
Happy Reading 😊
"Kenapa tiba-tiba aku merasa sesak bukankah ini yang aku inginkan," gumam Keyla. Ia memegangi dadanya yang entah kenapa terasa sesak dan nyeri.
Keyla menuruni tangga lalu melangkah mengintip dua orang yang tengah berbicara itu. Keyla seperti terdorong ingin mendengar apa yang sedang dibicarakan keduanya hingga akhirnya mengendap-endap sampai teras bersembunyi di balik pilar besar rumahnya.
"Key, apa yang kau lakukan?" sentak Kayla saat menyadari gelagat aneh adiknya itu.
"Sial apa yang aku lakukan!" umpat Keyla pada dirinya sendiri. Ia sama sekali tidak sadar dengan apa yang dilakukannya sampai akhirnya terlihat begitu bodoh saat tertangkap basah sedang menguping.
"Aku mau ke swalayan," kilah Keyla menutupinya.
Keyla melangkah pergi meninggalkan Kayla dan Alvin yang masih santai mengobrol.
"Terima kasih Kay," ucap Alvin.
Suara Alvin terdengar jelas oleh Keyla. Keyla terus melangkah semakin menjauh.
"Mereka ngobrol apa an sih kenapa harus berdua dan diluar pula. Apa mereka merencanakan sesuatu, atau mereka ingin kabur," gumam Keyla. Pikirannya malah ngelantur kemana-mana. Ya, saat itu Keyla sangat cemburu namun Ia tidak mengakui dan berpura-pura membodohi dirinya sendiri dengan merasa Ia baik-baik saja padahal Ia benar-benar terbakar api cemburu.
"Katakan saja jika kau cemburu tapi kenapa kamu cemburu bukannya kamu ingin aku bersama Kayla." Alvin yang mengejar Keyla tiba-tiba berbicara. Alvin tahu jika Keyla cemburu dari raut wajah juga sikap anehnya namun Ia kan berpura-pura tidak menyadarinya.
"Kenapa kau mengikuti ku!" Keyla menghentikan langkahnya lalu menatap kesal Alvin.
"Kau mau bersama Kayla ya sudah sana kenapa kau mengikutiku!" Keyla mendorong Alvin lalu kembali melangkah.
"Benar-benar cewek bodoh sudah tahu tidak pandai berakting tapi masih berusaha membohongiku," lirih Alvin dengan tingkah konyol Keyla.
Keyla masuk ke swalayan Ia mengambil barang-barang secara acak. Ya, sebenarnya Ia tidak ingin berbelanja karena sudah terlanjur mengatakan tujuannya mau tidak mau Ia harus menuntaskan kebohongannya itu.
Setelah keranjang belanjanya penuh, Keyla membawanya menuju kasir. Menunggu kasir menghitung belanjaannya, Keyla melihat keluar dan ternyata Alvin sudah tidak berada di sana.
"Pria itu benar-benar ingin bersama Kayla." Keyla berucap dengan kecewa. Entah apa yang diinginkannya di mulut dan dihatinya tidak sama.
"Jumlah Rp ****** ," ucap kasir setelah selesai menghitung.
"Baik." Keyla merogoh sakunya membuat ekspresinya berubah. Bagaimana tidak karena Ia tidak membawa dompet.
"Oh my God!" Keyla menepuk dahinya. Sampai kapan Ia akan memelihara kekonyolan itu, jelas-jelas tidak membawa dompet masih masuk ke swalayan dan belanja sekian ratus ribu.
"Pakai ini Mbak." Kartu kredit diberikan seseorang yang berada tepat dibelakang Keyla yang tidak lain Alvin. Pandangannya Keyla langsung tertuju pada suaminya itu. "Sejak kapan kau disitu?" gumam Keyla dalam hati.
Ditatap seperti itu Alvin hanya menggeleng lalu berucap, "Sejak tadi, kau tidak sadar sejak tadi aku berada di belakangmu dan kau membeli itu untukku?" Alvin menunjuk isi di dalam plastik yang dipegang Keyla yang beberapa diantaranya adalah pakaian dalam pria.
"Bulshit, apalagi ini," gumam Keyla. Ia langsung berlari keluar meninggalkan begitu saja belanjaannya. Ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk menatap wajah Alvin karena terlalu malu.