
Keyla terus mengumpat dengan kelakuan Alvin yang selalu menyebutnya wanita jadi-jadian.Walaupun berpenampilan tomboi namun Ia benar-benar wanita asli bukan jadi-jadian seperti ucapan Alvin.
Saat di Surabaya Ia sengaja tidak menghubungi Alvin karena tidak ingin kepikiran dengan pria itu walaupun nyatanya Ia terus terpikirkan.Bahkan Ia membelikan oleh-oleh untuk pria itu namun setelah bertemu Ia malah menjadi sebal.
"Ayolah Key, pria kutub itu memang seperti itu jangan berharap terlalu lebih seperti Oppa Arsha." ingatnya pada diri sendiri.Alvin memang sangat tampan ia bahkan ingin selalu di dekatnya namun saat bersama mereka justru sering salah paham dan bertengkar.
Keyla langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sembari merilekskan pikirannya yang sedikit panas karena ulah Alvin yang menyebalkan.
Setelah mandi, Keyla teringat Dokter Arif langsung menghubunginya.Beberapa hari lalu Dokter Arif memintanya datang ke rumah sakit namun karena masih di Surabaya, ia berjanji akan datang setelah kembali ke Jakarta.
Keyla pun bersiap-siap pergi setelah membuat janji.Selain tidak enak dengan Dokter Arif, ia juga sangat penasaran dengan hasilnya.
Mobil Keyla melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan padat siang itu.Dua puluh menit kemudian ia sampai.Keyla bergegas ke ruangan Dokter Arif.
"Maaf Dokter aku baru sempat datang karena tadi pagi baru tiba," ucap Keyla setelah berada di ruangan Dokter Arif.
"Tidak masalah, kau sahabat Medina yang artinya kau juga sahabatku," sahut pria berumur 35 tahun itu dengan senyuman.
Arif pun memberikan sebuah amplop besar kepada Keyla.Saat itu juga Keyla langsung melihat hasil dari tes DNA.
Keyla membaca seksama hasil dari tes DNA itu.Seketika matanya terbelalak setengah tidak percaya dengan hasilnya yang menyatakan kecocokan 99,99 % artinya Arman Ayah kandungnya.
"Apa ini berarti pria ini ayah kandungku Dokter?" Keyla ingin memastikan kebenarannya dari mulut Dokter itu langsung.
Arif pun menunduk karena jelas DNA keduanya cocok.
.
.
Keyla keluar dari ruangan itu dengan langkah terseok-seok.Rasanya dunianya menjadi lain, mengetahui hidup Ayah dan saudara kembarnya begitu miris.
Medina yang kebetulan melihat Keyla langsung mendekat ke arahnya.Terlihat tatapan mata Keyla kosong membuatnya tidak menyadari kehadirannya. "Key, loe baik-baik saja?" sentak Medina.
Hiks ... hiks
Keyla langsung menangis dipeluk sahabatnya itu dengan terisak-isak.
"Na, pria itu benar Ayahku.Ayah yang selama ini aku cari keberadaannya," ucapnya di sela isakan tangisnya.
"Kau seharusnya bahagia Key, lalu kenapa kau menangis?" Medina menatap lekat wajah sahabatnya itu.Tidak ada yang keluar dari mulut sahabatnya itu hanya bibir yang bergetar serta air mata yang terus menitik.
Keyla benar-benar terpukul dengan kenyataan yang kini diketahuinya.
Sejak kecil Keyla menganggap Ayahnya adalah seorang yang sangat sibuk dengan pekerjaannya hingga melupakan nya juga Bundanya.Kenyataannya Ayahnya hanya seorang biasa yang hidup dibawah garus kemiskinan berbanding terbalik dengan hidupnya yang bergelimang harta.
Saat perjalanan pulang Keyla trus berpikir, apa yang membuat Ayah dan Bundanya berpisah, lalu kenapa Ia tidak pernah tahu jika memiliki saudara kembar.Pikiran itu terus berkecamuk hingga ia harus segera meminta penjelasan dengan orang yang harus bertanggung jawab dengan semua kenyataan yang tertutup rapat itu.
Saat tiba di depan kantornya, Keyla kembali berpikir bagaimana jika Bundanya tidak mengatakan yang sejujurnya karena Sejak dulu informasi tentang ayahnya ditutup rapat.
