Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 64. Posesif



HAPPY READING 😊


...----------------...


Kini Arman sudah berada di ruang rawat sebuah rumah sakit.


"Bagaimana keadaan ayah saya, Dokter?" cemas Kayla saat Dokter telah selesai memeriksa keadaan ayahnya.


"Kay tenang lah." Ziva mengusap bahu Kayla yang terlihat sangat cemas.


Sesaat Arman tidak sadarkan diri Arsha membawa Arman ke rumah sakit dibantu Kayla dan Ziva sementara Keyla Ia tidak diperbolehkan pergi karena harus menyelesaikan acaranya dengan berdiri di pelaminannya.


"Tuan Arman hanya sedikit kelelahan dan syok di kepalanya. Benturan akibat kecelakaannya itu yang menjadi penyebabnya," jelas Dokter.


Beberapa kali Arman memang sering sekali tiba-tiba pingsan.


"Kay bagaimana keadaan, Paman?" Rendy memasuki ruangan perawatan itu. Pria itu langsung menyusul mobil Arsha karena begitu mobil Arsha melaju meninggalkannya.


"Seperti biasa ayah memang sering pingsan setelah pulang dari rumah sakit," jelas Kayla. Saat itu tatapan mata Arsha tidak lepas dari Rendy yang terus saja menatap Ziva. Ziva menyadari gelagat aneh dari suaminya langsung saja mengajak Arsha keluar dari ruangan itu karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi.


"Kay, aku akan menjemput twins dulu, nanti aku balik lagi." Ziva menarik tangan Arsha keluar dari ruangan itu.


"Cepat kembali ya."


"Pasti," pekik Ziva di ujung pintu ruangan VIP itu.


sepeninggalan Ziva dam Arsha, Kayla dan Rendy tampak hening.


"Maaf Kak karena aku kau harus bertemu dengan Ziva, pasti itu hal yang sulit buatmu." Kayla merasa bersalah telah mempertemukan Rendy dengan cinta di masa lalunya.


"Untuk apa meminta maaf, aku sudah melupakan Ziva," kilah Rendy. Nyatanya selama bertahun-tahun pria itu tidak pernah membuka hatinya pada gadis lain.


.


.


Sementara di perjalanan menuju hotel tempat resepsi Keyla, Ziva nampak diam. Ia tertegun kembali Ia harus bertemu pria di masa lalunya walaupun sudah melupakannya namun bertemu kembali seperti mengingatkan di masa lalu.


"Kau pasti masih memikirkan pria itu, kan?" gumam Arsha dalam hati.


"Tidak Kak, aku hanya- ." Mobil Arsha terhenti membuat Ziva tidak meneruskan kata-katanya karena saat itu twins sudah menyambut kedatangannya. Twins bersama kedua sahabatnya Kinara dan Medina.


"Elo ini lama banget!" keluh Kinara.


"Mommy." Axel langsung memeluk Ziva sementara Alexa memeluk Arsha.


"Bagaimana keadaan Paman Arman, Va?" Medina mengalihkan perhatian Ziva pada Axel yang bergelayut manja di pelukannya.


"Paman hanya syok di kepala akibat kecelakaannya. Setelah pulang dari rumah sakit, Kayla bilang Paman sering pingsan," jelas Ziva.


"Eh gue harus buru-buru balik ke rumah sakit soalnya tadi Kayla bilang jangan lama-lama."


"Sebaiknya elo pamit dulu sama Tuan putri nanti dia marah karena dari tadi Ia terus mempertanyakan elo." Saran Kinara.


Ziva mengangguk mengerti karena Ia sendiri belum berfoto bersama kedua pasangan pengantin itu. Ia pun bergegas masuk ke ball room acara itu.


Saat Keyla melihat kedatangan Ziva, Ia tampak bersemangat. Ziva dan keluarganya berfoto bersama setelah itu berpamitan.


"Kau janji harus bahagia membahagiakan pangeran penyelamatku." Ziva memeluk tubuh Keyla sekilas lalu menatap Alvin.


"Tenang saja aku akan buat hari-hari pangeran es ini meleleh." Keyla berucap penuh keyakinan.


Setelah memeluk Keyla, Ziva juga memeluk Alvin, Arsha yang sekilas terlihat cemburu hanya menahannya karena Ia tahu pelukan itu adalah pelukan terakhirnya.


"Alvin aku bahagia akhirnya kau mendapatkan kebahagiaanmu, semoga kalian menjadi keluarga yang selalu bahagia." Ziva mengurai pelukannya.


"Terima kasih Va." Alvin tersenyum penuh arti.


"Selamat Bro." Arsha buru-buru mendorong Ziva berpindah dari hadapan Alvin karena Ia tidak ingi pria yang sudah sah menjadi suami Keyla itu berlama-lama menatap istrinya.


Sementara melihat sifat posesif Arsha, Keyla dan Ziva tersenyum geli.