Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 60. Kasih Sayang Seorang Ibu



HAPPY READING 😊


...----------------...


"Elo malah ketawa sih, gue serius tahu!" kesal Ziva.


"Gue juga nggak bercanda Ziva, gue pikir apa masalah penting itu ternyata. Gue tegaskan, pernikahan gue nggak ada sangkut pautnya sama elo atau Kak Arsha. Entah kebetulan atau bagaimana nyokap gue jodohkan gue sama Alvin," jelas Keyla yang masih saja terkekeh.


"Dijodohin?elo mau gitu aja?" Ziva merasa aneh karena sahabatnya itu seperti tidak ada beban walaupun pernikahannya adalah sebuah perjodohan.


"Elo jangan salah paham dulu, dijodohin bukan gue nggak suka karena nyatanya gue jatuh cinta sama pria kutub itu dan sama halnya dengan gue dia pun juga merasakan hal yang sama."


Penjelasan Keyla membuat Ziva juga Arsha merasa lega.


"Tapi Va ada satu hal yang belum elo tahu tentang gue." Tiba-tiba Keyla yang sejak tadi terkekeh menjadi muram dengan perkataannya.


"Apa? jangan buat gue takut gini, kenapa elo jadi berubah sedih gitu?" Ziva menarik kursinya mendekat, mengusap punggung sahabatnya itu.


Tentang Pernikahannya Keyla memang sangat bahagia karena wanita mana yang tidak ingin menikah dengan pria yang dicintainya tapi satu hal yang masih mengganjal hatinya tentang saudara kembarnya Kayla. Bagaimana Ia akan bahagia dengan diatas penderita an Kayla. Keyla berada di situasi yang sulit karena disamping harus mengikuti keinginan kakeknya juga Ia menyakiti saudara kembarnya itu.


"Tentang Kayla, kau tahu perasaannya pada Alvin kan?"


Sama halnya dengan Keyla, Ziva juga merasa bingung karena berada di tengah-tengah sahabatnya antara harus senang atau sedih karena keduanya adalah sahabat baiknya.


Arsha hanya menyimak perbincangan dua sahabat itu tanpa ikut menyeka namun dalam hati Arsha berpikir apa mungkin Alvin benar-benar sudah melupakan istrinya.


"Kau bisa bilang seperti itu karena kau hanya sahabatnya tapi bagaimana aku yang sebagai saudara kembarnya."


"Apa?" ucap Ziva dan Arsha serentak dengan pengakuan mengejutkan dari Keyla. Bukan rahasia lagi jika kabar itu menjadi kebenaran karena sebelumnya baik Ziva maupun Arsha sudah menduga hal itu.


Pembicaraan itu di dengar seseorang yang hendak menyapa Ziva dan Arsha. Ia langsung menghentikan langkahnya saat mendengar pengakuan Keyla. Jeni langsung bergegas menuju kamarnya saat air matanya menetes deras. Selama ini Jeni bukan tidak mengetahui keberadaan Kayla. Jauh sebelum pertemuan Keyla dengan Kayla Jeni sudah mengetahui keberadaan Kayla. Jeni pula yang membuat Keyla seolah-olah mendapat beasiswa padahal Ia lah yang membayar sekolah Kayla sampai sarjana.


Jeni hanya lah seorang Ibu yang mau bagaimana pun hatinya tidak pernah berubah walaupun tidak bersama. Ia hanya berpura-pura tidak mengetahui semua demi menjaga dua orang yang begitu dicintainya dalam diam.


Setelah menemui Keyla, Ziva dan Arsha mengunjungi Kayla di rumah sakit tempat ayahnya di rawat. Keyla meminta Ziva untuk menemui Kayla untuk menanyakan tentang perasaan saudara kembarnya itu. Mungkin jika Ziva yang menanyakan Kayla akan jujur dengan semua perasaannya.


Saat Ziva di rumah sakit saat itu juga ada Alvin yang menemani Kayla yang menemani ayahnya terapi. Setelah menunggu cukup lama akhirnya Arman selesai melakukan terapi dan kembali ke ruang perawatannya.


"Aku turut sedih ya dengan musibah yang menimpa Ayahmu." Ziva memeluk tubuh Kayla dengan erat.


"Makasih ya Va karena walaupun sangat sibuk kau menyempatkan untuk menjenguk ayahku." Kayla mengurai pelukannya. Keakraban keduanya berbanding terbalik dengan Arsha dan Alvin yang saling menatap dengan pemikiran masing-masing.


"Sebaiknya kita bicara di luar." Kayla mengajak semua orang di ruangan itu keluar untuk memberikan waktu ayahnya istirahat.


"Ayah istirahat ya, Kay mau bicara sebentar dengan Ziva." pamit Kayla. Ia menyelimuti tubuh ayahnya lalu melangkah pergi.