Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 96. Kebenaran



Happy Reading 😊


Setelah acara makan selesai Alvin memohon izin untuk pulang karena saat itu waktu menunjukkan pukul 9 malam.


"Pria itu sedikitpun tidak menawariku pulang, jadi dia benar sudah melupakan aku bukannya aku masih istrinya yang sah." Keyla berkeluh kesah sembari mencebikkan bibirnya. Bagaimana tidak jika selama acara makan tadi Alvin begitu akrab dengan Kayla sementara bersikap cuek padanya.


"Ada apa, kenapa kau kembali?" tanya Kayla. Sebenarnya Kayla sudah mengetahui permasalahan adiknya itu dengan Alvin namun Kayla berpura-pura tidak tahu sesuai permintaan Alvin. Ya Kayla dan Alvin sepakat untuk mengerjai Kayla sampai hari H itu tiba.


Sebelumnya Keyla mengejar Alvin yang sudah lebih dulu keluar dari rumahnya namun setelah beberapa saat Ia kembali dengan raut wajah kesal.


"Aku baik-baik saja!" ketus Keyla. Ia melangkah pergi meninggalkan Kayla. Sangat terlihat Keyla begitu kesal padanya menandakan Ia berpikir terlalu jauh tentangnya.


"Dasar anak bodoh, katakan kau cemburu itu yang Alvin inginkan." Kayla mengatai adiknya dengan sifat polosnya itu yang berpikir jika dirinya marah akibat tidak suka dengan pernikahannya. Walau bagaimanapun Keyla adalah hal yang terpenting bagi Kayla dan kebahagiaan Keyla adalah segalanya baginya.


Beberapa hari berlalu Kayla semakin sibuk dan jarang di rumah sementara Alvin tidak ada menghubungi atau bahkan mengunjunginya membuat Keyla berpikir benar jika Kayla dan Alvin semakin dekat.


Setelah acara makan malam Keyla, ayah juga bundanya menghabiskan waktu santai mereka dengan menonton acara di tivi.


"Bunda, bagaimana jika Keyla menjadi janda?" Celoteh Keyla tiba-tiba membuat Jeni juga Arman terbelalak.


"Hus, ngomong apa?" Jeni mendelik ke arah Keyla yang tidur di pangkuannya. Ya Keyla akhirnya menyerah dan mengatakan semuanya karena Ia sendiri tidak tahu harus cerita pada siapa. Semakin cepat bercerita maka akan semakin baik paling tidak kedua orang tuanya akan lebih cepat menerima hubungan Alvin dan Kayla.


"Bunda lihat Kayla semakin hari semakin dekat dengan Alvin," ungkap Keyla tanpa filter.


Selama ini Jeni tidak tahu menahu jika sebelumnya kedua putrinya sama-sama menyukai Alvin sementara Arman yang sudah tahu tidak begitu terkejut.


"Kamu ini ngomong apa, kau tidak tahu selama ini apa yang kakakmu lakukan?" Jeni malah menjawab Keyla dengan sebuah pertanyaan.


"Apa jadi pria itu mempermainkan kalian berdua!" Mendengar penuturan Keyla , Arman langsung naik pitam sembari mengepalkan tangan.


"Sayang tidak seperti itu ini, hanya salah paham kau tahu sendiri Kayla akan pergi kan." Jeni berusaha menenangkan meredam emosi Arman. Perkataan Keyla membuat suasana santai itu menjadi tegang.


"Pergi kemana Bunda?" Keyla melirik Jeni penuh tanya.


Jeni berpikir Kayla sudah memberi tahu Keyla namun dilihat dari ekspresi Keyla sepertinya Ia tidak mengetahui sama sekali.


"Dua hari lagi Kayla akan berangkat ke Amerika menyelesaikan studinya, sepertimu Kayla juga ingin belajar disana," jelas Jeni.


"Apa?" Keyla terbelalak dengan semua kebenaran itu. "Jadi selama ini Kayla sibuk mengurus kepergiannya bukan karena marah karena pernikahanku?" Keyla kembali tertegun dengan semua pemikirannya selama ini, bagaimana tidak Ia bahkan berpikir terlalu jauh meminta Alvin untuk menceraikannya demi Kayla.


Setelah pembicaraan tadi Keyla terus terpikirkan dengan nasibnya hingga membuatnya tidak bisa tidur.


"Jangan-jangan Alvin beneran marah denganku dan berpikir untuk bersama Kayla. Jika tidak, kenapa waktu itu mereka akrab sekali," gumam Keyla.


"Bodoh, bodoh sekali aku!" Keyla memukul sendiri kepalanya yang tidak bisa berpikir dengan benar dan selalu saja salah.


Keesokan paginya.


Pagi-pagi sekali Keyla sudah berkutat di dapur dengan beberapa ART. Keyla memasukkan nasi beserta beberapa lauk ke kotak bekal. Hari ini Ia berniat untuk ke kantor Alvin sebelum berangkat ke kantornya. Ia akan berusaha bersikap baik pada Alvin sehingga pria itu akan melupakan semua kata-katanya dulu.


Keyla datang lebih awal. Saat masuk ke ruangan Alvin pria itu belum tiba. Tiba-tiba seseorang wanita memasuki ruangan itu yang tidak lain adalah Zeva.


Ya, Zeva memang masih menjadi Sekertaris Alvin namun berbeda dari tujuan awalnya yang ingin menggoda dan membuat Alvin bercerai. Zeva memutuskan untuk menjadi murni Sekertaris Alvin karena memang sangat membutuhkan pekerjaan itu sementara Kanaya tidak berani menekannya.