Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 34. Momen Haru ( Jeni )



Flash Back On


Jeni yang sempat mengira Kayla adalah Kayla sempat ingin menegur namun karena rambut mereka berbeda membuat Jeni menatap lebih dekat.Keyla yang mencari keberadaan Bundanya, langsung menghampiri dan memeluk Kayla karena ingin menunjukkan wajahnya dengan Kayla yang mirip pada Bundanya.Keduanya malah menjadi pusat perhatian.


Disaat itu pula Jeni yakin wanita yang mirip Keyla adalah kembarannya, Kayla.Air matanya langsung menitik membuatnya langsung berlari keluar.Setelah puluhan tahun tidak bertemu akhirnya Jeni bisa melihat putri yang begitu dirindukannya, Ia ingin sekali memeluk Kayla namun tubuhnya bergetar hebat dengan semua yang dilakukannya selama ini.Bunda yang egois yang tidak pantas disebut dengan Bunda karena tidak pernah mau tahu atau mencari tahu kabarnya.


Flash Back Off


Dua puluh menit berlalu namun duo K itu tidak kunjung kembali membuat Alvin sedikit cemas sementara Jeni memilih meninggalkan tempat itu.


Di tempat lain tepatnya di sebuah Restoran, Keyla dan Kayla saling bertatapan.Kayla menatap sengit sedang Keyla terlihat santai ditatap seperti itu oleh Kayla.


Kecantikan pasangan kembar itu berhasil membuat perhatian orang-orang disekitarnya tertuju pada mereka namun mereka tidak ambil pusing.


"Apa mau elo?" Kayla bertanya dengan tatapan yang masih sama.


"Gue ma elo sadar, kita ini kembar tidak ada alasan lagi untuk melarang gue bertemu Ayah!" tegas Keyla.


Saat itu Kayla membalas ketegasan Keyla dengan senyum ketusnya. "Elo memang luar biasa!" Bertepuk tangan.


"Harusnya elo itu jadi artis karena elo sangat-sangat bertalenta tapi gue bukan orang bego!" Senyum itu pun berubah menjadi tatapan tajam penuh kebencian.


Mendengar ucapan itu Keyla hanya bisa menghela napas karena apapun yang dikatakannya tidak berguna, saudara kembarnya itu tetap saja tidak mempercayainya.Ketegangan keduanya membuat perhatian orang disekitarnya kembali terfokus pada mereka.


"Terserah mau loe percaya atau tidak yang jelas gue bakal buktiin ke elo, semua yang gue ucapkan itu sebuah kebenaran!" tegas Keyla.


Drt ... drt ... drt


Ponsel Keyla bergetar membuat fokusnya langsung tertuju pada ponsel yang berada di tasnya.Keyla langsung merogoh tasnya, mengambil ponselnya.Namun Ia langsung mematikan ponselnya, ia kembali fokus ke Kayla yang masih menatap sengit ke arahnya.


"Sekarang terserah mau loe percaya atau tidak tapi gue mohon jangan katakan apapun sama Ayah, karena gue nggak mau rencana-"


"Halah, bulshit dengan semua itu!" potong Kayla.Bangkit dari duduknya melangkah pergi.


Keyla menggebrak meja di depannya membuat perhatian orang disekitarnya kembali berfokus padanya.Di detik kemudian Keyla segera menyusul Kayla karena waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, Ia tidak tega membiarkan Kayla pulang seorang diri.


"Lepas!" Kayla berusaha menepis tangan Keyla namun bukannya Keyla melainkan Alvin.


"Gue antar loe balik, sudah malam."Alvin menarik paksa tangan Kayla masuk ke dalam mobil.Keyla yang memperhatikan dari kejauhan merasa lega karena Kayla di tangan orang yang aman namun perasaan lain muncul.Entah mengapa saat Alvin memegang dan menarik tangan Kayla, Ia merasa sakit seperti tidak rela Alvin memegang tangan wanita lain meski itu saudaranya sendiri.


"Kau kenapa Keyla, bukannya itu yang elo inginkan," gumamnya.Tangannya memukul dadanya yang terasa sesak.


Cukup lama Keyla tertegun dengan apa yang dilihatnya hingga akhirnya mobil Alvin melaju pergi meninggalkannya.


Keyla yang tersadar meninggalkan Bundanya di acara pesta tadi langsung menghubungi Bundanya, ternyata Bundanya sudah berada dirumah membuatnya langsung memacu mobilnya pulang.


.


