Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 57. Pengganti Alvin



Rendy menatap bingung Kayla yang saat itu antusias mendengar penjelasan tentang ucapannya sebelumnya.


"Tidak lupakan, aku akan membantumu." Rendy tersenyum menutupi kegelisahannya.


"Tapi Kak Rendy akan bertemu dengan Ziva nanti di acara itu apa Kakak tidak masalah?" Lagi-lagi Kayla harus memikirkan adanya Ziva. Tidak hanya Alvin namun Rendy juga bagian masa lalu dari sahabatnya itu.


"Aku sudah melupakan Ziva, kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu," jelas Rendy penuh keyakinan.


Kayla pun tersenyum senang karena tidak hanya ingin berpura-pura namun sejak lama Ia menyukai pria itu walaupun masih sebatas suka namun Kayla yakin suatu saat Rendy bisa menggantikan nama Alvin di hatinya. Ia harus segera menata diri karena Alvin tidak hanya sekedar menikahi Keyla tapi status mereka yang akan menjadi ipar. Bagaimana hubungan mereka ke depannya. Kayla berharap Ia segera bisa melupakan Alvin.


***


Keyla hanya berdiam di kamar setelah kata pingitan terucap dari mulut Bundanya. Ya sejak Ia di pingit, Ia tidak boleh ke kantor juga sekedar pergi ke mall atau tempat lainnya.


"Sepertinya aku harus turun dari sini agar aku bisa keluar?" Keyla yang berdiri di balkon kamarnya mulai merencanakan sesuatu. Hari masih pagi namun Ia sudah tidak tahan harus berdiam diri di rumah.


Drt ... drt ....


Ponsel di saku celana Keyla bergetar membuatnya harus segera mengangkatnya.


Alvin yang sedang menghubunginya lewat sambungan video call. Beruntung sekali di jaman seperti ini walaupun tidak bisa bertemu setidaknya mereka bisa bertatap muka lewat layar ponsel.


"Apa yang kau lakukan?" Sentak Alvin saat melihat kaki Keyla sudah naik ke atas pagar balkon.


"Aku ingin turun."


"Kau, cari mati! cepat turunkan kakimu!" bentak Alvin.


Bagaimana tidak, wanitanya itu ingin turun dari balkon lantai tiga itu jika tidak cari mati.


"Kau ingin aku membawamu pergi?" tawar Alvin saat Keyla sudah kembali nongol di layar ponselnya.


"Kau lupa Bunda bicara apa, jangan sampai kau di pecat sebagai calon menantu!" sentak Keyla mengingatkan.


"Lalu bagaimana denganku, aku bisa mati tidak bertemu denganmu," keluh Alvin.


"Halah tinggal dua hari aja, dah aku sibuk," ucap Keyla sesaat sebelum panggilan terputus.


Keyla yang tadinya berdiri kini tubuhnya merosot ke pantai menyender pembatas balkon. Belum ada lima menit tiba-tiba ponsel Keyla kembali bergetar. Keyla hampir saja menolak panggilan itu karena ia berpikir Alvin yang meneleponnya tapi saat nama Ziva yang tertera di layar ponselnya, Ia langsung antusias menjawab telepon itu.


"Hai sayang, kemana aja sih nggak pernah telepon. Bu Lawyer ini pasti sibuk banget."~ Keyla.


"Hei kau!" kesal Keyla langsung mematikan sambungan teleponnya.Ia tidak terima dengan alasan sahabatnya itu tidak bisa datang ke acara pernikahannya dua hari lagi. Keyla segera bangkit dari lantai. Bagaimana pun caranya Keyla harus membawa paksa sahabatnya itu ke acara pernikahannya tapi bagaimana caranya sedangkan Ia tidak bisa keluar rumah. Keyla mondar-mandir di kamarnya mencari ide.


"Aha, Oppa ganteng dia pasti bisa membantuku." Keyla berdecak senang karena menemukan ide. Setelah berbicara dengan Arsha, Ia merasa lega karena sudah pasti Arsha memastikan Ia dan Ziva pasti akan datang terlebih karena Keyla Ia akhirnya terbebas dari Alvin. Pria yang selalu membayangi rumah tangganya itu akhirnya akan segera melepas masa lajangnya.


Sementara di tempat lain tepatnya di kota Bandung. Waktu menunjukkan pukul sembilan malam namun twins A belum juga tertidur.


"Twins tidurlah di kamar kalian, biar Daddy dan Mommy bisa beristirahat," protes Arsha saat kedua buah hatinya itu mendekap tubuh Ziva tanpa memberinya kesempatan untuk bisa mendekat. Ya twins disisi kanan dan kiri Ziva.


"Daddy aja yang tidul dilual," bantah Axel.


"Jangan kacian Daddy, Kak." Alexa mendekat ke Arsha lalu berganti memeluk Arsha. Axel yang lebih menyayangi Mommynya sebaliknya Alexa lebih menyayangi Daddynya.


Cukup lama pasangan suami istri itu menunggu twins tertidur. Ziva dan Arsha pun memindahkan twins ke kamarnya.