
Happy Reading 😊
Selanjutnya di setiap pertemuan dengan perusahaan R.K, Kayla menyerahkan tugas itu sepenuhnya pada Ricky.
Hari ini Ayah dan Bunda Duo K kembali setelah sebulan lamanya berada d negara singa putih itu.
Kayla, Keyla, Alvin juga duo K tengah menunggu di pintu kedatangan.
"Mom itu kakek dan nenek," seru Rizki.
"Eh kemana mereka?" Dua R lenyap dari pandangan Keyla karena keduanya berlari menyambut kakek dan neneknya antusias.
Saat hendak mendekat tiba-tiba seorang pria mendekat dan langsung menjabat tangan Arman dan Jeni.
"Itu kan Kak Rendy." Keyla menatap penuh puja sedangkan Kayla merasa tidak senang dengan keberadaan pria itu secara tiba-tiba.
.
Saat diperjalanan Kayla lebih memilih menaiki mobilnya sendiri sedangkan ayah dan bundanya lebih memilih naik ke mobil Rendy.
"Pria itu apa yang diinginkannya Kenapa datang dan pergi sesukanya," gumam Kayla.
.
.
"Ayah istirahatlah Kay harus ke kantor lagi kasian Ricky disana sendirian." Kayla mencium tangan ayah lalu bundanya setelah beberapa saat duduk berbincang tentang keadaan ayahnya.
"Kakak tenang saja ada aku sama R disini juga Kak Rendy," sahut Keyla.
"Baiklah aku pergi dulu." Kayla beranjak pergi. Sikap dinginnya benar-benar mengabaikan Rendy karena bagi Kayla Rendy bukan lagi orang yang pantas untuk berbicara dengannya.
"Tunggu Kay!" teriak seseorang dari dalam rumah yang tiba-tiba menghentikan langkah Kayla.Di detik selanjutnya Ia kembali melangkah kakinya mengabaikan perintah pria itu.
"Kay!" Rendy berlari lalu menahan pergelangan tangan Kayla yang sudah hampir masuk ke dalam mobilnya.
"Lepaskan!" Kayla meronta.
Rendy menahan tubuh Kayla mengunci tubuhnya hingga tidak dapat bergeser sedikitpun.
"Ada apa denganmu, aku sudah kembali dan kau mengabaikan aku seperti ini!" Rendy berucap dengan nada amarah yang tertahan.
"Kau seperti pahlawan kesiangan. Hello sudah waktunya kau bangun dan menyadari semua hanya mimpi belaka. Ingat aku sudah bersuami!" Kayla berucap ketus dengan peringatannya.
Disisi lain seseorang mengamati keduanya dari kejauhan yang orang itu adalah Ricky.
"Kenapa hatiku serasa sakit bukankah aku yang menginginkannya." Ricky kembali ke mobilnya setelah merasa tidak sanggup lagi melihat apa yang ada di depan matanya.
.
.
Malam hari.
Sikapnya juga acuh dan dingin membuat Kayla merasa ada yang aneh dengan pria yang selalu bersikap hangat sebelumnya.
Kayla yang merasa aneh ingin memeriksa langsung. Sebelum pergi Ia membawa beberapa cemilan untuk menemani Ricky lembur.
Sekitar pukul 11 malam mobil Kayla melaju bebas di jalanan yang sepi itu.
Setelah sampai Kayla perlahan menaiki ruangannya di lantai paling atas.
"Sayang kau nakal sekali, apa bisa lembut sedikit." Samar-samar suara perempuan terdengar membuat Kayla yang hendak masuk menjadi tertahan.
Ia lalu mengintip dari balik pintu yang Ia buka dengan perlahan.
Saat itu Ricky tengah mabuk dan bermesraan dengan seorang wanita.
Kayla yang geram mendorong pintu itu dengan keras.
Dubraakkk.
Fokus dua orang di dalam itu langsung tertuju padanya sementara Kayla yang geram dengan tangan terkepal mendorong wanita yang duduk di pangkuan Ricky hingga terjatuh ke lantai.
"Kay kau kenapa kesini?" pertanyaan bodoh dilontarkan Ricky disaat Kayla benar-benar sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Oh jadi ini yang kamu lakukan saat lembur bermain-main dengan sampah seperti ini!" geram Kayla menatap sengit Ricky lalu berpindah pada wanita yang kini masih di lantai itu.
"Tuan mana bayaranku." Wanita itu berucap dengan manja dengan permintaannya.
"Kau pergi dari sini, ambil semuanya!" bentak Kayla lalu memberikan seluruhnya uang cash di dompetnya.
Wanita itu langsung meninggalkan tempat itu begitu mendapat keinginannya.
"Kau kenapa seperti ini?" Kayla merasa aneh dengan sikap Ricky karena selama ini pria itu tidak pernah melakukan hal-hal seperti ini.
"Aku memang seperti ini kau saja yang tidak mengenalku dengan baik, aku bersikap baik hanya merasa kasihan dengan wanita tua yang tidak laku sepertimu!"
Deg.
Ucapan Ricky benar-benar membuat hati Kayla merasa sangat nyeri karena selama ini Ricky memperlakukannya dengan sangat baik namun siapa sangka kebaikannya hanya karena kasihan.
"Kau bohong kau bukan pria seperti itu!" Kayla masih menyangkal ucapan Ricky hanya omong kosong apalagi pria itu sudah mabuk.
"Terserah tapi aku sudah sangat muak denganmu wanita tua!" Ricky beranjak dari duduknya menghempas Kayla dari jalannya melangkah kaki meninggalkan tempat itu.
Sepeninggalan Ricky, Kayla termenung dengan ucapan Ricky yang benar-benar tidak Kayla sangka sebelumnya. Ia berpikir Ricky satu-satunya pria berbeda di dunia ini yang tidak melihat fisik namun nyatanya sama saja semua yang dilakukannya atas dasar kasihan.
Hiks ... hiks.
Air mata Kayla menitik deras setelah beberapa lama berusaha menahannya.
Setiap kali berhubungan dengan pria tetap saja Ia selalu dikecewakan mungkin kebahagiaan bukan hal yang pantas di dapatkannya.