"Dimana Bunda, Bik?" tanya Keyla saat sudah berada dirumahnya pada Art-nya yang membukakan pintu.


"Nyonya di kamar, Nona," jawab Art-nya.


***


Beberapa hari berlalu.


Sejak kejadian beberapa hari lalu Keyla belum juga punya kesempatan untuk menanyakan perihal kejadian saat di pesta, Bundanya itu sangat sibuk.Ia juga menjaga jarak dengan saudara kembarnya itu, Ia tidak ingin kembarannya itu semakin marah dan berpikir semua tuduhannya benar.


Disela-sela pekerjaan Keyla berpikir bagaimana caranya untuk membuat Kayla percaya sedangkan hasil tes DNA yang jelas-jelas dari rumah sakit tidak mampu membuatnya percaya.


"Elo pikir gue wanita seperti apa, sampai melakukan hal keji seperti itu," gumamnya.Ia tidak habis pikir dengan tuduhan saudara kembarnya yang menuduhnya menyukai Ayahnya sendiri, tentu saja Ia memang menyukai Ayahnya namun rasa sayangnya adalah rasa sayang seorang putri kepada Ayahnya.


Sejak kecil Keyla bahkan tidak mengenal Ayahnya dan saat tahu siapa Ayahnya tentu saja ingin mencurahkan segala kasih sayangnya begitu pun sebaliknya.


Keyla bergegas menuju ruangan Bundanya untuk menanyakan hal itu langsung namun saat hendak masuk ditahan Antoni. "Nyonya sedang bersama Tuan besar, Nona."


"Aku mau masuk," pekik Keyla memaksa ingin masuk namun tiba-tiba pintu itu dibuka dari dalam.Pria tua yang tak lain Kakek Keyla keluar dari ruangan itu.Antoni langsung mengekor dibelakang pria tua itu sementara Keyla masuk ke ruangan Bundanya.Terlihat Bundanya menyeka air mata yang menitik ke pipinya.Perlahan Keyla mendekat ke Bundanya yang masih duduk di sofa namun saat Ia sudah duduk, Jeni bangkit berpindah ke kursi kebesarannya.


"Bunda, kenapa?" Keyla yang merasa ada yang aneh dengan Bundanya memberanikan diri untuk bertanya.


"Bunda baik- baik saja, kau kembali lah bekerja!" tegas Jeni tanpa menatap ke arahnya.


Keyla pun mengangguk karena Bundanya itu sepertinya tidak ingin diganggu olehnya.Keyla melangkah pergi meninggalkan ruangan Bundanya itu dengan pikiran yang berkecamuk.Sering sekali saat Bundanya itu berbicara dengan Kakeknya selalu berakhir dengan air mata Bundanya.


"Mungkinkah?" gumam Keyla.Ia kembali mengingat ucapan teman Bundanya yang mengatakan, Kakeknya selalu menjadi penghalang Ayah dan Bundanya bersatu.


"Aku harus menemui Tante Devi lagi untuk menanyakan lebih lanjut, aku pasti bisa memecahkan masalah ini," gumamnya lagi.


.


.


Sepulang kerja Keyla bergegas ke rumah Devi, sebelum pergi Keyla sudah menghubungi sahabat Bundanya itu lebih dulu.Keyla melajukan mobilnya membelah jalanan di sore menjelang malam itu.Tiga puluh menit akhirnya Keyla sampai disebuah rumah bercat putih yang lumayan mewah namun tidak lebih mewah dari rumahnya.


Tok ... tok


Keyla mengetuk pintu tidak berapa lama pintu pun terbuka.Entah kebetulan atau bagaimana, Arka yang membuka pintu rumah itu.


"Keyla." Arka terbelalak dengan kehadiran Keyla yang sama sekali tidak disangka-sangka.


"Ngapain loe disini?" Keyla pun ikut terbelalak karena pertemuan dengan sahabat SMA-nya yang tidak disengaja.


"Siapa, Ka?" Devi yang menuju daun pintu melihat kedatangan Keyla.


"Oh Keyla, masuk." Devi menarik tangan Keyla masuk ke dalam rumahnya sementara Arka masih terbelalak dengan apa yang dilihatnya.


Kau akan tetap berdiri disitu, Ka?" pekik Devi dengan sikap aneh putranya itu.


Arka pun ikut duduk bersama Bunda dan Keyla."Bunda kenal Keyla?"


"Tentu saja Keyla ini anak dari teman Bunda," jelas Devi tersenyum menatap Keyla.