
Mendengar cercaan dari Kanaya, Keyla mengepal erat saat itu sebenarnya Ia sangat ingin mengumpat wanita itu habis-habisan namun Ia sadar perbuatannya itu hanya akan membuatnya di maki Bundanya saat mengetahui semua.
"Kakak, aku tidak mengerti kenapa Kakak bicara seperti itu tapi-"
"Kakak kau keterlaluan!" potong Alvin dari kejauhan.Sedari tadi Pria itu mendengar cercaan yang dilontarkan Kakaknya pada Keyla.
"Sudah Alvin, gue nggak pa pa." Keyla mencoba meredakan emosi Alvin tapi berbanding terbalik saat itu hatinya bersorak gembira karena idenya untuk membuat Kanaya malu dengan ulahnya sendiri berhasil.
"Kau keterlaluan Kanaya!" bentak Handoyo tiba-tiba tanpa mereka sadari Handoyo dan Soraya juga memperhatikan Keyla dan Kanaya sejak tadi.Kanaya pun melangkah pergi disusul Soraya sementara Handoyo mendekati Keyla.
"Maafkan Kanaya, Nak Keyla.Ia sebenarnya tidak bermaksud seperti itu." Handoyo tersenyum berharap Keyla tidak terpengaruh dengan ucapan Kanaya yang keterlaluan.
"Keyla tidak apa-apa Om, Keyla sadar tidak pantas mendampingi Alvin." Keyla menunduk dengan ucapannya.
Handoyo semakin yakin gadis di depannya ini adalah pilihan terbaik untuk Alvin.Sikap rendah hatinya, Ia sangat suka karena biasanya gadis seusianya sangat menyombongkan diri.
Batin Keyla senang. "Seharusnya gue ikut casting sinetron dengan akting gue yang mumpuni," gumam Keyla.
"Alvin, ayo kita cepat pergi nanti castingnya telat." Keyla bangkit dari duduknya namun Alvin juga Papa Alvin menatap tajam ke arahnya.
"Ups." Lagi Keyla menepuk mulutnya yang entah kenapa pagi ini tetap bar-bar tidak jelas.
"Maaf Om maksud Keyla, telat ke kantor.Gara-gara Keyla lihat sinetron semalam, Keyla malah mimpi ikut casting sinetron," jelas Keyla.
Alvin menahan tawa dengan penjelasan Keyla sementara Handoyo hanya menggeleng dengan kelakuan absurd calon menantunya.
"Pergi lah."
Keyla mencium tangan Handoyo diikuti Alvin.Satu hal positif dari kedekatan keduanya, Alvin yang tidak pernah mencium tangannya kini mengikuti jejak calon istrinya.
Keduanya melangkah pergi setelah berpamitan.Keyla yang sudah duduk di mobil kembali menepuk bibirnya.Ia cukup kesal karena bibirnya terus berbicara tanpa disuruh mengatakan hal-hal yang bisa merusak harinya.
Alvin yang melihat tingkah Keyla menahan tangan Keyla.
"Kau jangan menyakiti asetmu yang begitu berharga bagiku."
Bibir Keyla menjadi candu untuk Alvin meski Keyla sangat pelit jika ingin mengecupnya namun tetap saja bibir Keyla adalah sesuatu yang manis yang tidak ada yang boleh menyakitinya walaupun tangan Keyla sendiri.
Entah sejak kapan pria kutub ini menjadi pria Mali karena semakin lama sikap dinginnya itu berubah menjadi sikap panas yang setiap hari membakar hatinya hingga semakin menghangat dan lama-lama gosong 😅.
"Cih, gombal." Keyla menertawakan sikap Alvin yang diluar dugaannya.
"Kau mau ke stasiun televisi atau mau ke kantor?" tanya Alvin sebelum mobilnya melaju.
"Stasiun tivi?" Keyla menatap bingung.
"Bukannya tadi kau bilang mau ikut casting?" tawar Alvin.
"Elo pengen gue jadi pemain figuran, pembantu gitu," celoteh Keyla kesal.
Alvin semakin tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Keyla jika benar jadi seorang pemain figuran seperti yang disebutnya tadi.Ia bahkan tersenyum sendiri membayangkan saat di perjalanan.Keyla sendiri lebih memilih menatap jendela daripada terus berdebat dengan Alvin.
