Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 59. Jangan Menikah!



HAPPY READING 😊


...----------------...


Dalam perjalanan Ziva mencoba menghubungi Keyla namun tidak diangkat.


"Mungkinkah Keyla sudah tidur?" batin Ziva. Ia kemudian menulis pesan singkat kalau dia dalam perjalanan menuju Jakarta.


Beberapa kali Ziva menghela nafas membuat Arsha merasa bersalah namun juga mengkhawatirkan istrinya itu.


"Sudah sayang tenanglah semua akan baik-baik saja." Menggenggam tangan Ziva sekilas lalu kembali fokus ke setirnya. Genggaman tangan Arsha membuat Ziva sedikit merasa lega.


Sekitar pukul satu malam Ziva dan Arsha menginap di hotel karena tidak mungkin Ia langsung ke rumah Keyla sedang Keyla belum juga membaca pesan singkat yang dikirimnya.


***


Keyla membuka matanya saat alarm di ponselnya terus berderit. Sebelum beranjak dari tempat tidur Ia terlebih dulu memeriksa ponselnya mungkin saja ada sesuatu yang penting. Beberapa kali panggilan masuk juga pesan singkat dari Ziva. Keyla langsung melompat dari ranjangnya setelah membaca pesan singkat dari Ziva yang mengatakan Ia dalam perjalanan ke Jakarta.


"Yes, yes." Keyla berdecak senang. Ia kembali membaca pesan itu. "Pesan ini dikirim tadi malam berarti Ziva sudah berada di Jakarta. Aku harus segera menghubunginya."


Keyla menekan tombol telepon balik ke ponsel Ziva.


"Hai sayang, beneran kamu udah ada di Jakarta?"~ Keyla.


"Temui gue di kafe biasa jam 8 pagi."~Ziva.


"Nggak bisa, gue di pingit. Dateng aja ke rumah."~Keyla.


"Ok gue siap-siap dulu, dah ya."~Ziva.


Tut ... tut. Telepon terputus.


.


Belum juga turun Keyla sudah menyambutnya dengan membuka pintu mobil. Pelukannya langsung mendekap tubuh Ziva dengan erat.


"Gue seneng banget akhirnya elo bisa datang, mana Twins?" Keyla mengurai pelukannya dan mencari keberadaan twins saat yang ada di hadapannya hanya Ziva dan Arsha.


"Sudah itu nggak penting, ada hal penting yang pengen gue sampaikan sama elo." Ziva menarik tangan Keyla masuk ke dalam rumah mewah itu.


"Soal apa sih?" Keyla menepis tarikan tangan Ziva.


"So- ." Ziva menghentikan ucapannya saat Keyla yang menepis tangannya dan malah menggandeng tangan suaminya. Ia menghela nafas panjang dengan kelakuan konyol Keyla yang tidak pernah berubah.


Ziva melangkah lebih dulu sementara Keyla yang menggandeng tangan Arsha mengekor di belakangnya.


"Bagaimana jika calon suami elo tahu pasti bisa salah paham!" kesal Ziva melupakan amarahnya.


"Alah setelah ini gue nggak bisa lagi gandeng Oppa, ini terakhir kalinya Ziva." Keyla langsung berpindah menggandeng tangan sahabatnya yang sedikit jealous akan sikapnya.


Ketiganya kini sudah duduk di balkon kamar Keyla.


"Ada apa sih penting banget kayaknya, kan gue yang mau kawin kenapa elo yang tegang." Keyla merasa aneh melihat aura tegang di wajah Ziva juga Arsha.


"Key sebaiknya elo nggak usah menikah dengan Alvin, Kak Arsha tidak serius mengatakan untuk merebut hati Alvin. Elo jangan korbankan diri elo demi kamu." Ziva menatap nanar wajah Keyla lalu berpindah menatap suaminya.


"Ini maksudnya apa sih?" Keyla menatap bingung Ziva lalu berpindah ke Arsha.


"Key mengenai permintaanku beberapa bulan lalu bukan berarti kau harus mengorbankan diri sampai harus menikahi Alvin," jelas Arsha.


Keyla mencerna ucapan dari kedua orang di depannya itu namun reaksi berbeda ditunjukkan Keyla karena saat itu ucapan serius Ziva dan Arsha ditanggapi Keyla dengan tertawa. Baik Ziva maupun Arsha keduanya menatap bingung akan reaksi aneh Keyla.