Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 114. Sikap Perhatian Ricky ( BTS 2)



Happy Reading 😊


Kayla menggeliat sambil menguap sesaat terjaga dari tidurnya.


"Lelah sekali." Kayla kembali memejamkan matanya sambil memeluk boneka Teddy bear besar miliknya.


"Sial, aku melupakannya!" Kayla yang sesaat tidak mengingat kemarin Ia sudah menikah dan bahkan berbagi kamar dengan Ricky bangkit dengan cepat dengan mata tertuju langsung ke sofa di kamarnya.


"Tidak ada, kemana dia?" Kayla menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu fokus tertuju pada kamar mandi. Kayla mendekatkan telinganya di pintu namun tidak ada suara dari dalam menandakan kamar mandi kosong. Saat memastikan benar saja kamar mandinya kosong.


Kayla melangkah kembali ke ranjang namun fokusnya berpindah pada nakas.


"Sandwich, susu." Kayla menatap isi nampan itu kalau tiba-tiba fokusnya berpindah pada selembar kertas yang diselipkan.


...Selamat pagi istriku, jangan lupa sarapan....


Kata-kata yang tertulis di secarik kertas itu.


"Apa an sih." Tanpa Kayla sadarinya senyumnya melengkung mendapat sikap perhatian dari Ricky. "Eh apa yang kamu pikirkan Kayla, ini kan hanya sebuah drama," ingat Kayla pada dirinya sendiri.


Tok ... tok.


"Kak boleh aku masuk?" Suara ketukan juga Keyla terdengar dari balik pintu kamar Kayla.


"Em," jawab Kayla dengan bergumam.


Krekkk


Keyla masuk mendekat ke arah Kayla yang masih berdiri di sisi ranjang.


"Kak aku mau pulang sekarang, Alvin harus ke kantor dan juga Twins sudah merengek mencari ku," pamit Kayla.


"Pulang lah, bilang sama twins Aunty kangen." Kayla mengusap pipi Keyla sambil tersenyum.


"Ih so sweet banget sih kakak iparku l, kau beruntung sekali Kak beda denganku. Kau tahu Alvin itu sangat cuek tapi marah jika aku mengagumi pria lain."


"Terang saja adikku yang cantik bagaimanapun juga Alvin sangat mencintaimu, Kau beruntung sekali." Kalimat terakhir Kayla ucapkan dalam hati.


"Bagaimana bisa dibilang cinta yang ada hatiku selalu kedinginan dengan sikapnya itu," keluh Keyla.


"Sudah jangan membahas itu lagi pikiran dia, kau tidak boleh stres karena akan mempengaruhi perkembangannya," sahut Kayla mengelus perut Keyla yang sedikit membuncit dari sebelumnya.


"Baiklah, baik lah. Eh bagaimana semalam, apa itu?" Kayla mendekat memastikan apa yang dilihatnya di sofa.


"Selimut, apa ini maksudnya? Apa Kakak dan Ricky tidur terpisah?" Keyla menatap penuh tuntutan dari pertanyaan. Bagaimana mungkin suami istri tidur terpisah karena jika sudah memutuskan menikah maka tidak ada lagi penghalang antara keduanya.


"Ini ini sebenarnya... sebenarnya semalam Kakak melakukannya disini juga." Kayla berkilah demi menyembunyikan kecurigaan Keyla.


"Kakak kau luar biasa lain kali ceritakan detailnya ya pasti Ricky sangat garang di ranjang, aku pergi dulu."


Sebenarnya Keyla ingin menelisik lebih jauh namun karena Alvin sudah berteriak memanggil namanya membuatnya mau tidak mau harus segera pergi.


Sepeninggalan Keyla, Kayla mencerna alasannya sendiri yang dikemukakannya pada Keyla tadi. "Bicara apa kau, kau sama saja membuat opini yang menggelikan." Kayla menepuk mulutnya yang lancang sambil bergidik ngeri membayangkan apa yang dipikirkan Keyla tentangnya.


.


.


Setelah membersihkan diri dan rapi dengan pakaian kerjanya, Kayla bersiap ke kantor. Beberapa ART nya tersenyum sambil berbisik-bisik saat menyapa nya membuat Kayla merasa aneh.


"Ada apa, apa muka ku aneh?" Kayla mengusap kasar wajahnya.


"Non cantik kok hanya saja tidak disangka Non Kayla sudah menikah sama mas Ricky selamat ya Non. Non beruntung sekali mas Ricky sangat perhatian tadi pagi bahkan membuat sendiri sarapan untuk Non Kayla," ucap art nya.


"Iya Bik terima kasih, aku ke kantor dulu." Kayla melangkah pergi menuju mobilnya.