Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 30. Mencari Tahu



Beberapa hari ini Keyla sibuk dengan rencananya.Ia mulai mencari tahu siapa teman Bundanya yang tahu pasti tentang masa lalu Bunda dan Ayahnya.


Semenjak menjadi CEO, Jeni sangat sibuk hingga tidak ada teman di hidupnya yang ada adalah teman bisnis.


Keyla mendatangi sekolah SMA Bundanya, Ia mencoba mencari tahu siapa teman-teman Bundanya.Saat Ia melihat daftar dari seluruh murid kelas Bundanya dari kelas sepuluh sampai dua belas nama Arman Sanjaya selalu ada.


"Ternyata, Ayah sangat mencintai Bunda," gumam Keyla Ia tersenyum dengan kenyataan itu.


Keyla berhasil mendapatkan nama-nama teman Bundanya beserta alamatnya, Ia segera bergegas pergi.


Keyla keluar dari ruang guru melangkah menuju parkiran.


"Tunggu!" Seorang wanita paruh baya dengan pakaian guru menghentikan langkahnya.Wanita itu mendekat. "Kau yang mencari data tentang, Jenita Permatasari?"


"Betul Bu," jawab Keyla sopan.


"Ikut Aku!" Wanita itu menarik tangan Keyla menuju sebuah restoran tepat di depan area sekolah itu.


Wanita itu memesan minuman sebelum berbicara.


"Ayo diminum," tawar wanita itu setelah minuman tersaji di meja mereka.


Keyla pun menyedot minumannya karena merasa haus cuaca yang panas membuat tenggorokannya kering.


Cukup lama mereka terdiam dengan pemikiran masing-masing.


"Kau pasti putri Jenita, kan?" ucap wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu.


"Bu Guru kok tahu, apa mungkin Ibu-?"


"Kenalkan, Devi sahabat Ibumu," potong wanita itu mengulurkan tangannya.


"Keyla, Tante." Keyla menjabat balik tangan Devi.


Keduanya tersenyum.Beruntung sekali Keyla bertemu dengan sahabat Bundanya saat sedang mencari tahu masa lalu Bundanya.


"Kenapa kau mencari data tentang Ibumu?"


"Saya hanya ingin tahu masa lalu Bunda," jelas Keyla.


Devi pun mengerti alasan Keyla karena Ia tahu banyak perubahan besar terjadi dalam hidup Jenita.Walaupun mereka sudah tidak dekat namun Devi tahu betul kehidupan Jenita saat ini.


"Ibu Guru-"


"Panggil Tante saja," potong Devi.


Keyla pun mengangguk dengan permintaan Devi.


"Apa Tante mengenal Ayahku?"


"Tentu saja Tante mengenal Ayahmu.Ayahmu dan Bundamu saling jatuh cinta saat pandangan pertama.Cinta mereka selalu membuat semua orang iri," ungkap Devi mengingat masa lalu yang sudah hampir 30 tahun itu.


Mendengar itu Keyla tersenyum ternyata selama ini dugaannya salah, Ia berpikir Bunda dan Ayahnya tidak memiliki cinta hingga mereka tidak memperdulikan satu sama lain.


"Namun sayang cinta mereka di tentang kuat oleh Ayah Jeni, Kakekmu yang terus saja memisahkan mereka," jelas Devi membuat Keyla yang tadinya tersenyum terlihat serius.


"Kasian mereka saling mencintai namun derajat seseorang memang tidak bisa disamakan," sambung Devi.


.


.


Keyla kembali ke kantor setelah mendapat telepon dari Kinara.Sebenarnya ia ingin mendengar cerita yang lebih tentang Ayah dan Bundanya namun ia harus segera ke kantor sebelum mendapat omelan dari sang Bunda.


"Kau kemana saja, Bunda sudah katakan untuk memikirkan pekerjaan bukan malah keluyuran tidak jelas!" omel Jeni.


