Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 7 Siapa Dia?



Beberapa hari kemudian


Kedua wanita itu berpelukan sangat erat membuat Antoni hanya bisa menggelengkan kepalanya.Nonanya saja sudah membuatnya cukup pusing ditambah kehadiran Kinara.Setelah permintaan Nonanya beberapa hari lalu, Antoni segera memproses Kinara menjadi sekertaris.


Cukup lama Keyla dan Kinara heboh dengan pertemuan pertama mereka.Sekian lama tak bertemu membuat keduanya hanyut dalam pertemuan itu.Sesaat keduanya terdiam dengan keberadaan Antoni yang terus memantau membuat keduanya tidak nyaman.


"Pak An, bisakah kau keluar dulu, aku ingin berbincang sebentar dengan Kinara." Keyla setengah memohon.


"Tapi Ibu Je-"


"Iya aku tahu beri waktu 30 menit setelah itu aku akan menyelesaikan pekerjaanku," sergah Keyla memotong ucapan Antoni.


Antoni akhirnya menyetujui permintaan Nonanya itu karena terlihat Nonanya itu berkata dengan sungguh-sungguh membuatnya memberi kesempatan.


Sepeninggal Antoni, Keyla langsung menceritakan pertemuannya seminggu lalu dengan Ziva juga Arsha.Keyla juga menceritakan permintaan Arsha yang membuatnya sampai saat ini belum menemukan solusi agar bisa meraih hati pangeran es itu.


Melihat kekhawatiran di wajah Keyla, Kinara tertawa karena tidak biasanya sahabatnya itu seperti itu.Keyla selalu menganggap sesuatu sebagai candaan namun kali ini ia terlihat serius.


"Bagaimana, apa loe punya solusi?" Keyla menatap lekat wajah Kinara namun saat itu Kinara hanya menggeleng.


"Sebaiknya loe lebih agresif jika pria yang kau bilang itu bersikap dingin karena seperti es lawannya api," celoteh Kinara.Entah kenapa kata-kata itu keluar dari mulutnya yang biasanya berpikir lama tiba-tiba encer.


Keyla tampak memikirkan ucapan Kinara mungkin saja solusi Kinara itu akan berhasil.Ia harus segera mengambil langkah untuk dapat memenangkan hati pria itu karena ini menyangkut Ziva orang yang benar-benar berarti dalam hidupnya.Ditambah ini permintaan langsung Arsha hingga membuatnya harus menjalankan rencananya sampai berhasil.


Antoni kembali ke ruangannya setelah 30 menit membuatnya harus menepati janjinya.Bukan Keyla namanya jika langsung patuh perintah Antoni karena wanita itu lagi-lagi hanya melamun diantara pekerjaannya.Keyla benar-benar berpikir keras bagaimana caranya mendapat perhatian dari pangeran es itu.


Sepulang kerja Keyla mampir ke perusahaan Alvin.Beberapa hari sibuk di kantor membuatnya tidak bertemu dengan Alvin.Belum lagi berhenti Keyla sudah disuguhkan pemandangan Alvin dengan seorang wanita menaiki mobil keluar dari tempat itu


"Sial!untung aku mengamati mobil yang keluar tadi, kalau tidak akan sia-sia aku naik kesana," umpat Keyla melirik gedung sekilas.


Keyla segera memutar balik mobilnya mengejar mobil di depannya.Sudah 30 menit mobil Keyla membuntuti mobil Alvin namun belum juga berhenti.


"Kemana mereka akan pergi?" lirih Keyla.


Mobil Alvin masuk ke dalam jalanan sempit yang hanya bisa dilalui satu kendaraan membuatnya menghentikan mobilnya karena jika ia lakukan otomatis akan ketahuan Alvin.Keyla memarkirkan mobilnya di tepi jalan sembari menunggu mobil Alvin keluar.Benar saja 15 menit menunggu mobil Alvin kembali namun mobil itu berhenti tepat di depan mobilnya.Pria itu langsung keluar dari mobilnya melangkah mendekati mobil Keyla.


"Apa ... apa dia mengetahui aku mengikutinya," panik Keyla.


"Apa?" Keyla memperlihatkan raut wajah kesalnya karena pria itu menggedor kaca mobilnya.


Alvin langsung mengungkung tubuh Keyla hingga membuatnya tersudut di badan mobilnya.Keduanya begitu dekat hingga napas keduanya saling beradu.


Deg


Jantung Keyla memacu dengan cepat karena perlakuan Alvin.


"Kau mengikutiku!" Alvin menatap tajam Keyla dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Aku ... aku."


Tiba-tiba seseorang pria menarik tubuhnya menjauhi tubuh Keyla.Pria setengah baya itu membulatkan penglihatannya. "Nak Alvin." Arman menatap pria di depannya sesaat lalu beralih ke wanita yang bersama Alvin.


Deg


Jantung Arman berdetak cepat menatap wanita yang begitu mirip dengan Kayla, dipastikan Arman mengetahui siapa wanita itu.


"Om baru pulang?saya baru saja mengantar Kayla pulang," jelas Alvin.


Arman tersentak dengan pemikirannya dengan ucapan Alvin membuatnya mengalihkan pandangannya menuju Alvin.


"Apa dia pacarmu?" Arman menatap sekilas wajah wanita disamping Alvin.


"Bukan om dia-"


"Sudah malam sebaiknya kalian cepat pulang!disini kampung tidak baik kalian berduaan di tempat seperti ini karena akan mengundang fitnah," tutur Arman memotong ucapan Alvin.


Alvin pun segera pergi meninggalkan Keyla yang masih terpaku di dalam mobilnya.


"Pria tua itu kenapa aku seperti mengenalnya.Rasanya aku tenang ketika menatap wajahnya, siapa dia?apa dia ayah wanita itu?" pikir Keyla dalam hatinya.


Keyla segera melajukan mobilnya karena hari sudah cukup larut ditambah jalanan yang sepi.