Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 69. Penolakan Keyla



HAPPY READING 😊


...----------------...


Beberapa hari kemudian.


Keyla sudah berada di rumah sakit untuk menjemput ayahnya karena setelah beberapa hari di rawat akhirnya diizinkan pulang.


Keyla dan Kayla menuntut Arman dengan hati-hati keluar dari rumah sakit itu menuju mobil.


"Kay aku sudah memutuskan untuk membawamu dan ayah tinggal bersama denganku," ucap Keyla saat sudah berada di dalam mobil.


"Tidak Key jangan lakukan itu, aku dan ayah akan tinggal di rumah kontrakan saja."


"Tidak karena jika itu terjadi aku tidak akan hidup tenang karena Kakek bisa saja melakukan sesuatu yang jahat pada kalian." Kukuh Keyla.


Mobil melaju pergi.


.


.


"Bagaimana ini apa aku harus setiap hari melihat Keyla dan Alvin, aku tidak mampu," batin Kayla.


Saat itu mereka sudah berada di depan unit apartemen milik Keyla dan Alvin.


"Ayo masuk." Membuka pintu lebar-lebar.


"Hati-hati Ayah." Keduanya membantu Arman masuk ke dalam kamar dan membantu Arman berbaring di ranjangnya.


'Istirahatlah Ayah, Key dan Kay akan membuat makan siang untuk kita," ucap Keyla mengusap lembut tubuh ayahnya.


Keyla bangkit menggandeng tubuh saudara kembarnya keluar dari kamar itu. Keyla merangkul erat tubuh Kayla keduanya saling tersenyum.


"Adik kau mau masak apa?" tanya Kayla.


"Adik!" Keyla menguar rangkulannya menatap tidak suka Kayla yang menyebutnya adik.


"Mana ada adik tetap lah adik, pernikahan tidak ada hubungannya dengan status kita." Tolak Kayla. Ia melangkah lebih dulu menuju dapur. Kayla menatap kagum kemewahan apartemen pengantin baru itu.


"Aku selalu bermimpi tinggal di apartemen kelas VVIP seperti ini tapi sekarang tidak hanya mimpi bahkan aku menginjak lantai ini dengan nyata," ungkap Kayla sembari mengeluarkan bahan masakan yang ingin dimasaknya.


"Mulai sekarang jangan cemaskan itu." Mengusap lembut punggung Kayla.


"Tapi Key, apa kau sudah meminta izin Alvin?"


"Belum tapi aku yakin suamiku mengizinkan karena aku sudah lama ingin tinggal bersama ayah."


"Baiklah jika itu keinginanmu tapi aku tidak bisa tinggal disini setelah makan siang aku akan kembali ke kontrakan." Putus Kayla.


"Tapi Kay."


Menggenggam tangan Kayla Ia benar-benar berharap Kayla mau tinggal bersamanya namun setelah melihat wajah Kayla Ia menghargai keputusannya. Tidak mudah bagi Kayla tinggal seatap dengan Alvin. Bagaimana pun Kayla pernah ada rasa pada Alvin jika setiap hari harus melihatnya dan Alvin itu sangat menyakitkan.


.


.


Alvin pulang dari kantornya sore hari. Sebelumnya Keyla sudah memberitahu kalau ayahnya akan tinggal di apartemennya.


"Kau mandilah dulu aku akan memberi ayah makan dulu setelah itu kita makan." Melepas dasi Alvin lalu beranjak pergi.


Alvin menahan tangan Keyla lalu menarik tubuhnya masuk ke dalam pelukannya.


"Aku merindukanmu." Mendekat hingga akhirnya ******* bibir Keyla. Sejak malam pertama mereka belum melakukan hubungan suami istri lagi membuat Alvin begitu merindukan wanitanya itu.


Keyla mendorong Alvin hingga pagutan keduanya terlepas. "Cepatlah mandi, ayah pasti sudah menunggu." Keyla melangkah pergi meninggalkan Alvin yang masih tertegun dengan penolakannya.


"Aku merasa kau selalu menghindari ku, aku harus melakukan sesuatu." Lirih Alvin lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Keyla memang selalu menghindari Alvin ketika ingin menyentuhnya bahkan Ia selalu tertidur lebih dulu saat Ia harus memeriksa pekerjaan. Beberapa hari sebelum pernikahan Alvin menunda pekerjaannya hingga setelah pernikahannya Ia harus menyelesaikan semuanya.