Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 111. Bertemu Calon Mertua ( BTS 2 )



Happy Reading 😊


Setelah acara makan itu berakhir dengan kesimpulan pernikahan Kayla dan Ricky dilakukan secepatnya setelah Ricky membawa orang tuannya untuk melamar sekaligus memutuskan tanggal pernikahan.


"Ayo masuk." Ricky membukakan pintu mobil untuk Kayla.


Mobil pun melaju setelah keduanya naik ke mobil. Selama perjalanan Kayla terus terdiam membuat Ricky merasa bersalah karena mungkin sikapnya yang berlebihan tadi.


"Ibu Kayla maafkan saya jika terlalu berlebih-lebihan tadi saya hanya-"


"Bukan salah kamu Ricky hanya saja aku merasa bersalah karena telah membohongi keluargaku seandainya semuanya bukan seperti ini pasti ...." Kayla tidak bisa meneruskan kata-katanya karena air matanya sudah menitik. Bukan jalan seperti ini yang diinginkannya tapi jika tidak melakukannya mungkin kesehatan ayahnya semakin memburuk dan selama itu Kayla tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. 22 tahun ayah dan bundanya baru bisa bersama tapi setelah bersama waktu itu terasa singkat karena Dokter menvonis umur ayahnya sudah tidak lama lagi.


"Jangan menangis, percayalah kita berdua akan membuat ayahmu bahagia dan mau menjalani pengobatannya." Ricky memeluk tubuh Kayla setelah menepikan mobilnya. Sejak lama Ricky mengetahui masalah Kayla karena Kayla tidak hanya menganggapnya asisten namun juga sahabat tempat berbagi.


"Entah mengapa ucapan Ricky membuat ku percaya jika ada keajaiban," gumam Kayla.


Setelah mendengar kata-kata yang membuat Kayla merasa bersemangat Ia akan melakukan semuanya demi ayahnya, lebih cepat lebih baik.


"Ricky bagaimana kita ke rumah orang tuamu, seperti katamu tadi secepatnya kita harus membuat ayahku bahagia dan bersedia menjalani transplantasi jantung di Singapura."


Seperti sebelum-sebelumnya Arman selalu menolak untuk menjalani transplantasi jantung karena kemungkinan hidup hanya 50% itu membuatnya lebih baik menggunakan sisa hidupnya untuk terus bersama keluarganya juga menemukan suami untuk Kayla.


Setelah perjalanan cukup panjang mobil Ricky yang merupakan mobil kantor berhenti di sebuah halaman yang rumah yang cukup sederhana.


Keduanya turun. Kayla menatap rumah Ricky seksama seolah mengingatkannya pada keadaannya dulu tinggal di rumah seperti ini.


"Bagaimana Bu Kayla apa anda masih bersedia menikah dengan pria miskin sepertiku?"


"Ayo." Ricky melangkah lebih dulu disusul Kayla yang mengekor dibelakangnya.


Kedatangan Kayla disambut Ibu juga ayah Ricky dengan suka cita karena selain cantik Kayla juga sangat ramah dan sopan walaupun dari kalangan atas.


"Ibu dan Ayah Ricky akan secepatnya datang melamar Nak Kayla tapi kami orang tidak mampu yang hanya bisa mengandalkan badan saja." Ibu Ricky merasa rendah diri dengan keadaan mereka yang jauh berbeda dengan keluarga Kayla.


"Bibi dan Paman tidak usah sungkan keluarga kami menerima apapun dan tidak membedakan status seseorang. Kami pasti menunggu kedatangan kalian dengan senang hati." Kayla berucap dengan lembut membuat orang tua Ricky benar-benar bahagia calon menantu mereka benar-benar wanita yang sempurna.


Setelah pertemuan dengan orang tua Ricky, Ricky mengantar Kayla pulang.


"Terima kasih Kayla karena kamu mau menerima keadaan keluargaku dengan sangat baik. Sebelumnya aku selalu takut membawa gadis pulang tapi kamu menerima keadaanku tanpa mempermasalahkannya."


"Oh iya karena terlalu fokus dengan masalahku sendiri, bagaimana pacarmu apa tidak keberatan atau kau ingin aku mengatakan pada pacarmu tentang ini?" Kayla hampir melupakan status Ricky karena bagaimanapun juga Ricky terlalu tampan untuk tidak memiliki pacar.


"Aku terlalu sibuk untuk berpacaran karena dari hari Senin sampai Minggu bahkan selalu bersamamu," jelas Ricky yang secara tidak langsung mengingatkan Kayla betapa Ia mengikat pria itu selama ini.


"Kau pasti kesulitan selama ini." Kayla mengusap bahu Ricky. Pria yang memang dipastikan selalu bersamanya selama dua tahun ini. Sebenarnya secara pribadi Kayla tidak menampik punya perasaan pada Ricky namun ia sadar diri karena umurnya jauh lebih tua.


Keduanya saling menatap dalam diam membuat Kayla lagi-lagi salah tingkah.


"Sudah malam aku turun dulu. Sampai jumpa besok Ricky." Kayla buru-buru turun karena tidak ingin semakin salah paham dengan perasaannya sendiri.


Melihat Kayla yang terburu-buru pergi membuat Ricky menahan tawa.