
Happy Reading 😊
Keyla melangkah semakin masuk dari arah yang berlawanan Soraya melangkah semakin mendekat.
"Sayang kau kesini, dimana suamimu?" Soraya cipika-cipiki lalu memeluk tubuh menantunya itu.
"Alvin dia sedang berbicara dengan Kak Kanaya dan menyuruhku untuk beristirahat di kamar Ma," jelas Keyla.
Soraya menatap cemas wajah menantunya itu, mengusapnya dengan lembut. "Kau sakit wajahmu pucat sekali Nak?"
"Keyla hanya tidak selera makan Ma."
"Ya sudah istirahat, Mama akan buat makanan yang membuatmu berselera makan." Soraya mengusap bahu Keyla lalu melangkah pergi.
Keyla membaringkan tubuhnya karena selain Ia masih mual kepalanya juga terasa pening.
"Sejauh apa wanita ****** itu berbuat, Alvin begitu sangat marah," gumam Keyla.
Seperti halnya Kanaya, Keyla juga tidak menyukai Kanaya. Namun bagaimanapun Ia tetap menyimpan perasaan tidak sukanya itu mengingat Kanaya adalah kakak kandung suaminya yang juga berarti kakak iparnya.
Ceklek.
Terdengar pintu kamar itu dibuka Yann menampakkan Alvin yang masuk kamar itu. Masih terlihat raut kemarahan dan kekecewaan di wajah pria itu yang ditangkap Keyla.
"Kau baik-baik saja?" cemas Keyla saat melihat Alvin duduk termenung begitu masuk.
"Hem," jawab Alvin dengan bergumam.
Alvin menggeleng karena bagaimanapun juga Ia tidak ingin nama kakaknya nyang sudah jelek semakin jelek di mata istrinya.
"Kak Nay sudah kembali ke Amerika," terang Alvin.
"Apa? Secepat itu, apa suaminya meminta segera kembali?"
Alvin menunduk lalu mendekat ke istrinya mengusap lembut wajah cantik Keyla. "Terima kasih karena mau bersamaku."
"Kau bicara apa, bukannya aku yang membuat masalah?" Keyla meraih tangan Alvin yang mengusap wajahnya, menggenggamnya erat.
Alvin menarik tubuh Keyla masuk ke dekapannya.
"Sungguh hidupku begitu sempurna memiliki istri yang baik, cantik dan sebentar lagi aku akan menjadi ayah." Alvin mengurai pelukannya, menampakkan senyum bahagia sembari mengusap perut Keyla yang masih rata.
"Apa jadi Keyla hamil. Pa sebentar lagi kita akan punya cucu?" Sergah Soraya. Menatap wajah suaminya dengan kebahagiaan yang baru saja di dengarnya.
"Kalian ini bisakah mengetuk pintu sebelum masuk!" Alvin menatap kesal papa dan mamanya yang semakin mendekat.
"Kau ini kenapa, kau lihat pintu terbuka jadi untuk apa Mama mengetuk pintu dan satu lagi kenapa kau terlihat tidak senang Mama dan papa mengetahui kehamilan istrimu?" telisik Soraya. Pasangan paruh baya itu menatap antusias alasan putranya membuat kening keduanya berkerut. Bagaimana tidak Alvin begitu kesal melihat keduanya yang tiba-tiba masuk.
"Sebenarnya Alvin hanya ingin Papa Mama memberi Alvin ... mm ... penghargaan."
"Dasar anak nakal, Mama pikir ada apa sampai membuat jantung Mama serasa mau copot!" Soraya menepuk bahu Alvin kesal meluapkan kekesalannya. Di detik selanjutnya memeluk tubuh Keyla lalu mengusap perutnya dengan lembut. Sungguh kebahagiaan yang selama beberapa bulan ditunggunya akhirnya terjawab sudah. Suara tangis bayi juga tawa serasa sudah berada di depan mata rasanya kebahagiaan ini sungguh lengkap sudah. Namun disisi lain Soraya juga Handoyo bersedih harus merelakan putri mereka pergi.
Handoyo sendiri yang meminta Kanaya pergi karena selain sudah membuat rumah tangga Alvin hampir berakhir ternyata selama ini pernikahannya adalah pernikahan kontrak. Kanaya sengaja membuat orang-orang percaya termasuk keluarganya jika dirinya sudah melupakan masa lalunya padahal sampai detik ini Ia belum bisa melupakan pria di masa lalunya.