Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 49. Kesedihan Hati Kayla



HAPPY READING 😊


......................


Keyla menggeleng dengan tawaran Alvin.


"Jadi kau tidak ingin melihat orang tuamu bersatu?"


"Gue, maksudnya aku mau tapi aku tidak ingin memanggilmu sayang." Keyla sengaja menggoda Alvin.


Mendengar hal itu Alvin menepikan mobilnya.


"Kau memang harus dipaksa!" geramnya.Tangan Alvin mulai bergerilya menggelitik Keyla.


"Ampun. Ampun," ucapnya di sela cekikikan menahan rasa geli.


"Cepat panggil sayang!" desak Alvin.


"Iya ampun sa- sayang," ucap Keyla dengan muka merah padam menahan geli. Alvin menggelitiknya tanpa ampun.


Alvin menyudahi aksinya setelah mendengar kata yang benar-benar Ia ingin dengar dari kekasih hatinya yang tidak lama lagi akan dipersuntingnya.


Keyla menghapus air matanya yang merembes karena gelitikan Alvin sementara Alvin tersenyum puas.


"Beri aku semangat." Alvin mendekatkan wajahnya ke Keyla, Ia hendak menautkan bibirnya namun tiba-tiba suara ponsel Keyla membuat aktivitas itu tidak terjadi.


"Iya Bunda. Keyla sudah dekat, sebentar lagi nyampai. Iya Bunda Key ngerti," jawab Keyla di teleponnya.


"Alvin cepat, Bunda udah ngomel nih, pagi ini ada meeting penting," ungkap Keyla.


Namun bukannya menanggapi Keyla, Alvin malah terlihat sebal dengan tangan menyilang di dada.


Keyla mengerti akan kemarahan yang dimunculkan Alvin. Ia pun melancarkan aksi jitunya agar pria itu tidak marah lagi.


"Sayang, ayo cepat nanti singa tua itu marah-marah," ucap Keyla setengah di buat-buat.


Cup


Mencium pipi Alvin lalu bibirnya sekilas membuat kemarahan Alvin langsung mereda namun ciuman Keyla yang begitu singkat dibalas Alvin dengan menautkan kembali bibir keduanya cukup lama.


"Ini yang namanya ciuman," ucap Alvin setelah tautan mereka lepas.


"Iya terserah kamu saja. Cepat jalan." Keyla pasrah.


Mobil pun kembali melaju. Lima menit kemudian mobil Alvin berhenti tepat di depan kantor Keyla.


Alvin menyodorkan tangannya sesaat mobil terhenti. Ia mendekatkan punggung tangannya ke bibir Keyla.


"Apa maksudnya?" Keyla menatap bingung.


"Cium, bentar lagi kita nikah. Itung-itung belajar dulu sebelum praktek langsung." Bangga Alvin dengan keinginannya.


"Cih, ogah." Keyla menepis tangan Alvin bergegas pergi sebelum Alvin keluar tanduk kemarahan.


"Keyla!" pekik Alvin saat Keyla sudah turun dari mobilnya. Keyla malah menjulurkan pucuk lidahnya lalu berlari meninggalkan Alvin.


"Awas kau jika kita udah nikah!" gerutu Alvin dengan ancamannya.


.


.


Alvin tiba di kantornya. Ia menatap meja Kayla nampak sekretarisnya itu kembali bekerja setelah beberapa hari mengambil cuti.


"Pak Alvin!" pekik Kayla mendekat.


"Ada apa?"


"Maaf saya menanyakan sesuatu bukan tentang perusahaan tapi saya bingung mau bertanya pada siapa." Kayla menunduk dengan ucapannya.


"Katakan, apa yang ingin kau tanyakan dan bicara non formal saja!"


"Saya sudah berjanji untuk membatasi hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan," jelas Kayla dengan perintah terakhir Alvin.


"Ya sudah terserah." Alvin menatap lekat wajah Kayla. Tidak salah jika Kayla kembaran Keyla karena mereka memiliki wajah yang sangat mirip bahkan sulit di bedakan.


"Pak Alvin. Pak," pekik Kayla saat Alvin terdiam menatapnya.


"Iya." Lamunan Alvin buyar dengan pekikan Kayla.


"Soal tadi, Keyla dia beberapa hari tidak datang ke rumah sakit, apa mungkin dia sakit?" tanya Kayla.


Beberapa hari Kayla menunggu kedatangan Keyla namun saudara kembarnya itu tidak datang. Ia ingin menghubungi namun tidak punya nomer ponselnya, rumah dan kantor Ia juga tidak tahu. Alvin harapan satu-satunya untuk mengetahui keadaan kembarannya itu.


"Keyla, dia sudah cerita semua tentang fakta kalian kembar namun Ia tidak bisa menemui mu dan Ayahmu karena sesuatu hal."