"Maaf Bunda, Key hanya-"


"Bunda tidak mau tahu sekali kau meninggalkan kantor saat jam kerja,


Bunda akan mengirimmu Amerika lagi!" tegas Jeni dengan emosi meluap.Jeni meninggalkan ruangan itu dengan kekecewaan yang begitu besar.


Sepeninggalan Jeni, Keyla meluapkan amarahnya dengan menggebrak meja kerjanya membuat Kinara yang saat itu ingin masuk ke ruangan itu mengurungkan niatnya.Beberapa hari lalu Ia sudah diperingatkan Bundanya namun ia tidak bisa mengabaikan perasaannya untuk mencari tahu masa lalu antara Ayah dan Bundanya.


***


Sepulang kerja Keyla bergegas pergi karena Ia ingin mengantar Kayla pulang.Langkahnya mengayun namun tiba-tiba terhenti saat seorang pria melangkah ke arahnya.Keyla kembali melangkah tanpa menghiraukan namun pergelangan tangannya di tahan pria itu.


"Lepas!" pekik Keyla.


Pria itu menatap tajam kearahnya."Elo kenapa jadi sering mengabaikan gue.Elo lupa kita akan segera bertunangan!"


"Siapa yang ingin bertunangan dengan elo!" pekik Keyla, meronta dari cekalan pria itu.


"Jika elo terus seperti ini bukan hanya pertunangan yang dipercepat tapi gue akan meminta menikah sekalian!" Alvin terlihat sangat marah dengan penolakan Keyla, Pria itu menarik paksa tangannya.


Keduanya kini sudah berada di mobil.Keyla akhirnya menuruti permintaan Alvin.Saat itu mobil sudah melaju di jalanan.


"Alvin."


"Hm." Alvin menjawab Keyla dengan dehaman.


"Elo sebenarnya hanya menuruti permintaan orang tua kita atau memang kau menyukaiku?"


Saat itu Alvin tertawa renyah dengan pertanyaan konyol Keyla.


"Elo pikir gue akan menyukai wanita jadi-jadian seperti elo!" tegasnya.


Bukannya sedih Keyla malah senang dengan jawaban Alvin."Baguslah kalau begitu."


Seketika ucapan Keyla membuat Alvin tertegun karena bukannya marah wanita disebelahnya itu malah senang.


"Elo sedang merencanakan sesuatu?" selidiknya.


"Tidak.Hanya saja bisakah elo menyukai Kayla?"


"Elo gila!" umpat Alvin dengan permintaan Keyla.


Keyla hanya tersenyum dengan umpatan Alvin.


Tidak terasa mobil Alvin pun terhenti saat sudah berada di halaman rumah Keyla.Keyla yang hendak turun dari mobil ditahan Alvin.


"Woi wanita jadi-jadian, apa maksud elo minta gue menyukai Kayla?Jadi selama ini elo tidak tertarik sama sekali sama gue?" Alvin menatap intens wajah Keyla.


"Suka sama elo, jangan harap!" tegasnya.


Alvin melepas tangan Keyla dengan perasaan kecewa.Entah mengapa penolakan dari Keyla membuat hatinya sakit.


"Ah, tidak mungkin," gumam Alvin menepis perasaannya yang mengatakan cinta.


Sementara Keyla melangkah masuk ke dalam rumahnya.Keyla menuju ruang kerja Bundanya.Ia ingin memperbaiki hubungan dengan Bundanya dengan lebih banyak menghabiskan waktu dengannya meski Ia akan dapat omel nantinya.


Keyla mengetuk pintu dan langsung masuk.Saat itu Bundanya masih sibuk dengan pekerjaannya.Dirumah maupun di kantor, Bundanya itu selalu sibuk.Kayla menarik kursi dan duduk tepat di samping Bundanya.


"Bunda, mau Key bantu?"


Mendengar tawaran itu, Jeni langsung menatap Keyla dengan tatapan aneh beberapa detik lalu kembali fokus ke pekerjaannya.