Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 42. Kecurigaan Kayla



"Bude."


"Hem." Ayra menjawab Kayla dengan dehaman.


"Bude punya foto, Bundaku?"


Seketika pertanyaan Kayla membuat Ayra menatap ke arah keponakannya itu.


"Bude tidak punya."


"Lalu sebenarnya, makam itu milik siapa ..." Kayla menghentikan ucapannya. "Dewi Kirana itu siapa?" lanjutnya.


Deg


Pertanyaan Kayla membuat Ayra menelan salivanya dengan susah payah.


"Kau bicara apa, itu Bundamu!" tegas Ayra.


"Bude yakin?"


Ayra mengangguk.


"Apa mungkin Kayla punya saudara kembar?"


lagi pertanyaan Kayla membuat Ayra bergetar dengan pertanyaannya.


"Sudah jangan banyak bertanya, bawa cepat ini ke Ayahmu," kilah Ayra menghentikan pembicaraan mereka.Ayra menyodorkan nampan berisi teh juga sepiring pisang goreng.Kayla pun segera membawa itu ke tempat Ayahnya.


"Anak itu mungkinkah mencurigai sesuatu," gumam Ayra.Ia segera menyusul Kayla.


"Dimana, Kayla?" Ayra yang menyadari Arman seorang diri mempertanyakan keberadaan Kayla.


"Ke depan katanya gerah."


Ayra menatap pintu rumahnya berjaga-jaga sewaktu-waktu keponakannya itu masuk.


"Arman, apa mungkin Kayla bertemu kembarannya?" telisik Ayra setengah berbisik.


"Bukannya hanya bertemu Mbak tapi mereka malah memperebutkan pria yang sama," jelas Arman.


"Apa?" Ayra terbelalak dengan penjelasan Arman.


"Jadi mereka sudah menyadari mereka punya kembaran."


"Belum Mbak, mereka sempat mengira namun aku langsung menepisnya." Arman terdiam sesaat seperti menahan sesuatu. "Aku tidak ingin Kayla terluka dengan mengetahui kebenarannya," imbuhnya.


Ayra manggut-manggut dengan pemikiran Arman.


"Lambat laun Kayla pasti menyadari.Bagamana wajah kembaran Kayla, apakah mereka benar-benar mirip?Mbak penasaran dengan wajah K ...."


"Keyla, Mbak," ucap Arman cepat.Tanpa keduanya sadari Kayla masuk mendengar nama Keyla disebut Ayahnya tadi.


"Keyla?" Kayla menyebut nama Keyla yang sempat disebut Ayahnya tadi.


Ayra dan Arman keduanya menelan salivanya dengan susah payah dengan kehadiran Kayla yang mungkin sejak tadi tanpa di sadari keduanya.


"Keyla, Ayahmu bilang dia mirip denganmu," respon Ayra dengan cepat.


Kayla pun ikut duduk bersama Ayah dan Bude nya.


"Bude, apa mungkin di dunia ini ada seseorang yang sangat mirip namun tidak ada hubungan darah?" tanya Kayla tiba-tiba.


Kembali Ayra menelan salivanya dengan susah payah pertanyaan yang sebenarnya tidak bisa di jawab asal-asalan oleh Ayra karena pasti itu akan mempengaruhi pemikiran Kayla.


"Menurutmu bagaimana?" Ayra malah balik melontarkan pertanyaan yang sama membuat Arman menatap Kakaknya tidak mengerti.Harusnya Kakaknya itu cukup mengatakan "ada" sudah cukup.


Kayla terdiam seperti berpikir. "Mungkin ada dan hanya kebetulan," ucap Kayla.


Obrolan ketiganya cukup lama.Sekitar pukul empat sore, Arman dan Kayla pamit keduanya harus segera kembali ke kota karena besok keduanya harus kembali bekerja hingga membuat tawaran Ayra dan suaminya untuk menginap ditolak Arman.


Perjalanan yang memakan waktu tujuh jam dari Solo ke Jakarta cukup menguras tenaga keduanya.Namun mereka tidak punya pilihan lain.


Tengah malam Arman dan Kayla tiba di kontrakannya.


***


Sekitar pukul tujuh pagi Alvin sudah berada di kediaman Keyla.Setelah seminggu kemarin Keyla terus menjemputnya selama enam hari giliran Alvin menjemput wanitanya.Alasan Alvin tentang mobilnya rusak hanya kilahnya semata agar bisa semakin dekat dengan wanitanya.


