Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 33. Bagai Pinang Dibelah Dua



Keyla yang ditatap cukup lama oleh Alvin merasa tidak nyaman."Kenapa elo terus menatap gue," keluh Keyla.


"Sebaiknya kita kembali ke kantor." timpal Keyla bangkit dari duduknya.


"Duduklah dulu, aku mau mengatakan sesuatu!" Alvin menahan pergelangan tangan Keyla membuatnya Keyla kembali duduk karena saat itu Alvin terlihat serius dengan perkataannya.


"Ada apa?"


"Mengenai ucapanku kemarin, aku serius."


"Ucapan yang mana?" Keyla tidak mengerti arah pembicaraan pria di depannya itu.


"Mengenai pernikahan kita, gue mau-"


"Alvin kenapa loe buru-buru sih, gue belum siap.Lagian kita masih muda buat apa buru-buru?" keluh Keyla dengan rencana Alvin.


Baru beberapa bulan mereka saling mengenal dan bahkan Keyla sendiri masih bingung dengan perasaannya.Disisi lain Ia ingin Kayla yang menjadi pasangan Alvin karena saudara kembarnya itu sudah cukup menderita serta Ia lah yang lebih dulu mencintai Alvin bahkan jauh lama sebelum ada dirinya di hidup pria itu.Takdir memang aneh menyatukan keduanya dengan jalan perjodohan.


"Beri gue waktu sebentar lagi, agar kita juga saling mengenal lebih dekat," kilah Keyla.


"Baiklah kalau itu mau elo." Alvin sedikit kecewa namun Ia tahu penolakan Keyla juga ada benarnya.Pernikahan itu bukan main-main, jangan sampai suatu saat ada penyesalan di hati masing-masing.


.


.


Alvin bergegas pergi menjemput Kayla untuk acara malam ini.Acara ulang tahun Rekan bisnisnya, Ia mengajak Kayla karena Keyla sendiri harus menghadiri acara itu bersama Bundanya.Tentu saja mereka akan bertemu di acara itu.


Kayla meminta izin pada Ayahnya saat mobil Alvin sudah berada di depan rumahnya.


"Alvin, jangan pulang larut malam!" Arman memperingatkan, menatap pria yang berdiri di samping mobilnya itu.


"Siap, Om."


Alvin masuk ke dalam mobilnya sementara Kayla sudah masuk lebih dulu.Mobil pun melaju meninggalkan tempat itu.


"Kau tampak cantik dengan dress itu," puji Alvin melirik Kayla sekilas.Dress berwarna merah setinggi lutut itu begitu sempurna membalut tubuh Kayla.


"Terima kasih atas dress-nya."


"Sama-sama."


Sebelum kembali ke kantor tadi siang, Alvin meminta izin pada Keyla untuk pergi bersama Kayla.Keyla terpikir kan ide, acara nanti malam akan menjadi momen penting antara Bunda juga Kayla.Ia pun menyarankan Alvin untuk membelikan baju untuk Kayla yang tanpa di sadari Alvin, Ia merencanakan sesuatu dengan sarannya itu.Dress yang dipakai Kayla adalah pilihan Keyla, namun Ia melarang Alvin mengatakan hal itu pada Kayla karena jelas jika tahu Ia yang memilih dress itu Kayla tidak akan mau memakainya.


Malam ini akan menjadi malam bersejarah antara Jeni dan Kayla karena untuk pertama kali mereka akan bertemu sehingga Keyla merancang pertemuan ini sebaik mungkin.


Alvin melangkah berdampingan dengan Kayla menuju ballroom hotel tempat acara di gelar.Ballroom itu sudah dipenuhi tamu undangan.


"Selamat datang Pak Alvin, Nona-"


"Kayla," sahut Keyla cepat.


Rekan bisnis Alvin itu menyambutnya dengan senyuman, menjabat tangan Alvin juga Kayla.


"Selamat ulang tahun semoga ke depannya semakin sukses." Alvin kembali menjabat tangan Rekan bisnisnya itu menyampaikan ucapan selamat.


Ketiganya tersenyum.


"Silahkan nikmati acaranya."


Alvin terlihat celingak-celinguk mencari membuat Kayla merasa aneh dengan sikapnya. "Anda sedang mencari seseorang Pak?"


Dari arah pintu terlihat wanita yang sedang dicarinya namun siapa sangka baju yang dikenakan Keyla sama persis dengan Kayla.Setahu Alvin Ia hanya membeli satu untuk Kayla.


"Kau tunggu disini!" tegas Alvin.Kayla yang tidak menyadari kedatangan Keyla menunggu Alvin dengan berbincang dengan seorang wanita yang juga seorang sekertaris yang mendampingi atasannya seperti dirinya.


