Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 35. Cemburu ( Alvin - Keyla )



"Jadi Arka ini anak Tante Devi?"


"Kalian saling kenal?" Devi balik bertanya menatap Arka dan Keyla bergantian.


"Teman SMA," jawab Keyla dan Arka serempak.


"Kalian ini kompak sekali." Devi tersenyum menatap keduanya.


"Seharusnya gue yang lamar elo," seloroh Arka dengan kedatangan Keyla yang tiba-tiba.


Mendengar itu Keyla menatap tajam ke arah Arka karena akibat ucapannya yang bar-bar itu kini Devi menatapnya penuh.


"Jangan hiraukan ucapan Arka, Tante.Arka itu memang sukanya bercanda." Menatap Arka sambil menjulurkan sedikit lidahnya.Aksinya itu berhasil membuat Arka semakin gemas.


"Tante senang ternyata persahabatan Tante dengan Bundamu kini menurun pada kalian."


"Iya Tante, Keyla juga tidak menyangka Arka ternyata putra Tante."


Ketiganya berbincang-bincang cukup lama hingga semua rasa penasaran akan Bunda dan Ayahnya mulai sedikit demi sedikit terang.


.


Keyla melajukan mobilnya hendak pulang namun sekitar sepuluh menit melaju di jalanan, mobilnya di hadang mobil yang baru saja menyalipnya.


"Alvin." Keyla yang menyadari mobil yang menghadangnya mobil Alvin.Pria itu turun dari mobil, membuka mobilnya dengan paksa.


"Ada apa?" Keyla yang merasa aneh dengan sikap Alvin karena pria itu terlihat sangat marah.Tanpa permisi Alvin langsung menyambar bibir Keyla.Pria itu menahan tubuh Keyla hingga membuatnya tidak bisa bergeser sedikit pun dari tempatnya.Cukup lama hingga akhirnya Alvin melepaskan Keyla.Keyla hampir kehilangan nafasnya karena ciuman penuh paksaan itu.


"Kau ingin-"


Belum juga menyelesaikan ucapannya bibirnya kembali disambar namun kali ini Keyla berhasil mendorong tubuh pria itu menjauhinya.


"Elo gila!" Keyla hendak masuk ke mobilnya namun tangannya ditahan Alvin.


"Gue memang tergila-gila sama elo jadi jangan memberi kesempatan pria lain menyentuh tanganmu seperti tadi!" ucap Alvin dengan nafas kembang kempis menahan amarahnya.


"Jadi loe ngikutin gue!"


Flash Back On


Sepulang kerja Alvin ingin mengantar Keyla pulang namun saat Ia tiba di kantor Keyla, wanitanya itu sudah melaju keluar dari area kantornya membuatnya mengikuti mobil Keyla.


Alvin pun setia menunggu Keyla keluar dari rumah yang di tujunya.Saat Keyla terlihat keluar dari rumah itu, Alvin ingin menghampiri.Langkahnya terhenti saat pria yang pernah ditemuinya di pernikahan sahabat Keyla, kembali mencium tangan wanitanya.Alvin merasa sangat marah dengan semua kejadian yang dilihatnya itu membuatnya rasa cemburunya meluap begitu saja.


Flash Back Off.


"Loe cemburu?" sambung Keyla menatap wajah Alvin yang terlihat sangat marah.


"Ce-cemburu.Si-siapa, aku?" Alvin menunjuk dirinya sendiri, Ia terlihat gelagapan setelah aksi yang sebenarnya mengalir begitu saja tanpa disadarinya.Pria itu menyembunyikan rasa malunya dengan mengalihkan perhatian Keyla."Masuk ke mobilmu, aku akan mengantarmu dengan mengikuti mobilmu dari belakang!" Alvin mendorong Keyla masuk ke dalam mobilnya setelah itu berlari masuk ke dalam mobilnya.Alvin mengiringi mobil Keyla sampai di kediamannya.


"Kau masuklah," ucap Alvin saat keduanya sudah turun dari mobil masing-masing.Alvin mengusap lembut wajah Keyla.Saat itu Ia fokus ke bibir Keyla kembali ingin menyambar bibir yang membuatnya candu itu namun dengan sigap Keyla mendorong tubuh pria itu menjauh dari tubuhnya.


"Pulanglah sudah malam," ucapnya membelai wajah pria itu sesaat kemudian melangkah masuk.Alvin tersenyum bahagia dengan perlakuan Keyla walaupun hanya sebatas dibelai namun cukup membuat hatinya berbunga-bunga.


Entah sejak kapan benih-benih itu tumbuh dihatinya namun Ia tidak akan membiarkan wanita yang dicintainya kembali pergi seperti dulu hingga membuatnya menyesali semua keputusannya.Ia akan melakukan apapun demi membuat Keyla berada disisinya dan menjadi miliknya.