"Elo itu ya pas gue jemput aja telat mulu tapi pas gantian elo yang jemput pagi bener," keluh Keyla karena harus terburu-buru karena Alvin yang sudah menjemputnya.


"Aku jemput kamu lebih awal karena Papaku mengundangmu sarapan bersama," jelas Alvin.


Keyla berubah sedikit kesal karena Ia akan bertemu lagi dengan Kakak Alvin.


"Ketemu lagi sama Mbak Pelakor," kata-kata terakhir Keyla ucapkan dalam hati.


"Kakakku juga akan jadi kakakmu!" tegas Alvin terlihat kesal akan ucapannya.


"Ups." Keyla menepuk mulutnya yang kurang ajar mengumpat calon kakak iparnya dan yang Keyla lupa, Alvin selalu tahu apa yang diucapkannya dalam hati.


Alvin langsung menarik tangan Keyla sebelumnya Alvin sudah meminta izin Bunda Keyla.Tentu saja apapun yang berhubungan dengan pria itu, Jeni akan memperbolehkan.Walaupun ke Antartika sekali pun wanita itu akan mengizinkan Keyla asal bersama Alvin.


Tiga puluh lima menit akhirnya mobil Alvin masuk ke halaman mansion mewah itu.


Bukannya segera turun Keyla malah terlihat santai duduk di mobil walaupun mobil sudah berhenti lima menit lalu.


"Kau akan tetap duduk disitu?" Alvin akhirnya melayangkan protesnya setelah lima menit menunggu tanpa ada respon.


Bukan Keyla senang duduk di mobil mewah milik Alvin namun masuk ke mansion itu membuatnya malas bertemu dengan Kanaya.


"Kapan pelakor itu pergi?" celetuk Keyla tanpa sadar, Ia bahkan tidak sadar menyebut Kanaya sebagai pelakor di depan Alvin.


"Pelakor!Kakakku, maksudmu?" Alvin mendelik ke arah Keyla.


"Ups." Lagi Keyla menepuk mulutnya yang kelewat ceplas-ceplos tanpa filter.


Hehehe


Keyla meringis menggaruk tengkuknya yang tidak gatal membuat Alvin menatap gemas.Aksi konyol wanitanya itu selalu berhasil membuat pikirannya yang waras jadi songong.Tatapnya penuh puja, ingin sekali Ia mencubit gemas pipi wanitanya itu namun urung dilakukan karena pintu mobilnya di ketuk dari luar.Alvin segera keluar.


Asisten pribadi Handoyo itu menunduk sekilas. "Tuan Muda sudah ditunggu Tuan besar dan Nyonya besar."


Alvin mengangguk dengan perintah Papanya yang disampaikan asisten pribadinya itu.


Alvin ingin membuka pintu mobil untuk Keyla namun ternyata Keyla sudah keluar lebih dulu.Keduanya masuk ke mansion itu berdampingan.


Di meja makan segala jenis masakan sudah tersaji meski hanya sarapan pagi namun Handoyo tidak ingin gagal menjamu calon menantunya itu.


"Makan yang banyak." Alvin mengambil lauk untuk Keyla.


"Elo mau buat gue jadi gendut!" protes Keyla berbisik.Sedari tadi Alvin terus saja memenuhi piring Keyla dengan lauk pauk dari ayam goreng, rendang juga telur balado.


Bisik-bisik keduanya berhasil membuat fokus Handoyo dan Soraya terarah pada mereka.Keduanya tersenyum dengan tingkah keduanya.Berbeda dari Papa dan Mamanya, Kanaya malah menatap ketus Keyla yang menurutnya caper banget.Kanaya sudah ilfill dengan Keyla membuat apa yang dilakukan Keyla tida disukainya.


Setelah sarapan Keyla nampak menunggu Alvin yang masih ke toilet.Kanaya yang melihat kesempatan di depan matanya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Ehem


Kanaya berdeham perlahan ikut duduk namun agak jauh dari Keyla.Keyla pun nampak cuek dengan keberadaan Kanaya walaupun Ia sangat ingin mengumpat wanita itu.Wanita yang pernah menjadi duri dalam rumah tangga sahabatnya dan Oppa ganteng Arsha.


"Aku nggak tahu kenapa kamu menatapku seperti itu tapi yang jelas aku nggak suka kamu berhubungan dengan Alvin!" tegas Kanaya terang-terangan.Ia sudah tidak bisa menahan amarahnya karena jelas Keyla berlaku tidak sopan dengannya.Ia adalah calon Kakak ipar namun Keyla seperti tidak menghargainya.