"Keyla sudah cerita." Kayla tampak terkejut dengan ucapan Alvin namun itu bukan masalah yang penting.


"Apa karena Kakek?" timpal Kayla menebak.


Alvin mengangguk.


"Keyla kau pasti dalam masalah besar," cemas Kayla memikirkan nasib kembarannya.


"Keyla, dia memintaku untuk membantunya namun sebelum aku cerita lebih jauh kau perlu tahu aku dan Keyla akan segera menikah.


Deg


Hati Kayla seperti ditusuk ribuan jarum yang langsung membuatnya terasa sakit dan sesak bersamaan. Selama ini cintanya tidak pernah di balas dan sekarang pria yang dicintainya akan menikahi saudara kembarnya.


Air mata Kayla langsung menitik dengan tidak sopan, Ia langsung menunduk menyembunyikan air matanya agar tidak terlihat oleh Alvin sambil menyeka tanpa Alvin sadari.


"Kau tidak apa-apa kan, jika aku menikahi saudara kembarmu?"


Pertanyaan macam apa, lancangnya mulut Alvin bertanya seperti itu tanpa basa-basi. Selama ini Kayla lah yang selalu bersamanya mendukungnya keluar dari jurang keterpurukan karena tidak bisa melupakan Ziva hingga kedekatan itu menumbuhkan rasa cinta di hati Kayla. Sayangnya perasaannya itu tidak pernah terbalas dan sekarang kabar mengejutkan malah harus Ia terima. Bagaimana bisa pria yang dicintainya itu akan hidup bersama kembarannya, lalu apa yang akan terjadi padanya. Rasanya Keyla ingin lenyap dari muka bumi daripada harus melihat orang yang dicintainya menikahi kembarannya.


Kayla berusaha tersenyum mengumpulkan kepingan hati yang sudah hancur untuk bisa menghadapi pria di depannya itu.


"Bagaimana dengan Keyla, apa dia juga mencintai anda?" pertanyaan dilontarkan Kayla untuk menjawab pertanyaan Alvin sebelumnya.


"Aku tidak tahu tapi sepertinya dia juga memiliki perasaan yang sama denganku," jelas Alvin.


Raut wajah Alvin begitu bahagia saat mengatakan hal itu membuat Kayla sadar kesedihannya adalah hanya sebuah keegoisan. Egois karena tidak ingin melihat dua orang yang saling mencintai bersatu.


Hampir saja air mata Kayla kembali jatuh jika saja tidak ditahannya, Ia berusaha tersenyum. Senyum yang berusaha ditampakkan nya di hatinya yang sudah remuk tak berbentuk.


"Jika kalian bahagia lalu apalagi, Keyla pantas mendapatkan orang baik seperti anda."


"Aku senang jika kau tidak masalah, aku berharap kau menemukan pria yang lebih baik dariku dan maaf karena aku tidak pernah membalas cintamu."


Lagi ucapan Alvin begitu sangat menyayat hati Kayla hingga Ia sudah tidak tahan lagi dengan air mata yang akan segera jatuh.


"Saya tidak masalah Pak, saya masih ada pekerjaan." Kayla menunduk sesaat lalu bergegas pergi.


Alvin hanya menatap punggung Kayla hingga hilang di balik pintu. Sebenarnya Ia tidak ingin menyakiti hati Kayla namun Ia tidak bisa memungkiri kalau Keyla yang dicintainya bukan dirinya. Walau pahit Ia mengutamakan semuanya namun lebih baik dari pada Ia tidak tahu sama sekali.


Kayla langsung naik ke rooftop untuk menyembunyikan tangisnya yang sudah tak tertahan lagi.


Air matanya bercucuran dengan sesaknya hati. Hati yang tidak bisa memiliki hati yang tanpa dosa mencintai orang yang tidak tepat. Sesuai awal Arman sudah melarangnya untuk dekat-dekat dengan Alvin namun Kayla tetap kukuh Ia hanya dekat dengan Alvin sebagai seorang teman karena Ziva sendiri yang memintanya untuk menghibur pria itu. Lama kelamaan cinta itu tumbuh tanpa disadarinya hingga kini Ia harus tersiksa dengan perasaan lancangnya itu.


Hiks ... hiks ....


Kayla menangis sejadi-jadinya dengan perasaan sakitnya. Namun bukan sakit karena Alvin tidak memilihnya melainkan sakit dengan wanita yang dipilihnya. Bagaimana Ia bisa melanjutkan hidupnya dengan semua ini, apakah Ia mampu?


Kayla sampai sesegukan dengan tangisnya. Ia melepas sepatunya membuat seorang pria yang sedari tadi memperhatikannya mendekat.


"Jangan lakukan itu, tidak kah ada cara lain selain bunuh diri?" Pria itu menahan tangan Kayla.