
"Bunda sebenarnya-"
"Kau tidak tahu malu! ditawari menikah tidak mau lalu apa maksudnya bermalam bersama Alvin?" pekik Jeni penuh emosi.
"Walaupun Bunda merestui hubungan kalian bukan berarti kau bisa seenaknya!" timpalnya masih dengan emosi yang sama.
Keyla malah terlihat terharu dengan kemarahan yang di perlihatkan Bundanya. Selama ini Keyla berpikir, Bundanya itu sama sekali tidak peduli dengannya namun nyatanya semua salah. Kemarahan yang merupakan bentuk dari kasih sayang itu membuat Keyla senang.
"Bunda." Keyla langsung memeluk Bundanya erat membuat Jeni malah bingung karena kemarahannya ditanggapi lain oleh putrinya itu.
"Keyla tahu Bunda sangat menyayangi Keyla," ucap Keyla yang masih memeluk Bundanya.
"Kau ini, Bunda sangat marah kau malah ...." Jeni tidak sanggup meneruskan kata-katanya. Emosinya pun mereda dengan sendirinya dengan tingkah absurd dari putrinya.
"Sudah lama Keyla tidak dipeluk atau memeluk Bunda seperti ini?" ungkap Keyla.
Deg
Seakan mendapat tamparan yang cukup keras, Jeni sadar selama ini Ia selalu sibuk dengan pekerjaannya hingga melupakan Keyla adalah kehidupannya yang terabaikan.
"Maafkan Bunda, sayang." Jeni membelai lembut kepala Keyla yang menyender di dadanya.
***
Sepulang kerja Keyla bergegas pergi ke rumah sakit. Ia ingin melihat keadaan Ayahnya setelah seharian di tinggalkannya untuk bekerja. Kayla juga tidak menelepon seharian ini menandakan Ayahnya belum sadar juga.
Kedua saudara kembar itu duduk bersama di luar ruangan ICU. Kayla terlihat sedih membuat Keyla merasa aneh.
"Aku takut Ayah kenapa- napa Key," ucap Kayla dengan mulut yang bergetar.
"Elo tidak boleh berpikiran buruk, Ayah pasti bangun dan Ayah harus bangun! Jika ayah tidak bangun lalu siapa yang akan menjelaskan keadaan kita sekarang?" ucap Keyla.Ia langsung memeluk Kayla yang merasa frustasi dengan keadaan Ayah mereka.
Arman mengalami luka di bagian kepala. Saat Arman ingin menyeberang, tiba-tiba mobil melaju dengan kecepatan tinggi menabrak tubuh Arman tanpa bisa menghindar lalu kabur begitu saja.
"Kau dengar sendiri penjelasan Dokter, Kemungkinan hidup Ayah hanya lima puluh persen dan jika sadar pun Ayah akan mengalami amnesia." Kayla mengurai pelukannya.
"Elo percaya kan Ayah kita kuat, jadi kita harus yakin Ayah akan segera sadar," ucap Keyla penuh keyakinan membuat Kayla sedikit lega namun belum sepenuhnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada keluarga kita Key, sejak kapan kau mengetahui semuanya?"
"Gue cari tahu setelah gue menyadari elo adalah saudara kembar gue.Sebenarnya Ayah dan Bunda, mereka menikah tanpa restu Kakek. Menurut Kakek, Ayah pria miskin yang tidak sebanding dengan Bunda yang merupakan pewaris Brawijaya Group.Pada akhirnya karena cinta Ayah dan Bunda begitu kuat mereka memutuskan untuk kawin lari namun setelah memiliki kita berdua Kakek memaksa Bunda berpisah dengan Ayah dengan ancaman akan terus membuat keluarga kita tidak bahagia ...." Keyla menitikkan air mata saat menceritakannya. Ia menyeka air matanya namun tetap saja menitikkan tanpa sopan. Kayla berusaha menguatkan saudara kembarnya itu dengan mengusap bahu Keyla.
"Hingga akhirnya karena terus-menerus hidup dalam bayang-bayang Kakek karena Kakek melakukan segala cara dari Ayah yang tiba-tiba di pecat dari pekerjaan juga Ayah yang tiba-tiba dipukuli preman membuat Bunda memutuskan meninggalkan Ayah karena Bunda tahu semua adalah ulah Kakek," jelas Keyla.
"Kenapa Bunda hanya membawa kau bukan kita berdua?"
"Bunda membawaku karena waktu itu aku yang lebih kurus daripada elo jadi Bunda berpikir akan terus bisa menyusuiku."