.


Sementara Keyla merebahkan tubuhnya setelah membersihkan diri.Ia kembali mengingat penjelasan Devi tentang Bunda dan Ayahnya.


"Ayah, Bunda, Keyla janji akan menyatukan cinta kalian walaupun Keyla harus melawan Kakek tapi Keyla yakin cinta kalian akan bisa merobohkan dinding pemisah di antara kalian," gumam Keyla.


***


Keesokan paginya.


Keyla bersiap-siap pergi ke rumah Ayahnya.Beberapa hari tidak bertemu dengan Ayah dan saudara kembarnya Ia merasa sangat merindukan mereka.Entah kedatangannya diterima atau tidak namun Keyla tidak peduli.Keyla membawa beberapa makanan yang sudah dipersiapkan ART-nya untuk dibawa ke rumah Ayahnya.Keyla ingin sarapan bersama Ayah juga saudara kembarnya karena Ia bisa mendapatkan kebersamaan itu di rumah Ayahnya.


Dengan Riang Keyla melangkah pergi namun dihentikan Bundanya."Kau mau kemana, Key?" Jeni menatap Keyla yang sudah rapi dengan tas jinjing di tangannya.


"Key mau-"


"Wanita yang sangat mirip denganmu waktu di pesta itu, siapa?" selidik Jeni.


"Ternyata Bunda melihatku kemarin, namun kemana perginya Bunda waktu itu tiba-tiba menghilang?" gumam Keyla.


"Key." Jeni menepuk bahu Keyla karena bukannya menjawab pertanyaannya, putrinya itu malah melamun.


"Bukannya kami terlihat kembar, Bunda?" Sengaja Keyla melontarkan pertanyaan untuk memancing reaksi Bundanya.


"Ke- kembar gimana, kalian hanya mi-mirip.Iya mirip bukan berarti kembar." Jeni berbicara terbata-bata, sangat jelas Ia sedang berkilah dengan ucapannya.


"Bunda kok serius gitu, kan Keyla hanya bercanda.Mana mungkin Key punya kembaran sedang Key tidak mengetahuinya, iya kan Bun?"


Jeni semakin tidak bisa berkutik dengan kata-kata Keyla, Ia menelan salivanya dengan susah payah.Detak jantungnya dibuat naik turun dengan pertanyaan-pertanyaan maut dari Keyla.


"Sudah sana pergi!" kilah Jeni.Ia langsung meninggalkan Keyla yang saat itu tersenyum puas dengan aksi yang disengaja nya berhasil membuat gelagapan Bundanya.


"Suatu saat Key tidak akan membiarkan Bunda mengelak dari kenyataan yang ada," gumamnya.Menatap Bundanya yang menaiki tangga sesaat lalu beranjak pergi.


.


.


Sesampainya dirumah Arman.


Keyla disambut ramah oleh Arman sementara Kayla terlihat kesal dengan kedatangannya.


Keyla langsung menyajikan makanannya yang dibawanya ke meja makan.Saat itu Arman dan Kayla hendak sarapan.Kedatangannya adalah momen yang tepat.


"Wah makan enak nih," decak Arman menatap meja makannya penuh berbagai makanan yang dibawa Keyla.


Arman juga Keyla antusias menyantap makanan itu sementara Kayla terlihat kesal.


"Gue nggak akan rancunin elo, Kay.Elo lihat, gue juga makan makanan ini." Keyla menaruh ayam goreng di piring Kayla namun dengan cepat Kayla memindahkan ayam itu ke piring lain.


"Kay!" sentak Arman dengan sikap tidak sopan Kayla.


Kayla langsung bangkit dari duduknya, sejak tadi Ia menahan amarahnya namun Ia sudah tidak bisa menahannya lagi.


"Jelaskan Ayah!siapa Keyla, apa benar dia saudara kembarku?" ucap Kayla dengan nafas kembang kempis menahan amarahnya.


"Kay, apa yang kau bicarakan." Keyla langsung menarik tangan Kayla menjauh dari tempat itu namun Kayla menepisnya dengan kasar membuat Keyla sedikit terhempas.


"Kay, kau kasar sekali!" bentak Arman lagi.


"Ayah hanya perlu menjawab iya atau tidak atau jangan-jangan benar dugaanku, Ayah juga menyukai Keyla!" tukas Kayla.


"Ayah ingat, Keyla itu seumuranku jangan pernah berpikir-"


Belum menyelesaikan ucapannya Arman melayangkan tangannya ke wajah Kayla membuat Kayla menangis histeris langsung berlari ke kamarnya.