Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 116. Kebetulan Atau Takdir?



Happy Reading 😊


Kayla memeluk tubuh Rizki dengan erat namun hal aneh terjadi karena entah mengapa Rizki berubah menjadi sebesar orang dewasa.


"Rizki." Kayla mengusap wajah Rizki tanpa membuka matanya. Lagi-lagi Ia merasa aneh membuat Kayla membuka matanya.


Hampir saja Kayla berteriak jika saja tidak segera menutup mulutnya. Kini wajah tampan Ricky berada tepat di depannya membuat Kayla tidak bisa mengalihkan pandangannya.


"Eh, apa yang aku lakukan," gumam Kayla. Ia bangkit perlahan namun tiba-tiba tubuhnya ditarik kembali ke tempatnya semula.


"Ricky apa yang kau lakukan, lepaskan!" Kayla meronta membuat Ricky langsung membuka matanya.


"Maaf aku-"


Tidak apa-apa," potong Kayla dengan cepat.


Ya, semua gara-gara twins yang membuatnya dan Ricky harus tidur seranjang dan paginya berakhir dengan saling memeluk.


"Twins awas kalian!" Kayla berdecak kesal mengingat kejadian barusan.


.


.


Sebelum berangkat ke kantor Kayla dan Ricky mengantar twins R pulang ke mansion Handoyo.


"Kalian kenapa pulang lebih cepat bukannya Mom bilang tinggal saja di rumah Aunty lebih lama." Keyla mengusap kedua wajah putranya bersamaan.


"Mbak mandiin mereka lalu ganti baju sekolah!" perintah Keyla pada dua pengasuh Twins.


"Baik Nyonya," ucap kedua pengasuh Twins serempak.


"Kenapa Kakak dan kakak ipar belum pergi?" Keyla merasa aneh keduanya masih berdiri menatapnya. Apalagi tatapan kesal bercampur aura kemarahan terlihat dari wajah kakaknya.


"Kau sini!" Kayla menarik tangan Keyla menjauh dari Ricky. Melihat sikap kakaknya, Keyla merasa sedang terancam.


"Kakak ipar tolong!" teriak Keyla dengan ekspresi dibuat-buat seolah sedang teraniaya.


Kayla yang semakin kesal mencubit pipi Keyla.


"Kakak," rengek Keyla.


Saat itu Alvin tampak mengajak Ricky melangkah pergi mengabaikan kedua saudara kembar itu.


"Kau ini sengaja mengirim Twins ke rumah, kau ini pasti sudah gila bagaimana bisa anaj sekecil itu tahu tentang masalah membuat adik!" Kayla meluapkan emosinya. Ia benar-benar tidak habis pikir darimana twins R tahu masalah itu jika bukan dari mulut bar-bar mommynya.


"Kakak pasti terganggu ya, kalau begitu setiap hari aku akan mengirim Twins kesana." Mendengar kakaknya emosi karena twins membuat Keyla semakin bersemangat untuk membuat kakaknya marah.


"Keyla!" Kayla mengeram dengan tatapan mendelik ke arah Keyla.


"Iya iya maaf Kakak."


Setelah pembicaraan keduanya selesai Kayla dan Keyla melangkah menuju Ricky dan Alvin. Dua pria itu juga tampak berbicara serius membuat duo K hanya saling menatap.


"Tidak ada hanya obrolan sesama pria." Ricky merangkul bahu Alvin dengan ekspresi senyum keduanya yang dibuat.


"Mencurigakan," batin Keyla dan Kayla.


Setelah selesai dengan urusan di mansion itu Kayla dan Ricky menuju kantor.


.


.


Matahari mulai masuk ke peraduannya. Langit yang tadinya cerah berubah gelap menandakan waktu memasuki malam.


Kayla menatap wajah Ricky sekilas. Pria itu masih sibuk dengan pekerjaannya tidak menyadari waktu telah berganti gelap.


Ricky yang sejak tadi ditatap Kayla balik menatap membuat Kayla langsung mengalihkan perhatiannya.


Ricky melihat jam di ponselnya setelah itu merapikan pekerjaannya lalu melangkah menuju Kayla yang sedang sibuk memainkan gawainya.


"Ibu-"


"Ricky jangan memanggilku Ibu ketika kita berdua, aku tidak suka panggilan itu," potong Kayla.


"Maaf. Kayla aku akan mengantarmu pulang," ucap Ricky.


Kayla tertegun dengan ucapan Ricky yang mengatakan akan mengantar pulang itu menandakan Ia tidak akan pulang ke rumahnya.


"Apa dia mau pulang ke rumah orang tuanya?" gumam Kayla.


"Kau mau pulang ke rumah orang tuamu?" telisik Kayla.


"Aku akan kembali ke kantor karena berkas untuk mengakuisisi perusahan x harus segera aku lengkapi," jelas Ricky.


Besok adalah hari yang cukup mendebarkan bagi Kayla karena perusahaannya akan mengakuisisi perusahaan saingannya. Ricky harus lembur malam ini demi membuat rencananya itu berhasil.


"Aku akan sendirian jika pulang, aku akan disini menunggumu." Kukuh Kayla dengan keinginannya. Ya sejak kedua orang tuanya pergi ke Singapura, Kayla dirumah seorang diri hanya bersama art. Entah kebetulan atau takdir, Ricky datang disaat yang tepat.


"Tapi," protes Ricky.


Di detik berikutnya tubuh Ricky sudah di dorong Kayla kembali ke meja kerjanya. Tidak hanya menunggu Kayla bahkan membantu pekerjaan Ricky membuat pekerjaan Ricky lebih cepat selesai.


Ricky berdecak senang membereskan berkas-berkas yang berserakan di mejanya setelah selesai Ia beranjak dari duduknya.


"Ayo!" Ricky menatap ke arah Kayla namun gadis itu malah tertidur dengan posisi masih duduk. Ricky hendak membangunkan namun Ia tidak tega melihat betapa lelapnya Kayla.


Ricky mengangkat tubuh Kayla ke ruangan istirahat khusus CEO. Dibaringkannya tubuh Kayla. Saat rambut Kayla menutupi sebagian wajahnya Ia berusaha menyingkirkan.


Wajah cantik yang selalu memikat hati pria manapun itu kini tepat di depannya membuat gejolaknya naik.


Ricky menghela nafas dengan keadaannya saat ini karena belum saatnya. Ricky beranjak dari tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya di sofa di luar ruangan itu.