Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 88



Happy Reading 😊


Kebahagiaan yang sudah lama dimimpikan Keyla juga Kayla akhirnya terwujud. Keyla yang sedari kecil tidak mendapat kasih sayang seorang ayah kini bisa mendapatkannya dari Arman sebaliknya Kayla bisa mendapatkan kasih sayang dari Jeni.


Baik Kayla maupun Keyla bergelayut manja di pelukan bunda dan ayahnya.


"Kalian ini sudah pada dewasa masih kekanak-kanakan seperti ini," protes Jeni menatap kedua putrinya bergantian lalu beralih ke Arman yang juga tidak mengerti dengan sikap manja kedua putrinya.


"Pokoknya kalian berdua harus mengganti kasih sayang yang kalian lewatkan dulu," tuntut Keyla.


"Betul, Kakak setuju Key." Kayla ikut menimpali ucapan Keyla.


Baik Arman maupun Jeni hanya bisa menggeleng dengan keinginan kedua putrinya.


"Kau ini bagaimana jika suamimu tahu pasti cemburu," protes Arman dengan perlakuan Keyla. Ya saat itu Keyla menatap wajah tampan ayahnya penuh kekaguman.


"Dia nggak akan cemburu karena dia seharusnya tahu Ayah cinta pertamaku, lagian dia tidak disini." Keyla semakin mendekap tubuh ayahnya.


Sore tadi sebelum acara selesai, Alvin harus terbang ke Surabaya menyelesaikan masalah pekerjaan yang mendesak. Sementara Hendra memutuskan kembali ke pulau pribadi miliknya.


"Bagaimana apa Ayah akan berbulan madu sama Bunda terus apa Ayah akan membuat adik untuk kita?" Pertanyaan konyol dilontarkan Keyla membuat Jeni langsung tersedak karena saat itu tengah menyeruput teh.


"Kau jangan konyol Key bagaimana mungkin kau yang seharusnya memiliki anak lalu memiliki adik." Kayla menggeleng tidak mengerti dengan pikiran konyol Keyla.


"Jangan bodoh, Bunda dan Ayah hanya akan fokus memberikan kasih sayang Bunda pada kalian juga mungkin pada cucu Bunda nanti. Bagaimana apa belum ada tanda-tanda?" tanya Jeni setelah cukup berpikir bagaimana menjawab pertanyaan dari Keyla dan bahkan berusaha mengalihkan arah pembicaraan itu.


Mendengar pertanyaan menuntut dari bundanya, Keyla menjadi salah tingkah. Bagaimana Ia harus menjawab sedangkan selama dua bulan ini hubungan intimnya dengan Alvin bisa dihitung dengan jari.


"Mau kemana Kay?" tanya Jeni. Ya saat itu Kayla beranjak dari duduknya.


"Kay lelah Bunda." Singkat Kayla melangkah pergi.


.


.


Keduanya kini tidur di ranjang yang sama. Ini kali pertama duo k tidur bersama sebagai saudara. Kepergian Alvin untuk urusan pekerjaan secara tidak langsung memberi Keyla kesempatan untuk bisa menghabiskan waktu bersama keluarganya. Keluarga utuh yang sudah lama diinginkannya.


"Uhuk. Uhuk." Keyla terbatuk-batuk mendengar pertanyaan dari Keyla. Pertanyaan yang menurutnya Ia sendiri tidak tahu jawabannya. Bagaimana Ia bisa menjawab sementara Rendy hanyalah alasan baginya agar saudara kembarnya itu tidak merisaukannya setelah pernikahannya dengan Alvin.


Jauh di lubuk hati Kayla masih belum bisa melupakan Alvin. Pria yang sudah lama berada di hatinya yang kini menjadi adik iparnya. Kayla tahu tidak benar jika Ia masih menyimpan hati untuk adik iparnya itu namun waktu. Ya hanya waktu yang bisa menghilangkan pria itu dari hatinya. Pada saatnya Kayla berharap ada seorang pria tulus yang bisa mengalihkan hatinya dan membuatnya jatuh cinta.


"Kay!" Sentak Keyla karena saudara kembarnya itu malah melamun bukannya menjawab pertanyaannya.


"Kau ini panggil aku Kakak!" Kayla kesal karena Keyla masih memanggil namanya secara langsung.


"Kau ini hanya selisih sepuluh atau dua puluh menit tapi kau berlagak lebih tua dariku," protes Keyla.


"Iya aku memang lebih tua sepuluh atau dua puluh menit darimu jadi panggil aku Kakak!" tegas Kayla tidak ingin dibantah.


"Iya Kak. Puas?" Keyla mencubit kedua pipi Kayla dengan gemas.


"Ah sakit Key." Kayla langsung berbalik badan memunggungi Keyla karena tidak ingin menjadi sasaran cubitan adiknya sementara Keyla tersenyum nyengir dengan sikap Kayla yang merajuk.


"Oh iya tadi kamu belum jawab pertanyaanku bagaimana hubunganmu dengan kak Rendy?"


"Kay!" sentak Keyla karena Kayla tidak menjawab pertanyaannya. Saat Keyla menatap wajah Kayla ternyata saudara kembarnya itu sudah tertidur.


"Dasar kau baru sesaat malah sudah tidur." Keyla berdecak kesal lalu kembali ke tempatnya. Sebenarnya Ia masih ingin mengobrol namun Kayla malah lebih dulu tertidur.