Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 115. Gara-Gara Twins ( BTS 2)



Happy Reading 😊


Seperti biasa Kayla melangkah penuh berkarisma di depan karyawannya. Pernikahannya yang mendadak membuat berita itu tidak sampai ke telinga para karyawannya hingga tidak menimbulkan masalah apapun.


"Sebaiknya tetap seperti ini karena aku tidak mau semua orang tahu tentang pernikahan kontrak ini," gumam Kayla. Ia terus melangkah masuk ke ruangannya.


"Selamat pagi Ibu Kayla." Ricky menyambut kedatangan Kayla seperti biasanya. Tidak ada hal yang membuatnya terlihat sungkan atau berbeda walaupun kini status berbeda keduanya. Tidak hanya sebagai atasan dan asisten saja namun juga suami istri.


Kayla tampak serius memeriksa laporan dari karyawannya tidak ada pembicaraan serius antara keduanya baik dari Kayla maupun Ricky.


Sore hari Kayla membereskan pekerjaannya untuk pulang.


"Mari Bu," tawar Ricky. Seperti biasa Ricky akan mengantar Kayla pulang.


"Ricky tunggu aku mau bicara tentang hubungan kita." Kayla menahan lengan Ricky dengan keinginannya.


Cukup lama keduanya saling menatap dalam diam hingga akhirnya Kayla memulai pembicaraannya.


"Begini Ricky karena kita sudah menikah aku harap kau dan aku tinggal bersama karena itu lah kesepakatan kita dan jangan memanggilku Ibu ketika dirumah," jelas Kayla.


Ricky hanya mengangguk dengan penjelasan Kayla.


Sesampainya di rumah kedatangan keduanya disambut twins R.


"Aunty, Uncle." Twins R memeluk tubuh Kayla juga Ricky bergantian lalu mencium tangan keduanya.


"Aunty kangen banget sama kalian R, dimana Mom sana Dad kalian?" Kayla mencium pipi gembul keduanya keponakannya bergantian lalu fokus mencari keberadaan Keyla karena saat itu yang ada hanya dua pengasuh R.


Drt ... drt.


Ponsel Kayla bergetar membuat fokusnya berpindah ke tasnya serta langsung menjawab panggilan telepon dari Keyla.


"Iya baiklah aku akan menjaga R tenang saja," ucap Kayla di telepon lalu memasukkan kembali ponselnya setelah pembicaraan berakhir.


"Eh dimana mereka." Kayla menyadari Ricky juga twins sudah tidak berada di dekatnya. Ya, ketiganya sedang menuju ruang bermain dengan posisi Ricky menggendong keduanya di sisi kanan dan kiri.


.


.


Setelah membersihkan diri Kayla kembali turun untuk melihat twins. Kayla yang hendak masuk mengurungkan niatnya saat melihat Twins begitu senang bermain dengan twins. Twins yang biasanya sangat aktif terlihat duduk manis saat Ricky bermain bersamanya.


"Non ini camilan untuk Twins." Suara Art membuyarkan fokus Kayla. Kayla perlahan masuk.


"Twins ini cemilan untukmu?" Kayla meletakkan cemilan milik Twins di meja kecil milik Twins.


"Yeay." Twins R bersorak senang lalu berlari mendekat.


Sementara twins menikmati cemilannya , Kayla mendekat ke Ricky yang sedang membereskan mainan twins.


"Ricky mandi lah biar aku yang membereskan dan setelah itu kau mau makan apa, aku akan buatkan maka malam sebagai ganti tadi pagi membuat kan aku sarapan."


"Makan apapun jika istriku yang membuatnya untukku pasti aku akan makan dengan lahap." Goda Ricky dengan menyentuh dagu Kayla.


Brukkkk


Tubuh Ricky terjatuh dengan posisi telentang sementara Kayla ikut jatuh tepat diatas Ricky. Posisi keduanya yang begitu dekat membuat keduanya saling menatap.


"Aunty pasti mau buat adik kayak Mom sama Dad aku ya?" celetuk Razka. Seketika Kayla segera bangkit dari tubuh Ricky untuk menyumbat mulut twins yang bar-bar.


"Kalian siapa yang ngajarin ngomong gitu?" tegur Kayla.


Sekejap mata twins sudah beranjak dari tempatnya berlari keluar, Kayla segera mengejar keduanya.


"Mbak itu Aunty sama Uncle masa mau bikin Adek di depanku sama Rizki." Razka berkoar-koar di depan pengasuhnya juga beberapa art lainnya.


"Razka!" pengasuh Razka segera membungkam mulut bar-bar Razka.


Sementara Kayla mengalihkan wajahnya dari tatapan art nya karena begitu malu.


.


.


"Dasar Razka mulutnya sama kayak emaknya, awas saja Keyla gue gibeng jika kesini," gerutu Kayla sesaat naik ke ranjangnya.


"Mereka kan hanya anak-anak," sahut Ricky. Walaupun Kayla bicara tidak terlalu keras namun Rick bisa mendengarnya.


Krekkkk.


Terdengar suara pintu kamar itu dibuka dari luar. Kayla lupa mengunci pintu karena biasanya Ia tidak pernah mengunci pintu.


"Ricky cepat kesini." Kayla yang panik menarik tangan Ricky naik ke ranjang karena jika mereka ketahuan tidur sendiri-sendiri urusannya akan panjang.


"Aunty, Uncle R mau tidur disini," ucap twins bergantian.


Belum juga diizinkan twins sudah naik ke atas ranjang. Keduanya melompat-lompat kegirangan.


"Twins hentikan kembali ke kamar kalian!" bentak Kayla dengan suara keras karena sudah tidak tahan dengan sikap twins.


Hiks ... hiks.


Twins menangis keras membuat Kayla semakin geram sementara twins menangis semakin keras.


"Diam twins, kalian mau tidur disini berhenti menangis lalu tidur!" perintah Ricky.


Seketika twins langsung diam dan menurut keduanya merebahkan diri lalu memejamkan matanya.


"Twins." teriak pengasuh twins dari luar kamar.


"Twins akan tidur di kamarku Mbak," pekik Kayla.


Sepeninggalan pengasuh twins suasana kamar hening karena masing-masing sudah memejamkan matanya.