Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 38. Bisa Gila ( Alvin-Keyla )



Keyla memukul ranjangnya kesal dengan sikap Bundanya itu.Lagi-lagi harta, kekayaan yang menjadi prioritas utama Bundanya.Kenapa tidak terpikir sedikitpun tentang kebahagiaannya.Untung saja pria yang di jodohnya itu pria tampan, namun jika jodohnya itu pria jelek dan tua mungkin saja Ia lebih memilih tenggelam ke dasar laut karena itu lebih baik.


Mengingat Alvin, Keyla menjadi mengingat Kayla.Waktu bersama Alvin, ia seperti tidak menyadari apapun kecuali jantungnya terus berdetak cepat hingga melupakan semua niat awalnya.


"Kenapa aku malah bersama Alvin bukannya aku ingin Kayla yang bersama Alvin," gumamnya.Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Sesaat Ia benar-benar dimabuk cinta pada Alvin namun perasaannya ini benar."Aku mencintai pria itu, bagaimana dengan Kayla?" gumamnya lagi.


Keyla benar-benar dibuat pusing dengan perasaannya antara mengakui perasaanya sebagai seorang wanita yang jatuh cinta atau memikirkan kembarannya yang juga menyukai pria itu sejak lama.


***


Sesuai permintaan Alvin.Pagi-pagi Keyla sudah berada di depan Apartemen Alvin.Menunggu pria itu keluar dari gedung itu namun sepuluh menit berlalu pria itu tak kunjung keluar.Keyla berusaha menghubungi ponsel Alvin namun belum juga tersambung pria itu terlihat berjalan ke mobilnya.


"Maaf, aku terlambat bangun," ucap Alvin sesaat masuk ke mobil Keyla.Pria itu menaruh jas di lengannya sementara tangannya memegang dasi.


"Kau mau memasangkan dasi untukku," tawar Alvin.


"Gue nggak bisa."


"Masa nggak bisa, lalu gimana nanti jika kita sudah menikah, apa pembantu yang akan memasangkan dasi untuk suamimu!" protes Alvin.


"Loe bisa minta Sekertaris-mu memakaikannya, kan?"


"Kau ingin aku menikahi sekertaris-ku?"


"Ya," jawab Keyla singkat.


Keyla pun melajukan mobilnya karena jika tidak Ia akan terus berdebat masalah dasi pagi ini.


Alvin pun akhirnya memasangkan dasinya sendiri saat diperjalanan sementara Keyla fokus mengemudi.


"Kau cemburu dengan Kayla, kau mau aku memecatnya?" Alvin merasa Keyla cemburu dengan Kayla.


"Elo tidak boleh pecat dia, walau sampai mati!" tegas Keyla dengan suara lantang.Mendengar kata pecat Ia langsung kesal hingga berteriak.


"Aku hanya tidak ingin kau salah paham, jangan berpikir kemana-mana." Alvin meralat ucapannya yang mungkin diartikan lain oleh Keyla.


Pria itu menatap wanita disampingnya bingung, karena kadang-kadang terlihat cemburu kadang terlihat acuh.


Sementara Keyla sendiri bingung dengan kemauannya rasanya tenggelam ke dasar lautan jauh lebih baik dari pada memikirkan masalah yang rumit seperti ini.Keyla bahkan tidak berani berkata dalam hati karena mungkin saja pria itu bisa mendengar ucapannya seperti kemarin.


"Gila, gila," gumamnya.


"Santai saja jangan berpikir berlebihan nanti kau gila," celoteh Alvin.


"What?" pekik Keyla melirik Alvin sekilas.


"Elo benar-benar bisa mendengar batin gue?" imbuhnya dengan ekspresi bingung.


Alvin malah menatapnya bingung karena sebenarnya ia mengingatkan dirinya sendiri, agar tidak terlalu memikirkan Keyla yang kadang aneh kadang normal karena jika terlalu memikirkan Ia akan gila.


Keyla kembali fokus ke jalanan karena jika tidak sampai lebaran kuda tidak akan sampai ke kantor jika terus seperti ini.


Mobil Keyla berhenti tepat di depan kantor Alvin.


Cup


Alvin mencium kening Keyla tiba-tiba.


"Apa yang elo lakuin?" Keyla langsung bergeser saat bibir Alvin masih menempel di keningnya.