Dua puluh menit Alvin dan Keyla tiba di kantor Brawijaya Group.Alvin menahan tangan Keyla saat hendak turun.
"Kau ikut saja ke kantorku!" Alvin menggenggam erat tangan Keyla.Ia tidak bisa membayangkan sepinya hidupnya tanpa Keyla hingga ingin Keyla tetap bersamanya dua puluh empat jam.
"Bagaimana kalau kau jadi Asisten pribadiku saja," tawar Alvin dengan tatapan menyeringai.
"Cih asisten pribadi, di kantor ini gue bos-nya." Keyla menunjuk kantornya.
Alvin langsung mentoyor kepala Keyla dengan tawaran gilanya."Sehari kamu jadi CEO, bangkrut perusahaan ku!"
"Ya sudah." Keyla hendak turun namun Alvin menarik tangan Keyla hingga jatuh ke dadanya.Keduanya bertatapan membuat Alvin ******* bibir Keyla sekilas namun Keyla segera mengakhirinya.Ia tidak ingin dilihat pegawai yang lalu lalang walaupun saat itu berada di dalam mobil dengan kaca hitam yang tidak mungkin terlihat dari luar.
"Aku jemput nanti sore," ucap Alvin sebelum akhirnya Keyla benar-benar turun dari mobilnya.
.
Keyla melangkah masuk ke ruangannya namun senyumnya yang terus merekah berhasil membuat perhatian Kinara tertuju padanya.
"Woi sadar Ibu Keyla, masih pagi.Elo masih muda jangan gila dulu Napa, kawin dulu kek," celoteh Kinara.
Ucapan bar-bar Kinara langsung di respon Keyla dengan mentoyor Kepalanya."Elo sumpahin gue gila!"
Kinara cekikikan dengan ucapannya yang terlewat.Bagaimana tidak hari masih pagi namun sahabatnya itu sudah bertingkah aneh dengan senyum-senyum sendiri.
Keyla kembali tersenyum setelah sebelumnya menampakkan wajah kesal padanya.
"Tuh kan, kenapa elo?"
"Gue jatuh cinta Ra dengan pangeran Mali itu," ungkap Keyla dengan wajah berbinar-binar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Kinara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Kemarin Ia bilang menyukai pangeran Kutub dan sekarang bilang jatuh cinta sama pangeran Mali.
"Pangeran Mali siapa, pria tidak beruntung mana lagi nih yang kena sial disukai sama elo?" Kinara menatap sahabatnya antusias.Namun lagi-lagi kepalanya ditoyor oleh Keyla.
"Lama-lama gue sumpal mulut elo sama burger!" ancam Keyla.
"Mau dong mau." Kinara bergelayut di bahu sahabatnya membuatnya kembali ditoyor.
"Keyla, lama-lama kepala gue bisa kopyor." Kinara menjauh beberapa langkah dari Keyla.
Keduanya kini duduk berhadapan Keyla duduk di kursi kebesarannya sementara Kinara duduk di depannya.
"Pangeran Mali siapa sih, Mali nama negara, kan? Bukannya itu negara bagian Afrika yang orang-orangnya hitam kayak orang negro.Berarti pria yang elo sukai kayak orang negro?" Kinara memberondong beberapa pertanyaan sekaligus.
Karena Kinara menjauh Keyla akhirnya memukul-mukul kepalanya sendiri dengan pertanyaan konyol Kinara.
"Serius Ra,gue pusing!" keluh Keyla.
"Sama, elo ngomong yang bener.Gue kan bingung."
Keyla menghela nafasnya seharusnya Ia tidak menggunakan bahasa planet mars untuk berbicara dengan Kinara.Jangankan bahasa planet bahasa Indonesia saja Ia masih bingung.
"Elo tahu negara Mali itu negara paling panas di dunia.Pangeran Kutub itu entah sejak kapan berubah menjadi panas, sepanas negara itu," jelas Keyla.
"Sampai disini elo paham?" timpal Keyla.
"Enggak." Kinara menggeleng.
"Haduh." Keyla kembali memukul kepalanya sendiri juga menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.
"Intinya pangeran Kutub itu berubah menjadi pria manis, Ia sangat manis sampai gue kecanduan," jelas Keyla.
"Kecanduan apa elo?"
Keyla bangkit dari duduknya langsung membungkam mulut Kinara.Menarik tubuhnya keluar dari ruangannya.