
Happy Reading 😊
Setelah dibujuk berulang kali akhirnya Kayla mau menemui Rendy. Kayla menuruni tangga sedangkan Rendy antusias menyambutnya.
"Kay aku-"
"Langsung saja tidak usah bertele-tele jika bukan karena bunda terus memohon aku tidak mau berbicara denganmu!" Potong Kayla dengan nada ketus juga sikap dinginnya.
"Kay aku bisa jelaskan kejadian malam itu-"
"Untuk apa dijelaskan itu sudah berlalu dan aku bahkan sudah melupakannya." Lagi-lagi Kayla memotong ucapan Rendy. Baginya tidak ada yang tersisa setelah malam itu hanya kesialan-kesialan yang terus saja menghampirinya hingga berakhir menikah kontrak dengan Ricky.
"Aku tahu tapi dengarkan aku." Rendy berucap dengan nada permohonan.
"Baiklah, katakan!"
Rendy bercerita panjang lebar dari kejadian yang menimpa keluarga sampai permintaannya pada Ricky untuk menjaganya dengan menjadi asisten untuknya.
Setelah mendengar penjelasan Rendy, Kayla merasa dari ucapan Rendy itu ada yang aneh.
"Kau begitu sempurna merencanakan semua itu tapi kenapa kau tidak punya waktu untuk menjelaskan, kau berbuat begitu banyak di belakangku tapi kau juga membuatku salah paham. Apa kau sadar kau tidak lebih dari seperti seorang pengecut!" umpat Kayla meluapkan kekesalannya karena alasan Rendy yang menurutnya begitu konyol hingga mampu membuat hidupnya selama dua tahun ini berantakan.
"Aku tahu tapi aku tidak punya keberanian untuk mengungkapkan identitas ku yang sebenarnya apalagi keadaan ibuku yang menderita bipolar setelah ayahku meninggal semakin membuatku tidak berdaya." Pasrah Rendy dengan keadaannya. Satu hal yang ia yakini suatu saat Ia kembali dan akan menebus semuanya.
"Kay aku kembali untukmu, aku akan mengganti semua yang sudah terlewati selama dua tahun ini," imbuh Rendy dengan mata penuh harap.
"Apa bagimu mempermainkan hati itu adalah hal yang semudah ini. Kau berbuat sebanyak ini dan kau kembali dengan ucapan yang begitu mudah, apa kau gila! Kau yang membuatku mengalami kesulitan jadi sebaiknya kau menjauh dari hidupku, dulu dan sekarang bagiku kau sudah mati!" tegas Kayla.
"Kay maafkan aku, aku hanya ingin kau tahu dulu dan sekarang yang aku lakukan karena aku sangat mencintaimu. Hubunganmu dan Ricky aku yang mengatur jadi aku lah yang akan menyelesaikan."
"Cukup! Aku tidak ingin dengar lagi, mulai hari ini aku tidak ingin melihatmu!" tegas Kayla penuh penekanan. Tidak ada lagi yang tersisa antara dia dan Rendy hanya sebuah rasa sakit yang selamanya tidak akan hilang.
"Ayah!" pekik Jeni dari balkon rumah itu. Seketika Kayla yang sedang meniti tangga berlari ke arah suara itu.
"Cepat panggil ambulans!"
.
.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya dokter keluar dari ruang pemeriksaan.
"Bagaimana keadaan Ayah saya dokter?" Kayla yang sejak tadi menitikkan air mata langsung menyerbu dokter dengan pertanyaan cemasnya.
"Kondisi pasien sangat kritis ini berbeda dengan pemeriksaan terakhir kali. Tubuh pasien mengalami penolakan organ sehingga terjadi komplikasi yang serius, kita hanya bisa menunggu mas kritisnya berakhir namun jika tidak kami tidak bisa melakukan tindakan apapun," jelas dokter.
"Dokter anda seorang dokter jadi lakukan tugas anda, kenapa anda tidak memberi ayahku harapan hidup!" Kayla yang sudah sangat emosi mencengkram kerah baju dokter itu.
"Kay hentikan dokter bukan Tuhan jadi-"
"Kau penyebab semua ini, semua karena kesalahanmu!" sergah Kayla. Ia menunjuk Rendy sambil menatap penuh kebencian.
"Kau yang sudah ...." Belum juga selesai berkata-kata tubuh Kayla limbung. Tangan sigap Rendy segera menahannya.
"Dokter!"
.....
Kondisi Kayla yang begitu lemah karena sedang mengandung terlebih kondisi keluarganya membuat Kayla berhati-hati tidak sadarkan diri.
Dalam mimpi Kayla.
"Ayah maafkan Kay karena Kay membohongi ayah Kay hanya ingin ayah tetap hidup."
"Ayah tidak menyalakan mu Kay. Harapan Ayah, kau akan bahagia. Berjanjilah untuk hidup bahagia." Arman tersenyum membelai wajah Kayla sekilas lalu membalikkan badan melangkah pergi.
"Ayah kau tidak boleh pergi, jangan pergi!" teriak Kayla dengan air mata mengalir deras di pelupuk matanya.
"Kay bangun Kay bangun!" Ricky yang panik mengguncang tubuh Kayla berusaha membangunkannya.
"Ayah!" pekik Kayla lagi setelah benar-benar terjaga dari tidur panjangnya.
"Dimana ayahku, aku mau melihatnya sekarang." Kayla hendak beranjak dari ranjang namun segera ditahan Ricky.
"Kau masih lemah sebaiknya istirahat dulu!" perintah Ricky kembali menyelimuti tubuh Kayla namun Kayla terus meronta ingin melihat ayahnya.
"Kay ingat kau sedang mengandung kau tidak boleh tidak menjaga diri!" bentak Ricky yang sudah tidak bisa mengendalikan diri karena tidak mungkin bagi Kayla untuk melihat ayahnya. Hal satu-satunya yang dapat Ia lakukan adalah memikirkan kesehatannya juga bayi di dalam rahimnya.
Melihat sikap Ricky membuat Kayla menyadari sesuatu.
"Apa yang sebenarnya sedang kau tutupi, aku hanya ingin melihat ayah bukan melakukan kejahatan. Ricky aku mohon aku akan menjaga diri setelah melihat ayah." Kayla terus memohon dengan wajah memelas juga nada kerapuhan yang mendalam.
"Kay sadarlah ayahmu sudah meninggal."
Jgeeerrrr!!!
______________________________
TBC
Beberapa hari menjelang lebaran author banyak kesibukan jadi karena alasan itu suka telat update nya. Sambil menunggu bisa baca karya author yang lainnya terimakasih😊🙏