"Sebaiknya aku cari tahu dulu, jangan ada yang tahu mengenai masalah ini," gumamnya.
Keyla berlalu pergi dengan mobilnya namun tidak kembali ke rumah tapi ke kantor Alvin.Dengan langkah terseok-seok Ia memasuki kantor Alvin namun Ia menghentikan langkahnya saat melihat Kayla dari kejauhan.Tatapannya nanar menatap Kayla yang begitu sibuk di depan layar komputernya sementara Ia bebas kemampuan.
Namun bukannya jawaban yang keluar dari mulut Keyla melainkan air mata.Keyla langsung memeluknya dengan erat hingga membuatnya sulit bernapas.
"Elo kenapa?" Kayla mengurai pelukan Keyla setelah cukup lama membiarkannya.
"Temani gue makan siang, gue lapar." Beberapa detik lalu perut Keyla bergemuruh karena sejak pagi belum memakan sesuatu.
"Tapi."
"Ayolah, gue sedang berbaik hati pengen traktir elo." Keyla menarik paksa tangan Kayla membuat Kayla terpaksa mengikuti kemauan Keyla.
Keduanya kini sudah duduk di sebuah restoran.Kayla makan dengan lahap karena memang Ia melewatkan waktu makan siangnya karena kesibukannya sementara Keyla malah terlihat mengaduk-aduk makanannya sambil terus menatap kearahnya.Kayla merasa bingung karena orang yang mengajaknya makan malah terlihat tidak berselera."Sebaiknya kita pergi saja." Kayla bangkit dari duduknya saat selera makannya menurun ketika melihat Keyla yang seakan sedang menjebaknya.
"Kau bahkan baru makan sedikit." Keyla menahan pergelangan tangan Kayla.
Kayla malah tersenyum getir. "Kau pikir aku tidak bisa makan di tempat seperti ini, walaupun aku miskin aku juga punya harga diri!" Kayla menghempas tangan Keyla dengan raut wajah penuh amarah.Kayla menyadari Keyla hanya memanfaatkannya untuk dihina karena hidupnya yang miskin.
"Kay tunggu, elo salah paham," pekik Keyla namun tidak berpengaruh pada Kayla karena Ia terus melangkah pergi meninggalkannya.
Sebenarnya Keyla sangat ingin memberitahu Kayla bahwa mereka kembar namun Keyla belum cukup keberanian untuk mengatakannya.Ia juga ingin mencari tahu masalah apa yang terjadi di masa lalu hingga keluarga terpecah menjadi dua.Mulai saat ini Ia berjanji untuk bersikap baik dengan Kayla dan juga Ayahnya.
***
Beberapa hari setelah mengetahui fakta bahwa Kayla adalah saudara kembarnya , Keyla semakin sering mengunjungi Kayla di sela-sela jam kantornya membuat pekerjaannya terbengkalai.Jeni yang menerima laporan dari Antoni merasa kesal dengan putrinya itu.Sebelum berangkat ke kantor Jeni menyempatkan mengunjungi kamar Keyla walaupun sangat sibuk.Tinggal serumah, Jeni dan Keyla jarang mengobrol karena kesibukan masing-masing.Mereka hanya akan berbicara untuk masalah kantor.
Tok ....
Tok ....
Tok ....
"Masuk," pekik Keyla dari dalam kamarnya.
Jeni memasuki kamar Keyla, terlihat Keyla sedang bersiap-siap.
"Ada apa, Bunda?" Keyla sudah mengetahui kedatangan Bundanya pasti ada sesuatu yang penting hingga mendatangi ke kamarnya.
"Kau selalu keluar kantor saat jam kantor, apa yang kau lakukan?" selidik Jeni.
"Key hanya bosan saja."
"Bunda, boleh Key tanya sesuatu?" timpal Keyla.
"Bunda sibuk tanyanya besok pagi saja, Bunda ada pertemuan penting hari ini!" tegas Jeni melangkah pergi.
"Kau pikirkan masalah kantor jangan banyak keluyuran!" timpal Jeni mengingatkan.
"Bunda selalu saja sibuk dan sibuk," keluh Keyla dalam hatinya.
Sejak kecil Ia memang terbiasa sendiri walaupun hidupnya di manjakan dengan harta namun Ia hidup dengan miskin kasih sayang karena semua keluarga mendewakan kekayaan.