Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 132. Keikhlasan Hati Kayla



Kayla terus saja memandangi batu nisan yang bertuliskan Arman Sanjaya. Ya, batu nisan yang genap empat puluh hari sudah membuat perpisahan ini begitu menyakitkan.


"Maafkan Kay, yah. Semua kesalahan Kay seandainya sedari awal Kay tidak merencanakannya ayah mungkin masih hidup." Kayla yang tidak bisa membendung kesedihannya akhirnya bersimpuh di tanah makan ayahnya.


Kayla segera mengusap air matanya setengah mengingat kotak yang dibawanya. Kotak hadiah yang ditinggalkan Arman untuk Kayla.


Perlahan Kayla membuka kotak hadiah itu berisi foto-foto kebersamaannya bersama Jeni juga kedua putrinya. Nampak kebahagiaan yang sangat dari foto-foto itu membuat Kayla merasa sangat lega beberapa tahun ini kehidupan mereka sangat bahagia. Ya setelah sekian tahun kedua orang tuanya bersatu.


Dari sekian foto itu terdapat secarik kertas yang berisi tulisan.


_______________________


Teruntuk Putriku Kayla.


Lima tahun ini adalah hal yang begitu menggembirakan bagi ayah. Melihatmu bisa meraih cita-citamu juga adikmu yang bahagia merupakan anugerah terindah bagi ayah. Terima kasih Nak mungkin kata-kata itu tidak akan pernah cukup untuk membalas semua kebaikanmu walaupun ayah ucapkan ribuan kali hanya melihatmu bahagia itulah keinginan terakhir ayah.


Jangan salahkan dirimu atas ayah karena ayah merasa waktu ayah tidak akan lama. Jaga dirimu juga adik dan bundamu.


Dari ayah terkasih


Arman


________________________________


Hiks ... hiks.


Air mata Kayla kembali tumpah.


Tiba-tiba seseorang menyodorkan tisu tanpa melihat siapa orang itu Kayla langsung menyambar tisu itu untuk menyeka air matanya.


"Semua yang terjadi adalah takdir mungkin jika Tuhan tidak membuat skenario seperti ini kita tidak akan pernah terikat."


Suara berat pria yang amat dikenali Kayla membuat Kayla langsung menengok ke samping. Benar dugaannya pria itu adalah Ricky.


"Aku tidak akan memaksakannya lagi, kau berhak membenciku dan bahkan tidak akan dimaafkan seumur hidup tapi kau tidak berhak menyalah dirimu. Aku berharap kau bahagia Kayla." Ricky akhirnya memasrahkan hubungan. Jika memang kebersamaan itu menyakitkan maka perpisahan adalah jalan satu-satunya dan itulah kini yang dilakukannya.


.....


Setahun Kemudian.


Kayla terus menata hidupnya. Ia terus bekerja keras demi menghilangkan rasa kesepiannya. Diusia lebih dari kepala tiga siapa yang tidak ingin berumah tangga terlebih melihat ketiga keponakannya yang semakin menggemaskan terlebih si bontot Rhea yang baru bisa berjalan diusia setahun.


"Rhe sini." Kayla melebarkan tangannya berharap Rhea berjalan ke arahnya dan mendekapnya. Hal berbeda terjadi, Rhea malah berjalan ke arah lain dan malah mendekap seorang pria tampan yang tidak lain seseorang yang sudah lama Kayla cari keberadaannya. Setelah mendengar dari Keyla juga Ziva jika Ricky melakukan banyak hal setahun lalu dimana Ia tiba-tiba depresi berat sampai perusahaannya akan diakuisisi perusahaan lain. Ya, saat itu kondisi keluarga yang tengah berduka sementara perusahaan terbengkalai. Tangan Ricky lah yang berhasil membuat nama perusahaan itu tetap dibawah nama Brawijaya. Begitu juga saat Ia tinggal di rumah Ziva, Ricky bahkan menanyakan kabarnya setiap hari dan memohon pada Ziva agar memperlakukan Kayla dengan baik. Sungguh lagi-lagi Ricky melakukan banyak hal dibelakang Kayla yang secara tidak langsung merawatnya dengan sangat baik.


"Ricky." Kayla terbelalak seakan tidak percaya dengan sosok yang kini berjalan ke arahnya. Keyla menyadari akan menjadi obat nyamuk segera bergegas pergi bersama si kecil Rhea.


Kedua insan itu saling menatap. Tidak ada kata yang terucap namun tersirat kerinduan yang amat mendalam dari kedua insan yang sudah lama memendam rindu itu.


"Kau benar-benar meninggalkan aku!" Kayla menitikkan air mata saat meluapkan kekecewaannya. Bagaimana tidak, Ricky seperti di telan bumi membuat Kayla tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri jika tidak bisa mengutarakan permintaan maaf juga terima kasihnya pada pria di depannya itu.


"Aku hanya, maaf Kay." Ricky hendak memeluk tubuh Kayla namun langsung didorong Kayla.


"Kenapa kembali seharusnya kau tetap bersembunyi sampai aku mati penasaran dan bergentayang mencarimu!" sambung Kayla.


Mendengar kemarahan namun disertai emosi kerinduan membuat Ricky yang tadinya begitu cemas Kayla masih membencinya kini bisa tersenyum lega.


"Kau sudah memaafkan aku?" tanya Ricky antusias.


Kayla mengangguk sebagai tanda jika Ia sudah melupakan masa lalu itu dan menerima semua sebagai takdir yang sudah Tuhan gariskan untuknya.


Perjalanan hidup yang menurutnya penuh kepahitan kini berakhir bahagia karena dicintai pria sebaik Ricky.


Setiap perjuangan pasti akan ada hasil begitu pula setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan.