
"Bagaimana saksi?" Penghulu menatap kedua saksi sementara kedua mempelai juga tamu yang hadir ikut harap-harap cemas.
"Sah." Suara lantang kedua saksi disambut sorak bahagia membuat ruangan itu menggema. Ruangan yang hanya dihias sederhana sesuai permintaan kedua mempelai namun tidak mengurangi kebahagiaan yang begitu tersirat.
"Kayla." Jeni memeluk juga mencium Kayla haru. Senyum bercampur baur mata bahagia itu cukup menjadi bukti jika tidak ada yang Ia inginkan selain melihat kedua putrinya bahagia terlebih Kayla.
Kayla mengurai pelukannya lalu menyeka air mata bundanya. "Jangan menangis Bunda, Kayla janji Kayla tidak akan membuat Bunda sedih lagi."
Keduanya kembali berpelukan membuat semua orang yang tadinya menatap haru kini tersenyum bahagia.
Ya, Kayla pantas mendapatkannya. Mendapatkan apa yang seharusnya, kebahagiaan juga cinta dari seorang pria baik.
Rendy yang saat itu duduk di barisan tamu ikut tersenyum sekilas lalu memilih pergi. Walaupun sebenarnya hatinya begitu sedih namun Ia juga sangat bangga karena pria sejati bukan hanya memperjuangkan cinta sampai akhir namun juga rela melepaskan.
"Kak tunggu!" Ucap seorang wanita yang suaranya begitu lembut membuat Rendy langsung menengok ke belakang. Senyum seorang wanita yang tengah duduk di kursi roda langsung menyambutnya.
"Asyifa."
.
Kini keduanya sudah berada di taman belakang. Asyifa meminta Rendy untuk membawanya jalan-jalan sekaligus Ia ingin mengatakan sesuatu.
Setelah duduk cukup lama Asyifa mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. "Kak mungkin ini tidak akan bisa membalas semua jasa Kakak tapi terima ini sebagai ucapan terima kasihku."
"Apa ini Syifa?" Rendy menatap kotak hadiah yang diberikan Syifa padanya. Namun hanya senyum yang menjadi respon Syifa.
.....
"Mau sampai kapan kau menatapku seperti itu?" Ricky akhirnya bereaksi setelah cukup lama menuruti keinginan Kayla yang ingin menatapnya lebih tepatnya mengagumi ketampanan prianya.
"Ricky boleh aku tahu bagaimana Tuhan menciptakan pria sesempurna dirimu?" Kayla malah melontarkan pertanyaan yang membuat Ricky merekahkan senyuman.
"Kau begitu mengagumi ku, bagaimana jika kita membuatnya satu, dua bahkan sebanyak yang kau mau?" tawar Ricky dengan senyum menyeringai.
"Kau mulai lagi!" geram Kayla memukul dada prianya.
Saat Kayla menerima lamaran Ricky Ia memberikan syarat yang sangat memberatkan bagi Ricky. Rasa cintanya yang begitu besar tidak akan menggugurkan niatnya.
"Jika kamu merasa tidak mampu menyerah saja." Kayla memberikan pilihan.
"Aw," rintih Kayla. Tiba-tiba Ricky menjitak kepalanya.
"Walaupun seumur hidup kau tidak memberikannya itu tidak masalah kerena kebagian bukan hanya tentang ranjang tapi disini." Ricky menepuk dadanya menunjukkan jika hati lah yang terpenting.
Mendengar hal itu membuat Kayla semakin mantab jika Ricky adalah pria yang terbaik yang Tuhan kirimkan untuknya. Tidak akan lagi Ia sia-siakan.
Cuuppp
Kayla langsung mengecup pipi Ricky dan langsung memeluknya.
"Malam ini aku bersedia," ucapnya lirih di telinga Ricky.
"Apa kau sedang menggodaku?" Ricky yang merasa sedang diuji tidak serta-merta langsung percaya kerena baru beberapa saat lalu Kayla memperingatkannya.
Kayla yang geram langsung mendorong tubuh Ricky. Kini posisi tubuh Kayla berada diatas Ricky. Ia langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Ricky. Kini lumayan bibir keduanya sudah tidak terelakan. Ciuman panas itu akhirnya perlahan-lahan membuka malam panas itu. Malam yang menjadi saksi kedua insan saling mencintai itu mengokohkan perasaan masing-masing sebagai malam penyatuan.
...TAMAT...
Akhirnya novel Beautiful Twins Tamat dan berakhir happy ending.
Terimakasih yang tak terhingga untuk semua yang mendukung novel ini sampai selesai dari s1 dan s2.
Author juga memohon maaf jika masih ada ketidaksesuaian dengan harapan kalian dengan ceritanya atau tulisan yang masih berantakan dan hiatus yang lama.
Sampai jumpa di novel author lainnya Salam sayang dan cinta yang banyak dari author I love u so much ....
Kunjungi juga novel author lainnya.
Reinkarnasi Sistem Ibu (On going), Alsava Love Destiny (On going), Terjebak Nikah Kontrak (End), Terpaksa Menikah Diusia Belia (End)