
Happy Reading 😊
Beberapa bulan berlalu baik Keyla dan Kayla sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Keyla sibuk memimpin perusahaan keluarga sementara Kayla masih tetap bekerja menjadi cleaning.
Keyla yang begitu sibuk karena posisinya barunya membuatnya tidak punya banyak waktu. Asa pengantin barunya pun terlewat begitu saja karena kesibukan masing-masing.
"Sebaiknya aku makan siang dengan Alvin." Monolog Keyla. Ia bangkit dari duduknya. Hari ini jadwalnya cukup longgar membuatnya sedikit santai.
Setelah pamit dengan Antoni, Keyla berlalu pergi dengan mobilnya. Keyla lebih senang mengendarai mobilnya sendiri dari pada menggunakan jasa sopir.
"Bu Alvin berkunjung kemari, apa tidak memberi tahu Pak Alvin?" Sapa Sekertaris Alvin yang melihat kedatangan istri Ceo-nya.
"Aku ingin memberi kejutan," jelas Keyla singkat.
"Tapi Pak Alvin sedang meeting sekaligus makan siang di luar."
"Tidak masalah aku akan tunggu di ruangannya." Keyla tersenyum lalu beranjak masuk ke ruangan Alvin.
Keyla duduk di kursi kebesaran milik Alvin sembari menunggu kedatangan Alvin.
"Oh nyaman sekali kursinya, sepertinya aku harus mengganti kursi ruanganku saa persis dengan seperti ini." Keyla berdecak nyaman sambil memejamkan matanya. Cukup lama Keyla menikmati waktu santainya hingga tertuju pada berkas-berkas yang menumpuk di meja suaminya.
"Wah dia hebat sekali." Keyla kagum dengan kehebatan suaminya yang walaupun sudah membawahi beberapa perusahaan kecil masih merambah dunia pariwisata. Saat Keyla mengambil satu persatu tumpukan berkas itu tiba-tiba sesuatu terjatuh.
Keyla langsung terbelalak dengan yang dilihatnya.
"Kakek dengan seorang wanita, tapi ini bukan nenek?" menatap penuh tanya tapi yang lebih aneh kenapa foto ini berada di meja kerja Alvin.
"Apa sebenarnya hubungan foto ini dengan Alvin?" gumam Keyla dalam hati.
Drt ... drt.
.
.
Keyla kembali ke rumahnya setelah sore hari. Setelah bundanya memutuskan memenangkan diri Keyla memilih tinggal di rumah milik orang tuanya.
"Kau sudah di pulang Key?" Suara lembut yang begitu dirindukan di Keyla tiba-tiba menyapanya. Keyla yang hendak naik menuju kamarnya tiba-tiba terhenti saat mendengar suara itu.
"Bunda." Keyla berlari memeluk bundanya yang tersenyum menatapnya.
"Aku benar-benar rindu Bunda." Keyla merekatkan pelukannya hingga membuat Jeni sesak.
"Kau bohong, pasti kau senang karena tidak ada yang memarahimu." Jeni mengurai pelukannya lalu mencubit gemas hidung Keyla membuatnya mengaduh.
Dari jauh sepasang mata menatap kebersamaan ibu dan anak itu. Ya Kayla yang berdiri itu. Kayla datang ke rumah itu karena sebelumnya Jeni menghubunginya memintanya datang.
Cukup lama Kayla berdiri hingga Jeni yang menyadari kedatangannya menyapanya.
"Kay kau sudah datang, sini." Jeni tersenyum melambaikan tangannya. Kayla pun mendekat disaat yang sama Jeni memeluk kedua putrinya secara bersamaan.
"Saat-saat seperti ini sudah Bunda mimpikan sejak lama dan akhirnya." Jeni mengurai pelukannya lalu mengusap kedua wajah putrinya yang benar-benar memiliki kemiripan bisa dibilang Keyla dan Kayla kembar identik hanya gaya dan rambut keduanya yang membedakan.
Ketiganya duduk bersama senang Jeni berada di tengah keduanya.
"Selama ini kalian pasti bertanya-tanya tentang masa lalu kalian bagaimana kalian lahir dan akhirnya terpisah kan?" Jeni memulai pembicaraannya.
Setelah memenangkan diri selama sebulan akhirnya Jeni menerima semuanya dengan ikhlas Ia sudah melepas masa lalunya yang sudah dipendamnya selama ini dan akan memulai hidup baru bersama kedua putrinya.
Bertahun-tahun memendam kesedihan kerapuhan seorang diri membuat Jeni menjadi wanita yang tangguh dari luar namun begitu rapuh di dalamnya.