Alvin menghela nafasnya, Ia benar-benar akan gila dengan sikap Keyla saat ini.


"Hati-hati," pesan Alvin sesaat sebelum turun dari mobil.Pria itu memilih tidak banyak berkomentar karena lagi-lagi Ia akan gila dibuatnya.


.


Sesampainya di kantor, Keyla menarik baju Kinara yang berada di meja kerjanya.


"Woi lepasin, gue bukan sapi atau kebo!" pekik Kinara


Bukannya tertawa Keyla malah berteriak meluapkan kekesalannya juga mengebrak mejanya beberapa kali.


"Kenapa sih loe, Nona Keyla?sabar Napa, pagi-pagi udah ngamuk aja." Kinara mengelus punggung atasan juga sahabatnya itu.


"Ra, gimana rasanya jatuh dari atas sini?" Keyla bangkit menuju jendela kaca besar di ruangannya. Jelas pemandangan dibawah sana begitu kecil dari gedung lantai 15 itu.Kinara memegang dahi Keyla memastikannya tidak demam, mabuk maupun sakau."


"Elo salah minum vitamin kali ya," seloroh Kinara.


"Kok elo tahu, gue seharusnya nggak minum vitamin yang malah bikin sakit jantung seperti sekarang ini."


"Key, bener loe sakit jantung.Oh my God." Kinara menutup mulutnya dengan telapak tangannya terperangah dengan ucapan Keyla.


"Key, elo nggak boleh putus asa.Loe pasti sembuh, loe nggak boleh berpikiran pendek dengan melompat dari atas sini.Kalau elo mati, siapa yang mau memperkerjakan gue." Kinara malah mewek dengan nasibnya.


Keyla langsung mentoyor kepala Kinara."Elo sumpahin gue mati!"


Kinara malah menggeleng tidak mengerti."Bukannya loe sendiri yang mau melompat dari sini tadi."


"Kinara!" bentak Keyla kembali mentoyor kepala Kinara.


Mendengar bentakan dari Keyla, Kinara malah menjitak kepalanya sendiri." Sudah, jangan sentuh kepala gue lagi!" Kinara menjauhkan tubuhnya dari Keyla karena takut Keyla akan kembali mentoyor kepalanya.


Keduanya duduk terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Ra."


"Hem."


"Elo tahu, Alvin.Gue suka sama dia."


"Alvin, prince ice?suka dia!" Kinara memekik dengan ungkapan sahabatnya itu.


Keyla mengangguk.


"Lalu apa masalah bukannya di jodohkan sama elo, bagus dong kalau elo suka.Gue aja suka ...."


Lagi-lagi kepalanya ditoyor Keyla."Alvin milik gue!" kesalnya.


"Cie cie yang lagi sakit jantung e salah jatuh cinta."


Keyla langsung salah tingkah entah mengapa rasanya mulut juga raganya sulit dikendalikan saat mendengar nama Alvin.


"Masalahnya bukan itu tapi ...." Keyla menghentikan ucapannya, Ia tidak mungkin mengatakan semua pada Kinara jika tidak ingin mulutnya yang ember bleber kemana-mana, bisa kacau semua rencananya.


"Tapi apa," desak Kinara menatap penuh ka arah Keyla.


"Tapi gue nggak tahu Alvin suka tidak sama gue," kilah Keyla.


Keyla harus menyimpan rapat-rapat kenyataan Kayla adalah saudara kembarnya karena semakin banyak orang tahu semakin akan berpeluang menggagalkan rencananya.Apalagi jika sampai kabar ini sampai ke telinga kakeknya bisa dikutuk jadi batu dia.Walaupun sudah cukup tua namun Kakeknya itu bisa melakukan apapun untuk mencegahnya termasuk mengirimnya kembali ke Amerika hingga Ia tidak punya kesempatan menyatukan kembali kedua orang tuanya.


Dua puluh lima tahun sudah cukup memisahkan kedua orang yang saling mencintai karena keegoisan orang tua yang sebenarnya menyakiti satu sama lain karena tidak ada yang bahagia diantara mereka.


Saudara kembar yang harusnya tumbuh dewasa bersama-sama harus berpisah dengan kondisi yang tidak sama.Kayla yang hidupnya miskin namun penuh cinta dari Ayahnya sementara Keyla hidup mewah namun miskin kasih sayang karena hidupnya diatur hanya tentang harta dan kekayaan semata.