Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 118. Aku Menahan, Kamu Menantang!



Happy Reading 😊


Kebersamaan hangat itu begitu teras di meja makan itu. Ayah dan ibu Ricky begitu bahagia putranya menemukan istri yang begitu sempurna tidak hanya pintar dalam bisnis namun dalam urusan perut Kayla juga juara, semua makanan di meja makan itu dimasak oleh Kayla. Belum lagi sikap santun Kayla semakin menambah nilai plus.


"Jadi kapan kalian akan membuat pesta pernikahan kalian?"


Uhuk ... uhuk. Kayla tersedak saat minum karena mendengar pertanyaan dari Ibu mertuanya.


"Sayang hati-hati." Ricky menepuk pekan punggung Kayla juga mengelap mulutnya dengan tisu.


"Terima kasih." Kayla menatap pria yang memperlakukannya begitu lembut.


"Sabar Bu tunggu ayah Kayla pulang," sahut ayah Ricky menjawab pertanyaan istrinya.


Ibu Ricky hanya tersenyum malu karena pertanyaan yang terkesan menuntut itu tidak pada tempatnya. Bagaimana membahasnya jika besannya saja masih berjuang mengobati penyakitnya.


"Ibu sudah tidak sabar ingin menimang cucu, Ricky Ibu minta kalian jangan menundanya," pinta ibu Ricky.


.


.


Kayla termenung di ranjangnya mengingat permintaan ibu Ricky tadi. Sorot mata penuh memohonnya membuat Kayla semakin merasa bersalah karena telah membohongi orang tua Ricky. Pernikahan suci yang Ia nodai dengan sebuah perjanjian kontrak membuatnya menjadi seorang yang tidak pantas di hargai. Apalagi perlakuan baik ayah Ibu Ricky semakin terasa meremukkan hati nuraninya.


Kreekkk


Suara pintu kamar itu terbuka saat Ricky masuk ke dalam kamar.


"Kenapa?" Ricky yang menatap Kayla termenung merasa ada yang aneh.


"Aku hanya merasa bersalah apa sebaiknya kita katakan sejujurnya pada orang tuamu jika kita hanya berpura-pura?" Kayla mengungkapkan kerisauannya.


"Kau yakin kita sudah sejauh ini bagaimana jika kabar itu sampai ke Singapura pasti akan menganggu pengobatan ayahmu apalagi transplantasinya masih Minggu depan?"


"Tapi semakin lama kita masuk dalam perangkap kita sendiri aku merasa semakin tercekik."


"Tunggu lah sebentar lagi sampai keadaan ayahmu baik-baik saja." Ricky menepuk bahu Kayla berusaha menguatkannya.


Kebohongan bisa saja dilakukan oleh Kayla tapi hati nuraninya menolak karena bagaimanapun juga kebohongan bukan sebuah penyelesaian melainkan seperti menggali lubang masalah baru.


"Ini minumlah ibu membuat susu untukmu." Ricky menyodorkan gelas berisi susu ke tangan Kayla.


Gluk ... gluk.


Terlihat Ricky raut kebingungan setelah tadi cukup tenang.


"Ada apa?" telisik Kayla.


Ricky merasa tubuhnya sangat panas hingga ingin membuka pakaiannya.


"Jangan-jangan menyentuhku!" tegas Ricky masih dengan ekspresi sama berusaha menahan sesuatu.


"Kay ambil tali di laci!" perintah Ricky.


"Tali untuk apa?"


"Cepat!" desak Ricky.


Kayla buru-buru mengambil tali sesuai perintah Ricky Ia meminta Kayla mengikat tangan juga kakinya.


"Ricky sebenarnya ada apa, kau ingin main kriminal-kriminalan atau apa?" Kayla yang merasa sikap aneh Ricky terus mempertanyakan.


"Jangan banyak bicara kau cepat tidur. abaikan apapun yang kau dengar, cepat!" bentak Ricky.


"Baik." Kayla berlari naik ke ranjangnya.


Dari balik selimut Kayla mendengar erangan-erangan dari Ricky membuatnya ingin melihat namun Ricky sudah melarangnya.


"Ada apa dengan tubuhku, panas." Tiba-tiba Kayla merasakan tubuhnya kepanasan. Panas membuat tubuh mengucur keringat yang cukup banyak.


"Aku tidak tahan." Kayla menyibak selimutnya dan tanpa sadar melucuti pakaiannya hingga polos.


"Ricky aku butuh pelepasan." Kayla dengan tubuh polosnya mendekat pada Ricky yang terbaring di lantai dengan tangan dan kaki terikat.


"Apa yang kau lakukan Kay?" Mata Ricky membulat sempurna saat tubuh polos Kayla duduk diatas tubuhnya.


"Tentu saja bersenang-senang."


Dengan tangan dan kaki terikat membuat kendali di tangan Kayla. Gadis yang sudah berada di bawah obat ********** itu tidak bisa mengendalikan diri. Ricky hanya bisa pasrah saat senjatanya ditusuk lubang sempit dan lembab secara paksa. Berkali-kali Ia mengingatkan namun sepertinya Kayla tidak bisa berpikir jernih karena pengaruh itu sementara dirinya walaupun sangat menginginkan yang juga karena pengaruh obat itu masih bisa mengendalikan diri.


"Jangan salahkan aku karena kau yang memulainya." Ricky yang sudah terpancing akhirnya mengambil alih kendali. Ia bergerak lincah diatas tubuh Kayla sementara suara seksi Kayla yang berada dibawahnya semakin membakar hasratnya.


Tubuh Ricky tumbang sesaat menumpahkan bibit-bibit kehidupan di dalam lubang kenikmatan duniawi itu.