyetujui saran Dokter.


"Aw," pekik Keyla. Ia kembali merasakan sakit di perutnya. Alvin yang panik dan cemas ingin membantu namun seketika dihempas Keyla. Entah drama apalagi yang ditampilkan Keyla. Kelak mau jadi pemain bola atau artis kedua jagoannya yang akan segera lahir itu karena belum lahir saja sudah banyak maunya.


"Sayang dimana yang sakit?" Alvin berusaha keras ingin mengelus perut Keyla namun lagi-lagi di hempas Keyla.


"Jangan seperti ini kau mau apa?"


"Aku ingin kau keluar dari ruangan ini!" tegas Keyla masih dengan memunggungi Alvin.


"Kau tidak mau aku temani, kau berani sendiri?" Alvin merasa istrinya itu hanya bergurau.


"Siapa bilang aku disini sendiri, cepat bawa Kak Arsha kesini dan ... Reza Rahadian!"


"Arsha, Reza Rahadian!" Alvin terbelalak dengan keinginan konyol istrinya. Bagaimana Ia bisa mendatangkan artis besar seperti Reza Rahadian dan Arsha yang selama ini Ia tidak pernah akur.


"Cepat! Aw," desak Keyla. Di detik berikutnya Ia kembali merintih kesakitan membuat Alvin mau tidak mau menuruti keinginan istrinya itu.


Alvin segera keluar ruangan itu untuk berbicara pada Hans.


"Bagaimana Tuan apa bayinya sudah lahir?"


"Jangan banyak bertanya cepat bawa kesini Reza Rahadian!" perintah Alvin.


Hans terbelalak bahkan menelan salivanya dengan susah payah. "Reza Rahadian artis terkenal itu?"


"Siapa lagi, bagaimanapun caranya bawa kesini atau anakku tidak akan lahir!"


Hans pun segera bergerak karena tidak ingin semakin mendapat amarah dari atasannya itu.