
Happy Reading 😊
Alvin pulang ke apartemennya setelah pulang kerja namun lagi-lagi Keyla tidak berada disana. Sejak beberapa hari ini Keyla terus pulang ke rumah orang tuanya sejak Kayla tinggal disana.
"Kau bahkan melupakan tugasmu sebagai seorang istri!" Alvin berdecak kesal menatap foto Keyla. Foto pernikahannya dengan senyum bahagia namun semua rasanya semu karena nyatanya pernikahannya tidak sebahagia senyum dalam foto itu.
Alvin mengusap kasar wajahnya. Tiba-tiba Ia teringat dengan wanita yang ditemuinya tadi. "Wanita itu sungguh mirip Ziva .... Ah kenapa jadi aku memikirkan wanita lain." Sesaat Alvin hanyut dalam pikirannya namun tersadar.
Di saat yang bersamaan pintu apartemennya di buka dari luar. Seseorang masuk ke dalam yang tidak lain adalah Keyla.
"Kau sudah pulang, aku pikir kau masih di kantor." Keyla berbicara sambil terus melangkah menuju kamarnya membuat Alvin benar-benar diabaikan. Sejak awal memang Keyla orang yang sangat cuek bahkan Ia tidak bisa bersikap manis seperti wanita pada kebanyakan umumnya. Alvin menyadari hal itu namun semakin lama sikapnya itu membuat hubungan pernikahan keduanya sangat hambar.
Alvin bangkit dari duduknya melangkah menuju kamarnya saat itu Keyla tengah berada di kamar mandi.
Drt ... drt.
Ponsel Keyla bergetar membuat Alvin yang baru saja masuk langsung terfokus pada ponsel Keyla yang berada di atas nakas. Nama Medina yang tertulis di layar ponsel Keyla. Alvin berbicara seperlunya setelah itu mengakhiri panggilan telepon itu.
"Siapa sepertinya aku mendengar kau tadi sedang berbicara?" Keyla yang baru keluar dari kamar mandi melihat suaminya menaruh kembali ponselnya.
"Itu tadi Medina katanya ngajak makan malam di restoran ******," jelas Alvin.
Setelah mengonfirmasi ulang pada Medina yang menginginkan Keyla datang bersama Alvin. Keyla bersiap-siap sementara Alvin masih membersihkan diri.
Keyla buru-buru berbicara pada Alvin untuk pergi bersamanya. Sebenarnya Medina sudah berbicara langsung pada Alvin tadi namun Alvin sengaja tidak mengatakan Medina turut serta memintanya datang agar Keyla sendiri yang memintanya.
"Al malam ini bisa pergi denganku nggak?" tanya Keyla tanpa basa-basi.
"Kemana?" Alvin menjawab dengan ekspresi dingin.
"Bisakah kau bersikap lebih lembut padaku, sedikit agresif," protes Alvin dengan sikap Keyla.
"Lembut, agresif apa itu aku tidak tahu."
Keyla memang sangat konyol dalam sebuah hubungan bahkan Ia tidak tahu bagaimana seharusnya bersikap.
"Sudah lah, aku bersiap sekarang." Alvin yang tidak bisa menjelaskan lebih lanjut memilih tidak menjelaskan ucapannya. Ia memilih bajunya sendiri di lemari. Ya dari segi apapun Keyla tidak becus mengurus Alvin membuat Alvin hanya bisa menggeleng. Sebagai seorang istri seharusnya mempersiapkan apa keperluan suaminya tapi Keyla berbeda.
Setelah keduanya siap Alvin dan Keyla bergegas pergi menuju tempat janjian. Perjalanan itu sangat hening baik Alvin maupun Keyla hanyut dalam pikiran masing-masing.
Sekitar dua puluh lima menit akhirnya mobil mereka berhenti tepat disebuah Mall.
Alvin dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Keyla lalu mengulurkan tangannya membantu Keyla turun dari mobil. Keduanya melangkah masuk Mall lalu menuju restoran tempat mereka janjian.
Nampak disana Medina beserta suaminya Arif serta tamu yang tidak Keyla sadari juga ikut datang.Ya dialah Ziva yang datang bersama suaminya Arsha.
"Wah acara apa sih ini kenapa ada Ziva juga?" Keyla yang sudah cipika cipiki Medina langsung berpindah ke Ziva.
"Anniversary Medina nih yang ke satu," jelas Ziva.
"Gue kangen banget sama elo." Keyla memeluk tubuh Ziva sangat erat.
"Kenapa cemberut banget pengantin baru ini?" Ziva menatap wajah Keyla setelah mengurai pelukannya lalu berpindah ke Alvin. Baik Keyla maupun Alvin hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Ziva.
"Entah mengapa melihatmu selalu bahagia dan setiap kali tambah bahagia. Kau memilih pria yang tepat Va," gumam Alvin dalam hati.
Pasangan Arsha dan Ziva memang selalu membuat siapapun iri dengan kebahagiaan keduanya yang selalu terpancar bahkan bisa membuat orang disekitarnya ikut bahagia. Kebahagiaan itu yang kini tidak didapat oleh Alvin karena bagaimanapun juga Keyla selalu cuek bahkan setelah Ia mengatakan keluhannya itu Keyla juga tidak mengerti.