Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 87



Happy Reading 😊


Sekitar pukul 8 pagi Alvin dan Keyla bergegas ke rumah bundanya. Ya karena semalam Keyla terus saja bertanya bahkan tidak mau tidur membuat keduanya bangun kesiangan.


Setelah 30 menit keduanya sampai.


"Nona, Tuan, " sambut ART nya.


Alvin yang berdiri di belakang Keyla menyerobot masuk dan langsung menaiki tangga.


"Ada apa dengan tuan Alvin, Nona?" Art nya merasa aneh dengan sikap majikan itu.


"Itu ngambil barang yang penting, dimana Kayla juga Bunda?" tanya Keyla.


"Keyla!" teriak Alvin dari selama kamar membuat Keyla langsung berlari.


"Ada apa?" Keyla yang terburu-buru bertanya sambil terengah-engah.


"Kau taruh dimana, kenapa tidak ada?" Alvin yang sudah mencari beberapa kali di laci itu tidak menemukan apapun.


Keyla mendekat sembari mengingat-ingat keberadaan foto itu.


"Aku benar kok taruh di laci ini." Keyla menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kau ceroboh sekali." Kesal Alvin melangkah pergi. Saat itu Ia mencari keberadaan Art nya untuk menayangkan keberadaan mertuanya.


Setelah mendengar penjelasan dari ART nya yang mengatakan Jeni pergi buru-buru membuat Alvin yakin mertuanya sudah menemukan foto itu.


Alvin dan Keyla bergegas pergi menuju ke kontrakan milik ayahnya.


.


.


Sesampainya di kontrakan milik Arman.


"Masuk lah selesaikan masalah keluarga kalian jika ingin melanjutkan hidup yang lebih baik!" perintah Alvin.


Keyla mengangguk lalu segera keluar dari mobil dan bergegas masuk.


"Apa yang terjadi Kay?" Keyla langsung berlari ke arah bunda dan Keyla yang tengah duduk di kursi sementara Arman berdiri menatap ke jendela dengan menyilangkan tangan di dada.


"Selama ini aku bukan tidak mencarimu dan Keyla bukan karena aku egois atau mementingkan diriku sendiri tapi karena kau adalah adikku." Ucap Arman dengan tangan mengepal. Kenyataan itu Arman ketahui setelah menemukan foto yang tersimpan di kamar ayahnya tepat setelah beberapa hari ayahnya meninggal. Arman benar-benar terkejut pria yang bersama ibunya adalah mertuanya sendiri. Andai waktu dapat diputar ingin sekali Arman mengembalikan keadaan hingga tidak melakukan dosa besar dengan menikahi adik tirinya.


Baik Keyla maupun Kayla ternganga dengan kenyataan itu. Bagaimana mungkin kedua orang tuanya kakak beradik. Lalu bagaimana keduanya memanggil ayahnya apakah ayah atau paman dan bagaimana Ia memanggil bundanya apakah bunda atau bibi pikiran itu kini memenuhi kepala Keyla dan Kayla keduanya saling menatap dengan tatapan tidak mengerti.


"Kita lahir di tahun yang sama jadi mana mungkin aku adikmu." Jeni yang sedari tadi diam akhirnya buka mulut.


Tiba-tiba seorang membuka pintu dan masuk yang tak lain adalah Hendra. Ya dialah akar dari masalah ini.


Alvin yang duduk di teras samar-samar mendengar perdebatan di dalam hingga membuatnya langsung memerintah anak buahnya untuk membawa Hendra hadir. Kali ini Ia tidak akan menunda lagi , secepatnya masalah ini harus clear.


Kembali ke Hendra yang masuk ke rumah itu.


"Ayah jelaskan pada mas Arman jika kita bukan saudara!" Jeni langsung berlari ke arah ayahnya, memaksa ayahnya untuk membantah ucapan Arman.


"Kau benar Jen. Kau dan Arman bukanlah saudara karena Sinta adalah selingkuhku. Aku dan Sinta tidak pernah menikah," jelas Hendra.


Ada perasaan lega pada diri Arman namun juga amarah. Lega karena Jeni bukan adiknya tapi amarah yang semakin tidak terbendung karena ibunya hanya dijadikan selingkuhan. Tangan Arman langsung melesat ke wajah tua Hendra. Pria itu yang sudah merampas kebahagiaannya dengan menjadi orang ketiga diantara ayah dan ibunya. Bagaimana Arman bisa menerima pria yang sudah menghancurkan keluarga itu menjadi mertuanya. Sudah cukup dulu Ia melakukan kesalahan dengan menikahi Jeni namun tidak untuk sekarang setelah Ia tahu semua.


"Mas hentikan!" pekik Jeni berdiri tepat diantara Arman dan Hendra.


"Maafkan Ayah, Man. Ayah berharap kau melupakan masa lalu itu juga memaafkan Ayah." Hendra memohon dengan memegang bahu Arman namun dengan cepat Arman menepis tangan pria tua itu.


Hendra sendiri akhirnya sadar setelah merenungkan kesalahannya selama ini. Bukan salah Arman jika Ia bersama Jeni namun kesalahannya karena berselingkuh dengan Ibu dari menantunya.


"Ayah sudah tua dan sakit-sakitan hanya satu yang Ayah inginkan kau bahagia Nak. Maafkan keegoisan Ayah selama ini juga kesalahan ayah padamu Arman." Hendra hendak menyatukan tangan Jeni dan Arman namun Arman mundur beberapa langkah.


"Aku tidak bisa," tolak Arman.


Saat itu juga duo K yang sedari diam menyimak angkat bicara.


"Lupakan semua Ayah masa lalu buruk itu. Aku, Kayla, bunda dan kakek juga ayah berhak bahagia. Untuk apa mempermasalahkan masa lalu buruk yang sudah seharusnya kita kubur dalam-dalam." Keyla menyatukan tangan keluarga membuat keegoisan masing-masing mencair begitu saja berganti dengan senyuman. Wajah kedua putrinya itu mampu membuat hati keras Arman meleleh begitu saja. Kedua putrinya sudah cukup menderita dengan keegoisannya dan Jeni hingga tidak akan lagi itu terjadi.


Sore itu juga di tempat yang sama Arman mengucap ijab qobul menikahi kembali wanita yang sudah memberinya dua orang putri. Keluarga itu akhirnya bisa berkumpul dan bersatu kembali.