Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 23. Kembali Terluka



"Wah kau cantik sekali tuan putri." Ziva bangkit dari duduknya memeluk sahabatnya itu.


"Kau tidak ingin mengenalkan siapa pria tampan yang bersamamu ini?" sambung Ziva.


"Kau ini!" Keyla menepuk lembut bahu Ziva karena kekonyolan sahabatnya itu.


"Sebaiknya kita menemui Medina," cetus Kinara.Beberapa saat lalu Medina menghubunginya agar segera datang ke ruangan riasnya.Ketiganya menyetujui ucapan Kinara.


"Mommy ke tempat Aunty Medina dulu ya." Ziva berpamitan kepada dua buah hatinya.


"Ok, Mommy," sahut Axel dan Alexa bersamaan dengan wajah dilucu-lucuin walaupun sebenarnya mereka sudah lucu dari sananya.Bocah tiga setengah tahun itu nampak menggemaskan membuat semua orang yang mengenal mereka begitu dibuat gemas.


Ketiganya berlalu menuju ruang pengantin meninggalkan 3 pria yang sama-sama punya aura dingin.Meja itu menjadi sedikit mencekam dengan tatapan dingin satu sama lain.


"Om apin nggak main lagi ketempat Asel?" tanya Axel mencairkan suasana yang tampak canggung itu.


"Om, main yuk?" sambung Alexa.Gadis kecil itu nampak meminta izin pada sang Daddy yang langsung diangguki Daddynya.Twins A itu pun langsung menarik tangan Alvin pergi.


.


.


Akhirnya acara sakral akan segera dimulai.Keyla, Ziva juga Kinara juga salah seorang teman Dokter Medina akan mendampingi calon mempelai wanita menuju kursi yang telah disediakan Wedding Organizer untuk prosesi ijab qobul.Penghulu, Saksi serta ayah Medina dan mempelai pria sudah duduk disana.Menandakan acara akan segera dimulai.


Medina berjalan melewati karpet merah diiringi Bridesmaids-nya menuju mempelai pria yang sudah menunggunya.


Sebelum Medina menerima tangan calon suaminya yang akan mengajaknya duduk, Medina memeluk keempat sahabat itu.Wajah bahagia bercampur tegang begitu ketara di wajah cantik wanita berjilbab itu


"Semangat Medina," ucap Keyla menyemangati sahabatnya itu.


"Terima kasih." Medina tersenyum dan akhirnya berpegang tangan dengan calon suaminya duduk di kursi yang akan menjadi saksi akan perubahan statusnya yang sebentar lagi akan berubah menjadi nyonya Arif.


Keempat Bridesmaids itu kembali duduk di kursi masing-masing untuk mengikuti acara sakral itu.Acara berlangsung secara khidmat membuat seluruh perhatian di ballroom itu tertuju pada acara inti namun tidak dengan Keyla yang asyik berkusu-kusu dengan Kinara."Woi pria mana yang kau bawa itu?"


"Pas perjalanan kesini gue nemu di jalan , gue bawa aja kan lumayan," seloroh Kinara.


Pria yang bersama Kinara itu cukup tampan namun tidak lebih tampan dari duo A, Alvin dan Arsha.


Ziva yang duduk disebelah Keyla menepuk bahu Keyla sambil berbisik, "Diam!"


"Iya.Iya," sahut Keyla kembali fokus.


Mempelai pria pun gagal di percobaan pertama dalam pengucapan ijab qobul karena terlewat gugup.Arif pun kembali mengucap ijab qobul untuk kedua kalinya namun kali ini Ia mengucap dengan lancar, kata "Sah" pun terlontar dari mulut saksi membuat riuh tamu undangan bersorak sorai.


"Hiks ... hiks ... hiks." Kinara berekspresi menyedihkan disertai emoticon menangis dengan nasipnya.Kini tinggal dirinya dan Keyla yang belum sampai ke jenjang itu.Mungkin beberapa bulan lagi Keyla juga akan segera menyusul namun bagaimana dengan dirinya yang masih jones.


"Jangan membuat Medina sedih dengan ekspresi loe, Ra.Harusnya kita bahagia," sambar Ziva.


"Tahu itu Nara, aneh." Keyla ikut menimpali Kinara dengan tatapan malasnya.


