Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 29. Perubahan Sikap Keyla



Beberapa hari sudah Alvin dan Keyla tidak bertemu membuat Keyla yang saat itu berada di kantornya langsung ditarik masuk ke ruangannya padahal saat itu Keyla hendak mengantar Kayla pulang.


"Lepaskan!" pekik Keyla menepis tangan Alvin dari pergelangan tangannya.


Alvin tersenyum sinis. "Elo bahkan nggak ngaku, elo rindu gue kan?" tukas Alvin.


Keyla terlihat cuek, Ia hendak melangkah pergi namun kembali tangannya di tarik hingga keduanya sangat dekat.Entah mengapa bibir Alvin semakin mendekat hingga nafas mereka beradu.


Saat itu Kayla yang berdiri di pintu melihat keintiman keduanya melengos pergi membuat Keyla yang menyadari langsung mendorong Alvin.Ia langsung mengejar Kayla. "Kay tunggu!"


Alvin hanya menatap kedua wanita itu dengan tatapan aneh karena biasanya mereka tidak akur.


"Gue antar loe balik ya?" tawarnya setelah menyamai langkahnya dengan Kayla.


"Nggak usah!" ketus Kayla.


Keyla langsung menarik tangan Kayla dengan paksa masuk ke mobilnya.Mobil pun melaju pergi hingga tidak memberi kesempatan pada Kayla untuk melarikan diri.


"Kenapa loe nggak tinggal bersama Alvin, malah elo ngejar gue?"


Setelah cukup lama saling terdiam Kayla mulai berbicara tentang pikirannya yang terus berkecamuk tentang sikap Keyla.


"Elo suka Alvin kan?" Pertanyaan lain malah terlontar dari mulut Keyla membuat Kayla tertegun dengan pertanyaan aneh karena terlontar dari mulut musuhnya.Kayla menganggap Keyla musuh karena mereka lebih sering bertengkar.


"Hentikan mobilnya!" pekik Kayla.Kayla yang berpikir Keyla hanya bersikap baik padanya hanya untuk mencari tahu perasaannya pada Alvin."Kalau elo pikir gue suka Alvin, itu salah.Silahkan jika elo berminat pada Alvin tidak usah melibatkan gue!" tegas Kayla dengan bibir bergetar lalu mengalihkan pandangannya.


Keyla langsung menepikan mobilnya.


"Kay loe salah, gue hanya ingin loe bahagia selama ini elo udah cukup menderita jadi biarkan gue memberi kesempatan bahagia pada elo, elo saudara kembar gue!" Kata-kata terakhirnya Keyla ucap dalam hatinya.


Keduanya kini terdiam dengan pikiran masing-masing.


Keyla kembali memacu mobilnya.Lima belas menit kemudian mereka telah sampai di sebuah rumah yang cukup sederhana milik keluarga Kayla.Rumah yang bisa dibilang jauh dari kata layak itu pun bukan milik Kayla melainkan hanya rumah kontrakan.Keyla menghela nafas saat memasuki rumah itu sementara Kayla sudah lebih dulu masuk.


"Rumah ini sangat tidak layak, bagaimana caraku membantumu dan Ayah, Kayla?Haruskah aku bertanya langsung pada Ayah tentang semua ini?"gumam Keyla.


Keyla mendudukkan tubuhnya di kursi reyot yang sudah cukup lusuh dimakan usia.


Tiba-tiba seseorang pria mengucap salam dan langsung masuk karena pintunya terbuka.


"Keyla, kau disini," sapa lelaki paruh baya dengan senyumannya.


"Apa, kau ingin bicara apa?" Arman mendekat ikut duduk bersama Keyla.


Saat itu Keyla benar-benar ingin membuka semuanya karena Ia sudah tidak tahan menyembunyikan semua dari Kayla maupun Ayahnya itu.Kerinduannya selama bertahun-tahun kini berkecamuk menjadi satu hingga sangat sulit di kendalikan.Air matanya menitik seiring perasaan yang memenuhi relung hatinya.


"Ada apa , kenapa kau menangis?" Arman menatap wajah Keyla sendu.


Keyla langsung mendekap tubuh pria paruh baya itu dengan tangis terisak-isak.


Kayla yang mendengar isakan tangis dari dalam kamarnya langsung keluar.Betapa terkejutnya saat melihat Keyla menangis dipelukan Ayahnya.


"Apa yang Ayah lakukan?" Kayla menatap tajam Ayahnya.Arman mengangkat telapak tangannya sebagai tanda menyuruh Kayla diam.


"Keyla sudah tenangkan dirimu, ada apa?" Arman mengurai dekapan tubuh Keyla.


Saat itu Keyla terlihat tenang walaupun masih sesegukan.


"Sebaiknya Keyla pergi Om, sudah sore." Keyla melangkah pergi meninggalkan Kayla dan Arman yang masih tertegun dengan sikap aneh Keyla.Tiba-tiba saja menangis namun setelah itu seperti tidak ada apa-apa.


"Apa yang terjadi Kayla, apa kalian bertengkar tadi?" selidik Arman.


"Kita memang selalu bertengkar Yah, namun baru kali ini Kayla melihat Keyla menangis."


"Ayah tadi masuk dan setelah itu tiba-tiba saja Dia menangis di pelukan Ayah, apa jangan-jangan ...."


Arman menahan ucapannya membuat Keyla mengerutkan keningnya.


"Jangan-jangan, apa Ayah?"


Arman tersentak dengan pertanyaan Kayla karena Ia tidak mungkin mengatakan kemungkinan Keyla mengetahui sesuatu tentang hubungan mereka.


"Jangan apa, Ayah tidak tahu, sebaiknya Ayah mandi." Arman berlalu pergi meninggalkan Kayla dengan pemikirannya.


"Apa Keyla dan Ayah menyembunyikan sesuatu dariku, kenapa dia bisa menangis di pelukan Ayah?" gumam Kayla.Pikirannya terus berkecamuk kemana-mana namun mustahil semua pikirannya itu.


Sesampainya dirumah Keyla langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, seharian ini bahkan belum beristirahat setelah pulang dari Surabaya.Ia tidak bisa mengabaikan perasaannya saat mengetahui siapa Ayah kandungnya hingga ingin rasanya meluapkan semuanya.Namun Keyla sadar belum saatnya Ia membuka kenyataan itu karena Ia tidak ingin keadaannya menjadi kacau jika kebenaran itu terbongkar sekarang.


Keyla bersiasat untuk mencari tahu masa lalu apa yang terjadi hingga membuat keluarganya terpecah belah.Satu yang ada dalam benaknya semua pasti berhubungan dengan harta.Ya, keluarganya yang selalu mendewakan kekayaan pasti menjadi penyebabnya.


Keyla pun menyusun strategi untuk menguak masa lalu orang tuanya hingga ia tahu apa yang harus dilakukannya.Pertama-tama Ia akan mencari tahu dari sahabat Bundanya tentang masa lalu Ayah dan Bundanya.