
Happy Reading 😊
Kayla sedikit tercengang ketika sampai di depan ruangan Rendy. Ruangan yang terbuka kira-kira satu jengkal itu tidak hanya memperlihatkan Rendy namun juga sosok pria yang sudah beberapa hari tidak ditemuinya yang tidak lain adalah Ricky.
"Aku sudah melakukannya sesuai keinginanmu tapi untuk masalah pernikahan aku sudah berusaha mengulur waktu tapi bagiamana aku tidak bisa membiarkan orang mati di depanku," ucap Ricky.
"Sudah lah kau sudah banyak membantuku sisanya aku yang bereskan, kau nikmati kerja kerasmu," sahut Rendy. Ia menyodorkan sesuatu pada Ricky yang terlihat seperti cek.
Mendengar pembicaraan dua orang di dalam sana membuat Kayla semakin geram.
Dubraakkk.
Kayla yang sudah tidak bisa menahan diri akhirnya melampiaskan kemarahannya dengan menendang pintu.
"Permainan apa yang kalian berdua mainkan dan kau belum cukup membuatku menderita masih melakukannya lewat tangan orang lain!" Maki Kayla pada kedua pria itu lalu beralih ke Rendy dengan tatapan kebencian.
Plak! Plak!
Reflek tangan Kayla menampar kedua pria itu dengan air mata yang sudah tidak terbendung kini bercucuran di pipinya.
"Tidak tidak seperti itu Kay dengarkan aku." Tidak ingin salah paham lebih jauh Rendy berusaha menjelaskan.
"Kau tidak berhak bicara kau pembohong, penipu!" desis Kayla.
"Kay, aku dan-" Belum juga selesai bicara Kayla memotong pembelaan Ricky.
"Diam kau!" Bentak Kayla dengan aura kemarahan yang semakin besar.
"Kalian berdua adalah iblis bertopeng manusia jangan pernah lagi muncul di hadapanku jika tidak ingin menyesal!" imbuh Kayla dengan memperingatkan dengan aura kejam yang kuat. Setelah cukup melampiaskan amarahnya yang sebenarnya masih begitu menggebu Kayla lebih memilih melangkah pergi.
"Kay tunggu!" pekik Rendy juga Ricky bersamaan.
Kayla tiba-tiba menghentikan langkahnya saat penglihatannya kabur juga kepalanya yang tiba-tiba serasa berputar. Tubuhnya limbung dan hampir jatuh jika tidak segera ditahan kedua pria itu.
"Kay bangun, Kay!"
.
.
Rendy mondar-mandir di depan UGD sementara Ricky yang sebenarnya juga cemas berusaha menahan perasaannya itu dengan duduk.
"Keluarga Nona Kayla," panggil Perawat.
"Diantara Tuan yang mana suaminya Nona Kayla?"
Bukannya menjawab Ricky dan Rendy malah saling menatap.
"Dia," ucap keduanya serempak membuat perawat itu menatap aneh keduanya.
Menyadari pemikiran aneh dari perawat Ricky buru-buru menjelaskan. "Bukan seperti itu Suster maksud saya dia kakaknya dan saya suaminya, hehehe." Ricky berusaha mendinginkan suasana canggung itu.
"Saya tidak berpikir demikian tapi sepertinya anda jauh lebih mengerti. Suami Nona Kayla ikut saya!" ucap perawat itu.
Mendengar hal itu Ricky merasa tidak enak karena yang seharusnya masuk adalah Rendy namun Ia tidak punya pilihan lain selain mengikuti perintah perawat itu.
Kayla terlihat pucat berbaring di ranjang yang tiba-tiba miring ke arah lain ketika melihat pria yang sudah membohongi dan menjebaknya dengan sengaja itu masuk ke ruangan itu.
"Kay aku-"
"Bicara dengan dokter dulu Tuan!" Perawat itu mendorong Ricky yang hendak ke arah ranjang kayak menuju dokter yang menunggunya di meja kerjanya.
"Selamat Tuan istri anda hamil!"
Jgeeerrrr!!
Bak mendapat sambaran petir di siang hari bolong kabar itu begitu mengejutkan bagi Ricky juga Kayla yang berekspresi sama-sama tercengang.
Hamil mungkin bagi pasangan yang menikah adalah kabar yang membahagiakan tapi bagi Kayla ini adalah sebuah musibah. Bagaimana Ia bisa hamil setelah semua yang terjadi adalah sebuah skenario yang dibuatnya dsn mungkin juga dibuat Rendy dan Ricky.
Kayla buru-buru turun dari ranjang membuat Ricky langsung bersiap menahannya. "Kau hati-hati di perutmu-"
"Diam kau!" maki Kayla pada Ricky dengan tatapan benci. Di detik selanjutnya menatap dokter dengan tatapan memohon.
"Dokter tolong saya kehamilan ini tidak direncanakan tolong bantu saya gugurkan janin ini." Kayla sampai bersujud kaki dokter itu dengan air mata yang mulai menitik.
"Kau apa yang kau lakukan kau mau membunuhnya anak-"
"Kau mau apalagi belum cukup kau dan Rendy brengsek itu menyakitiku lalu kau ingin aku menanggung anak ini!" Kayla menghempas Ricky yang duduk disampingnya.
"Kay aku-"
"Cukup kau sebaiknya pergi jangan lagi muncul di hadapanku!" Murka Kayla dengan keberadaan pria yang seperti sangat peduli namun nyatanya hanya tertawa diatas penderitaannya.