Sementara Alvin langsung menarik paksa tangan Keyla keluar dari ruangan itu, Jeni yang menatap sikap arogan Alvin hanya menggeleng namun Ia senang keduanya semakin akrab.


Keyla menepis tangan Alvin saat sudah berada di luar ruangan acara itu.


"Kau, kenapa memakai dress yang sama dengan Kayla?" Alvin menunjuk dress yang melekat ditubuh Keyla.


"Kenapa bukannya ini cantik?" Keyla menjawab santai padahal saat itu Alvin terlihat serius.Jika sampai Kayla tahu Ia membelikan baju yang sama dengan Keyla, bagaimana reaksinya, pasti Kayla akan sangat marah, pikir Alvin.


"Aku yang akan menjelaskan, tenang saja." Keyla kembali masuk kedalam namun baru beberapa langkah tangannya ditahan.


"Sebaiknya kau ganti dress, kita pergi ke butik sekarang," tawar Alvin.


"Kau ini cerewet sekali, kau tidak tahu apa yang aku rencanakan aku memang sengaja!" Kata-kata terakhirnya Ia ucapkan dalam hatinya karena Ia tidak ingin Alvin mengetahui rencananya.


Alvin sebenarnya tidak bisa mengalihkan pandangannya walaupun sedikit cemas, malam ini wanitanya itu terlihat sangat cantik dan feminim dengan sepatu hak tinggi berwarna hitam serta anting membuat penampilannya seperti wanita pada umumnya ditambah riasan make up flawless-nya semakin menambah penampilannya paripurna.Keyla yang di kesehariannya berpenampilan tomboi tentu sangat luar biasa dengan penampilannya saat ini bisa dibilang wanita jadi-jadian itu berubah menjadi wanita tulen yang sangat cantik.


Cantik, itulah yang dipikirkan Alvin mengenai calon istrinya itu."Kau cantik sekali, Key," Alvin berbisik di telinga Keyla namun hanya di balas Keyla dengan senyuman.


Saat itu Keyla harus bergegas mencari keberadaan Bundanya hingga tidak ada waktu untuk mengobrol.Keduanya sudah berada di ballroom.Keyla celingak-celinguk mencari keberadaan Bundanya, namun diluar dugaan saat itu Bundanya sudah sangat dekat dengan Kayla membuat Keyla tersenyum menyeringai.Keyla yang melangkah mendekati Kayla kembali ditahan Alvin.


"Jangan kesana!" bisik Alvin.


"Ah." Keyla menepis tangan Alvin.


Keyla langsung merangkul dan memeluk Kayla membuat semua orang langsung terfokus pada keduanya termasuk Jeni.Bagaimana tidak wajah yang bisa dibilang 99% mirip ditambah dress yang sama semakin menguatkan kemiripan keduanya.


Kayla langsung mendorong tubuh Keyla menjauhi tubuhnya. "Kenapa kau memakai dress yang sama denganku!" pekik Kayla.


Beberapa orang yang masih menatap mereka mengatakan keduanya kembar, mirip dan sebagainya.


"Kau dengar dan masih menyangkal kita tidak kembar?" bisik Keyla di telinga Kayla.


Alvin sendiri memilih menjauh karena takut reaksi Kayla yang pasti akan sangat marah.


Keyla melirik beberapa orang yang mulai kembali ke tempatnya masing-masing setelah beberapa menit memperhatikannya dan Kayla.


"Dimana Bunda?" gumam Keyla mencari keberadaan Bundanya yang entah kemana.Keyla hendak mencari keberadaan Bundanya namun tangannya ditahan Kayla yang menatap tajam padanya."Kau harus menjelaskan semua padaku!"


"Tentu, aku akan menjelaskan sejelas-jelasnya, mau sekarang?" Keyla malah begitu bersemangat dengan ketegasan Kayla.


Keduanya berlalu pergi meninggalkan ruangan itu sementara Alvin hanya menatap keduanya semakin menjauh.Seperti kebanyakan orang yang menatap kedua wanita itu mengatakan kembar, Alvin pun berpikir sama karena dress mereka yang sama semakin memperjelas kemiripan keduanya.Seperti pepatah bilang, Bagai pinang di belah dua itulah perumpamaan Keyla dan Kayla.


Keduanya melangkah pergi meninggalkan tempat itu sementara aksi keduanya ditatap wanita paruh baya yang saat semua orang fokus ke Keyla dan Kayla, Jeni memilih keluar dari ruangan itu.Air matanya menitik dengan tidak sopan hingga membuatnya harus segera keluar dari ruangan itu sebelum disadari kedua orang yang sengaja dihindarinya.