Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 45. Saling Menyayangi



Seminggu kemudian.


Keyla yang mendapat panggilan dari rumah sakit tepatnya panggilan dari Dokter Arief bergegas pergi menjemput Kayla saat jam kantor.


Keyla langsung menuju ruangan Alvin sebelum memberi tahu Kayla.


"Alvin, gue mohon, sebentar saja." Keyla memohon, mengerjap beberapa kali.


"Katakan dulu mau kemana?"


"Aku ke rumah sakit, e untuk ...." Keyla mencari alasan yang tepat agar Alvin tidak curiga.


"Untuk apa," desak Alvin menahan tubuh Keyla agar tidak bergerak dari tempatnya.Saat itu keduanya berdiri saling berhadapan.


Alvin ingin mengecup bibir Keyla namun tiba-tiba Ia menghindar dengan melangkah ke jendela ruangan Alvin, menatap pemandangan kota itu dari tempatnya berdiri.


"Ck." Alvin berdecak kesal.


"Gue ingin Kayla nemenin gue periksa masalah kewanitaan," sahut Keyla.


Alvin mendekat memeluk pinggang Keyla dari belakang.


"Aku saja yang mengantarmu?" tawar Alvin.


"Tidak!aku malu," ucap Keyla dengan cepat.Ia mengurai pelukan Alvin bergegas keluar.Sementara Alvin mengepalkan tangannya kesal.Ia merasa Keyla selalu menghindarinya bahkan terkesan tidak suka jika ia ingin menyentuh dan bermesraan dengannya.


"Apa Keyla tidak pernah mencintaiku, aku harus cari tahu?" gumam Alvin.


Sementara di tempat lain duo K sudah berada di ruangan Dokter Arief.Dokter muda itu tampak tersenyum menatap keduanya.


Dokter Arief menyerahkan hasil tes DNA itu pada Keyla.


"Sudah ku duga hasilnya?" ucap Dokter Arief masih dengan senyumannya.


Kayla langsung merebut hasil dari tes itu saat Keyla masih fokus membacanya.


Buliran bening menetes di pipi Kayla saat selesai membacanya.Matanya menatap lekat wajah Keyla.


"Apa, apa hasilnya?" Keyla merebut kertas yang masih berada di tangan Kayla dan langsung membacanya.


Keyla tidak heran dengan hasilnya karena Ia sudah tahu hasilnya.ia hanya ingin membuktikan ucapannya bukan manipulasi darinya agar bisa dengan dengan Ayah juga saudara kandungnya.


Kayla langsung memeluk erat tubuh Keyla berulang kali Ia mengucap kata maaf.


"Maafkan aku Key tidak mempercayai ucapanmu, aku benar-benar malu dengan sikapku selama ini," ucap Kayla di sela isak tangisnya.


Momen haru itu berhasil membuat Arief serta Medina yang baru saja masuk ikut terharu.Ia tidak menyangka selama ini Keyla mempunyai saudara kembar.


Duo K akhirnya meninggalkan rumah sakit setelah urusan mereka selesai.


Keyla yang hendak melajukan mobilnya ditahan Kayla.


"Key, bolehkah aku lihat Bunda?"


"Tentu saja boleh tapi dari kejauhan, untuk sementara gue belum bisa mempertemukan elo dengan bunda secara langsung," jelas Keyla.


Kayla pun mengangguk.Ia kembali memeluk kembarannya dengan erat.Keduanya berjanji mulai saat ini saling menyayangi satu sama lain juga saling membantu menyatukan kedua orang tua mereka.


.


.


Sepulang dari kantor Keyla menjemput Kayla.Keakraban keduanya berhasil membuat Alvin semakin curiga.Akhir-akhir ini keduanya selalu pergi bersama membuat Keyla melupakanya.Alvin membuntuti kemana duo K itu pergi.Keduanya makan disebuah restoran bintang lima.Alvin pun ikut masuk mengamati keduanya dari jarak aman.


Keyla dan Kayla mengamati Jeni dari jarak aman.Jeni yang saat itu sedang makan malam bersama klien bisnisnya membuat Kayla memandang puja.Selama ini Kayla berpikir Bundanya telah tiada namun semua terbantahkan saat mengetahui kebenaran dia memiliki kembaran juga Bunda tentunya.


"Bunda wanita yang cantik, pintar dan juga sepertinya lembut," puji Kayla tanpa mengalihkan pandangannya menatap Jeni penuh puja.