"Karena Kakek hanya mengizinkan membawa salah satu diantara kita, Bunda berpikir itu hal yang baik karena elo akan menjadi pelipur kesedihan Ayah sepeninggalan Bunda," imbuh Keyla.
Mendengar penjelasan Keyla, Kayla pun ikut menitikkan air matanya. Hidup mereka seakan dipermainkan oleh satu orang yang sangat berkuasa hingga selama bertahun-tahun hidup terpisah juga kesedihan Ayahnya yang hanya dipendam selama puluhan tahun.
"Lalu apa rencanamu?" Kayla menatap Keyla.
Keyla menggeleng. Ia akan menunggu sampai Ayahnya sadar.
"Ayah aku tahu Ayah sangat lelah selama ini Ayah hidup dengan rahasia besar yang Ayah sendiri tidak mampu mengungkapnya tapi Key tahu Ayah melakukan semua demi kebaikan kita." Air mata Keyla menitik dengan ucapannya.
"Key janji akan menyatukan Ayah dan Bunda, Aku dan Kayla kita berdua yang akan membawa Ayah ke tempat dimana Ayah seharusnya tapi Ayah harus bangun.Tunjukan pada kita Ayah pria yang kuat," sambung Keyla dengan derai air mata begitu juga Kayla. Keduanya memeluk Arman. Air mata Arman merembes keluar walaupun saat itu matanya terpejam.
Alvin yang menatap keduanya semakin yakin akan dugaannya.
Kayla yang menyadari Alvin menunggu di luar langsung memberi tahu Keyla membuat Keyla langsung keluar dari ruang ICU itu.
"Elo tahu gue disini?" Keyla duduk di samping Alvin yang terus saja menatanya tanpa mengalihkan pandangannya.
"Bukannya tadi pagi kamu bilang akan kesini," jelas Alvin.
Keduanya terdiam sesaat melayang ke pikiran masing-masing.
"Key, apa benar Kayla saudara kembarmu?" tanya Alvin tiba-tiba setelah cukup lama terdiam.
"Siapa kembar, mana mungkin," kilah Keyla menutupi semua.
"Lalu semua yang aku lihat dari kemarin lalu kedekatanmu dengan Kayla yang terbilang aneh karena sebelumnya bukannya kalian bermusuhan."
"Itu karena ...." Keyla tidak meneruskan ucapannya karena saat itu Ia melihat sosok Kakeknya dari kejauhan.
"Kakek," lirihnya.
Keyla langsung melangkah mendekati kakeknya yang sudah melangkah pergi.
"Key tunggu!" pekik Alvin mengejar Keyla yang berlari namun Ia tidak menemukan wanitanya. Keyla seperti lenyap begitu saja dari tempat itu.
"Keyla. Keyla, pekik Alvin menatap ke segala arah mencari keberadaan Keyla.
.
Keyla sudah berada di mobil bersama Kakeknya.Oengawal Kakeknya menarik paksa menuju mobi. Setelah Keyla naik mobil melaju meninggalkan tempat itu.
"Kau sudah melangkah terlalu jauh," ucap Kakek Keyla bernama Hendra.Matanya menghujam ke arah cucunya itu.
Keyla sudah menduga kakeknya itu tahu segalanya. Semua yang menyangkut kehidupan Keyla dan Jeni ada dibawah pengawasan Hendra.
"Hentikan semua jika kau ingin Ayah pecundang serta putrinya itu selamat!" tegas Hendra bernada ancaman.
"Jangan-jangan Kakek yang mencelakai Ayahku, Kakek kau kejam!" Keyla hendak memukul Kakeknya namun tangan sigap Hendra langsung menahannya.
"Jika kau bersikeras dengan keinginanmu, Kakek pastikan pecundang itu mati!" Kembali Hendra mengancam Keyla sampai tidak bisa mengatakan apapun untuk membantahnya.
Air mata Keyla bercucuran dengan kekejaman dari Kakeknya.
Sesaat Ia menemukan kebahagiaannya dengan kebersamaanya dengan saudara kembarnya namun kini Ia harus mengubur angannya dalam-dalam untuk menyatukan keluarganya.Rasanya semua sia- sia perjuangannya dengan keadaan sekarang yang berbanding terbalik.
Hendra manusia berdarah dingin itu tidak akan membiarkan Keyla mendekati Arman juga saudara kembarnya Kayla karena jika itu dilakukan Keyla nyawa Arman dan Kayla dalam bahaya.
Seperti Keyla, Jeni pun melakukan semua kekejaman yang dianggap orang lain tidak manusiawi karena meninggalkan Kayla yang masih berumur sebulan adalah bentuk Jeni melindungi kedua orang yang dicintainya.