Para tamu undangan bergantian mengambil hidangan yang telah dipersiapkan di meja prasmanan.Saat yang lain sedang antri mengambil makanan meninggalkan Ziva dan twins serta Alvin yang tidak ingin mengantri.


"Apa kabar Alvin, kau nampak lebih bahagia sekarang," sapa Ziva.Sebenarnya sedari tadi ia ingin menyapa pria itu namun ia merasa tidak enak karena ada suaminya.Beberapa bulan ini bahkan Alvin tidak lagi sering berkunjung ke rumahnya membuat Ziva berpikir pria itu sudah melupakannya.


"Aku senang kau bersama Keyla, dia gadis yang baik dan menyenangkan pasti kau akan senang jika bersama dengannya," timpal Ziva.


Alvin tampak tak berekspresi degan ucapan Ziva.Pria itu seperti menahan sesuatu.


Ehem


Arsha yang tengah kembali berdeham memberitahu keberadaanya.


"Kau sudah kembali sayang." Ziva menatap suaminya sekilas lalu fokusnya berpindah ke twins."Mommy ambil makanan dulu ya, tunggu disini."


Ziva pun berlalu pergi meninggalkan Alvin dan Arsha.Di detik selanjutnya Keyla, Kinara dan pria yang bersama Kinara kembali dengan membawa piring yang berisi makanan di tangannya.Alvin pun bangkit untuk mengambil makanan karena meja prasmanan terlihat sepi dari antrian.


"Oppa, berapa lama di Jakarta?" Keyla berbincang dengan Arsha di sela-sela makannya.


"Besok pagi balik."


"Cepat banget padahal aku masih pengen main sama twins, iya kan twins." Keyla menatap twins namun bukan balasan hangat, twins malah acuh.Keyla semakin dibuat gemas akan tingkah keduanya.


"Oh iya, tentang permintaanku terakhir kali ternyata kau mampu melaksanakannya.Terima kasih Keyla, kau memang hebat." Arsha mengacungkan jempol ke Keyla.


"Oppa bisa aja." Keyla tersipu malu dengan pujian Arsha walaupun kenyataannya kini Ia harus menanggung perbuatannya menjadi sebuah karma.Keyla menganggap perjodohannya dengan Alvin adalah karma karena berniat mempermainkan perasaan pria tulus seperti Alvin.


.


.


Sekitar pukul 11 malam Keyla pulang bersama Alvin.Pria dibelakang kursi kemudi itu tampak termenung berbeda dengan Keyla yang merasa sangat bahagia malam ini.Sawan bahagia dari pasangan pengantin baru itu membuatnya ikut bahagia.


Sepanjang perjalanan Alvin nampak termenung hingga sampai halaman rumahnya.


"Seharusnya elo tidak pergi tadi kalau akhirnya jadi seperti ini." Respon Keyla saat melihat gelagat aneh dari Alvin.


Alvin memang berpikir ia sudah melupakan Ziva nyatanya ia masih mengingat wanita itu hingga hatinya sedikit sesak saat bertemu kembali.


"Gue antar loe balik," tawar Keyla saat melihat pria itu sedang tidak baik-baik saja.


"Aku bisa pulang sendiri." Alvin menjawab dengan ekspresi datarnya.Keyla pun akhirnya turun dari mobil Alvin setelah itu mobil Alvin berlalu pergi meninggalkannya.Ditatapnya mobil Alvin hingga hilang dari pandangannya.Entah kenapa, Keyla merasa sangat bersalah karenanya Alvin bertemu kembali dengan Ziva.


"Entah apa yang terjadi padaku, jika gue jadi elo, Alvin.Seharusnya dari awal gue tidak menuruti permintaan Kak Arsha karena sesakit itu menjadi dirimu dan gue datang tanpa rasa bersalah, berniat ingin menjeratmu lalu meninggalkanmu," gumamnya menyesali perbuatannya selama ini yang begitu jahat.Kini ia sefrekuensi dengan Alvin setelah mengenal lebih dekat pria itu.


Sesampainya di apartemen Alvin merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya.Ia merasa sangat sesak hingga sangat sulit bernapas.Sepanjang acara tadi Alvin benar menekan perasaannya agar kepedihannya itu tak tampak karena ia tidak ingin terlihat menyedihkan walaupun nyatanya ia begitu sedih.