Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 91



Happy Reading 😊


Alvin tiba di kantor langsung beranjak naik ke ruangannya. Pria itu lebih memilih bekerja dari pada beristirahat karena Ia akan semakin sedih dan terpikirkan semua perkataan Keyla.


"Selamat pagi Pak," Sapa wanita yang beberapa waktu ditemuinya yang tidak lain adalah Zevaya. Wanita yang berpenampilan seperti Ziva.


"Kau ngapain disini?" tanya Alvin.


"Mulai hari ini saya menjadi Sekertaris anda karena posisi itu sedang kosong kan?" ucap Zevaya sembari tersenyum.


Alvin yang sudah sangat lelah tidka ingin membahasnya karena dia sebenarnya juga butuh Sekertaris untuk membantu pekerjaannya.


Alvin melangkah pergi untuk masuk ke ruangannya namun seorang wanita tengah duduk di kursinya yang tidak lain adalah Kanaya Kakaknya.


"Kakak kau membuatku terkejut," sentak Kevin begitu menyadari orang yang duduk di kursinya yang tengah membaca koran adalah kakaknya.


"Kenapa kau takut ada yang mengusirmu dari posisimu?" kelakar Kanaya. Ya pertanyaan Kanaya itu cukup konyol hingga tidak direspon Alvin. Pria itu malah duduk menyender di sofa.


"Kau sangat lelah kenapa tidak pulang, dimana istrimu kenapa kau terlihat kacau sekali!" Kanaya mendekat duduk tepat disamping Alvin.


"Istriku bekerja Kak begitu juga aku juga harus bekerja," ucap Alvin berusaha menyembunyikan wajah rapuhnya dengan memalingkan wajahnya.


"Kenapa kau harus menyembunyikannya , Kakak mengenalmu sejak kecil." Kanaya sudah bisa menebak adiknya itu sedang ada masalah karena raut wajahnya.


"Sudahlah Kak aku sedang tidak ingin membahasnya. Hal yang wajar dalam rumah tangga itu terjadi perselisihan apa kau dan kakak ipar tidak pernah bertengkar. Oh iya ngomong-ngomong begitu lama kau tinggal memang kakak ipar tidak marah?" Alvin malah balik mempertahankan rumah tangga kakaknya.


"Kau ini, aku sedang membahas masalahmu kenapa malah mengalihkan pembicaraan!" kesal Kanaya. Ia beranjak dari duduknya melangkah pergi sementara Alvin segera membersihkan diri sebelum bekerja.


"Kak aku masih bingung apa yang membuat Kakak begitu menginginkan Alvin pisah dengan istrinya bukannya Kakak sendiri bilang Alvin sangat mencintai istrinya?" Zeva benar-benar penasaran kenapa Kanaya yang merupakan kakak kandung Alvin malah berupaya ingin merusak rumah tangga adiknya sampai rela membayarnya.


Kanaya kembali mengingat betapa pedihnya hidupnya dulu yang gagal mendapatkan pria yang dicintainya karena seorang wanita hingga kini dendamnya itu masih belum hilang sampai Keyla yang merupakan sahabat baik dari Ziva ikut terseret dalam dendamnya. Beberapa bulan Kanaya dikurung oleh ayahnya hampir membuatnya depresi namun tekadnya untuk balas dendam lebih kuat hingga ingin menghancurkan semua orang yang berkaitan dengan Ziva dan Arsha.


"Aku hanya tidak suka dengan istri Alvin, kau tahu gara-gara wanita itu adikku melawanku sekarang," kilah Kanaya. Kanaya tidak mau satu orang pun mengetahui rencananya kembali.


"Baiklah Kak aku akan berusaha membuat Alvin pisah dari istrinya yang jahat itu, Kakak serahkan padaku," ucap Zeva penuh keyakinan.


"Terima kasih Zeva." Kanaya tersenyum menggenggam tangan Zeva. Ia akhirnya mampu meyakinkan Zeva untuk mendapatkan keinginannya. Sebenarnya Zeva tidak ingin melakukannya namun Kanaya yang berhasil meyakinkannya jika Keyla wanita yang jahat akhirnya mau melakukannya.


.


.


Sore hari Alvin kembali ke apartemennya. Ia berharap Keyla sudah kembali namun nyatanya harapannya itu sia-si sampai pukul sembilan malam Keyla juga belum pulang.


Alvin yang sedari sore merebahkan tubuhnya di ranjang merasa bosan. Ia melangkah menuju balkon menatap pemandangan malam kota itu.


"Aku berpikir Keyla adalah jawaban dari cintaku hingga aku percaya dia akan bisa menjadi tumpuanku tapi kenapa apa selama ini hanya terpaksa menerimaku?"


Pertanyaan itu memenuhi pikiran Alvin. Tidak terasa air mata pria itu menitik, kembali Ia merasa sakit dan jauh lebih sakit karena merasa dibohongi. Ya Alvin berpikir Keyla hanya memperalatnya demi membantu perusahaannya yang kala itu hampir bangkrut dan setelah kini perusahannya bangkit dan berkembang Ia melupakan semua kebaikannya. Kayla hanya alasan baginya karena jelas Kayla sendiri yang memintanya untuk menikah namun kenapa kini malah mempermasalahkannya.


Alvin sudah terlalu lelah untuk mengurusi masalah pelik hidupnya hingga menyerahkan sepenuhnya pada Keyla. Jika ingin pergi maka Alvin akan membiarkannya namun setelah itu seumur hidupnya Alvin tidak ingin lagi mengenal dan berurusan lagi dengan wanita. Cukup sudah dua wanita mengecewakan hingga membuatnya menutup hati untuk siapapun.