Mendengar itu Keyla memutar mata malas.Nyatanya Bundanya bukan wanita seperti itu namun Ia tidak ingin merusak kebahagiaan Kayla dengan kekagumannya akan Bunda mereka.


Keyla menatap sekelilingnya, Ia menatap Alvin yang saat itu juga tengah menatapnya.Lagi ia memutar mata malas saat melihat pria pengganggu itu.


Alvin menatap Kayla penuh puja membuat Keyla menatap kesal.


"Ada makanan di bibirmu." Alvin yang masih berdiri langsung mengusap bibir Kayla dengan jempolnya.Seketika Keyla yang sudah cukup kesal dengan tatapan Alvin saat menatap Kayla bertambah kesal akan sikap genit prianya itu.


Braakkk


Keyla menggebrak meja dengan tangannya tanpa sadar membuat Kayla dan Alvin langsung menatapnya tidak mengerti.


"Ada Apa?" Kayla memegang bahu Keyla.


"Tidak.Aku ke toilet dulu." Keyla bangkit dari duduknya meninggalkan keduanya.


Jeni yang ternyata mendengar meja di gebrak langsung terfokus pada meja itu.Saat itu Ia hendak mendekati Alvin dan Keyla namun saat beberapa langkah Ia kembali menyadari bukan Keyla namun Kayla.


"Kay, aku ke toilet dulu ya," ucap Alvin.


Alvin sengaja menunggu Keyla yang masih berasa di toilet.Setelah lima menit akhirnya Keyla keluar namun tanpa Keyla menyadari Ia berdiri di belakangnya.


"Dasar pria kutub berani-beraninya macam-macam di depanku, gue kirim elo ke Antartika biar tahu rasa!"umpat Keyla menginjak-injak lantai seperti sedang menginjak pria yang di umpatnya itu.


Ehem


Alvin berdeham membuat Keyla tersentak."Elo Alvin, sejak kapan berdiri disitu?"


Alvin tidak bergerak dari tempatnya ia menatap Keyla dengan tatapan dingin sementara Keyla menepuk mulutnya yang selalu bar-bar.


"Kau pikir, aku semut." Alvin mengikuti ulah Keyla yang menginjak-injak lantai seperti menginjak dirinya.


Hehehe


Bukan elo tapi tadi beneran ada semut nakal," kilah Keyla.


Alvin pun terkekeh dengan sikap absurd Keyla yang selalu saja membuatnya berhasil tersenyum.


Keduanya kembali ke meja namun entah pergi kemana Kayla karena saat itu meja mereka kosong.


"Dimana Kayla?" Keyla menatap Alvin sementara Alvin menaikkan kedua bahunya sebagai jawabannya.


Keyla pun melihat meja Bundanya yang sudah kosong.


"Jangan-jangan," gumam Keyla.Ia bergegas pergi membuat Alvin bingung segera Alvin meletakkan beberapa lembar uang di meja itu sebelum pergi menyusul Keyla.


"Kau mencari siapa?" Alvin menatap Keyla yang seperti sedang mencari-cari.


"Kayla, siapa lagi!"


"Kau kan bisa telepon dia," saran Alvin.


Keyla segera menghubungi Kayla dengan ponselnya namun beberapa kali Ia tidak mengangkat teleponnya membuatnya semakin cemas.


"Alvin elo pulang lah, gue akan mencari Kayla!" perintah Keyla.


"Aku akan ikut denganmu." Alvin menahan pergelangan tangan Keyla.


"Mobilmu bagaimana?"


"Biar Asistenku yang mengambilnya nanti."


Keduanya langsung masuk ke mobil melesat meninggalkan restoran itu.Saat di perjalanan Keyla terus berpikir kemana Kayla pergi , mungkinkah Ia bersama Bunda.Saat Kayla menghilang, Bundanya juga sudah tidak ada.


"Alvin kita pulang ke rumah gue," ucap Keyla tiba-tiba.


"Kau mencari Kayla di rumahmu?" Alvin menatap aneh.


"Sudah jangan banyak bertanya, lakukan saja!" tegas Keyla.


Alvin pun mengangguk dengan perintah Keyla.Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi.Setelah mobil terparkir di halaman rumahnya, Keyla bergegas turun.Mobil Bundanya terlihat sudah terparkir di tempatnya.Keyla langsung masuk ke rumahnya namun tampak sepi menandakan Kayla tidak bersama Bundanya.


"Kemana kau, Kay?" gumam Keyla.