Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 86



Happy Reading 😊


Keyla berlari menuju kamar. Ia benar-benar sangat malu dengan apa yang dilakukannya tadi. Ia langsung berlari demi menyembunyikan wajah malunya. "Oh ya ampun aku malu sekali."


Dari arah pintu Alvin tersenyum menatapnya wajah konyol Keyla. Ya bahkan wajah istrinya itu seperti udang yang kepanasan merah merona.


"Aku harus membersihkan wajahku dulu sebelum tidur." Keyla yang menyadari Alvin berjalan ke arahnya bergegas menuju kamar mandi.


Grep


Alvin dengan sigap menahan lengan Keyla lalu menarik mendekat ke arahnya.


"Malam ini kau begitu menggoda bagaimana jika kita memainkan satu permainan atau dua. Tidak, tiga, bisik Alvin di telinga Keyla.


"Permainan apa maksudnya, aku harus berpikir jangan sampai aku mengecewakannya," gumam Keyla dalam hati.


Keyla tersenyum menutupi rasa canggungnya karena saat ini Alvin memeluknya dengan erat. Tidak seperti pengantin baru pada umumnya pasangan Alvin dan Keyla bahkan jarang melakukan hubungan suami istri. Selama sebulan ini bahkan bisa di hitung dengan jari jadi bayangkan saja hambarnya hubungan keduanya.


Bersikap lembut dan tunjukkan rasa cinta itu yang dipikirkan Keyla saat ini. Tanpa berpikir panjang Keyla langsung melucuti pakaiannya sesaat Alvin mengurai pelukannya.


"Tidak aku sangka dia bisa seagresif ini tapi bagus lah," gumam Alvin.


Alvin tidak menyia-nyiakan kesempatan segera Ia membopong tubuh Keyla yang sudah polos ke ranjang. Kini posisi Alvin tepat berada di atas tubuh polos Keyla.


"Jangan menyesal jika aku melakukan sesuatu padamu, kau yang mulai." Alvin tersenyum menyeringai. Dilumatnya bibir Keyla dengan rakus hingga menginci tiap lekuk tubuh Keyla sementara Keyla hanya bisa mendesah penuh nikmat.


.


.


Setelah pergulatan panas itu Keyla lebih memilih tidur memunggungi Alvin. Lagi-lagi Keyla malu dengan keagresifan tadi namun bukannya dibuat kenyataannya Ia begitu menikmatinya seakan menyerahkan tubuhnya untuk diberi dan memberi kenikmatan satu sama lain.


"Bukannya kita sudah menikah jadi hal yang wajar jika seorang istri agresif untuk menggoda suaminya," lirih Alvin di telinga Keyla. Ia mendekap tubuh Keyla.


"Tetap saja aku malu," gumam Keyla.


Lagi-lagi pria itu bisa mendengar ucapannya dalam hati.


"Kau benar-benar bisa mendengar batinku bicara?" telisik Keyla.


"Tentu saja jadi jangan berbicara dalam hati ucapkan semua yang ingin kau ucapkan." Alvin menyeringai dengan ucapannya sementara Keyla menatap Alvin dengan perasaan tidak percaya karena bagaimana mungkin ada seseorang yang bisa membaca pikiran.


"Oh iya ngomong-ngomong saat aku ke kantormu beberapa hari lalu nggak sengaja nemuin foto kakek dan seorang wanita. Kenapa foto Kakek ada di mejamu dan apa hubungan kakek dengan wanita itu?" selidik Keyla kembali mengingat kejadian beberapa hari lalu. Keyla ingin menanyakan namun karena kesibukan masing-masing baru sekarang Ia mengingatnya.


"Ah itu ...." Alvin tidak bisa meneruskan kata-katanya. Bagaimana Ia akan menjelaskan sedangkan foto itu sebenarnya adalah aib yang tidak seharusnya diketahui Keyla. Alvin berpikir keras bagaimana cara memberi alasan itu.


"Ah itu apa?" Desak Keyla karena Alvin tidak segera meneruskan penjelasannya.


"Itu hanya. Oh iya dimana foto itu sekarang?" Alvin tidak meneruskan penjelasannya dan malah menanyakan keberadaan foto itu karena jika foto itu jatuh ke tangan orang lain terpenting mertuanya semua akan kacau.


"Apa mungkin itu selingkuhan kakekku? sepertinya foto-foto itu bukan pose yang biasa karena terlihat begitu mesra." Keyla ternganga dengan pikirannya sendiri.


"Apa aku benar?" sambung Keyla menatap Alvin penuh tanya.


"Itu tidak penting yang terpenting dimana foto itu sekarang?" desak Alvin.


"Aku meninggalkan foto itu di laci kamar,," jelas Keyla.


"Ambil sekarang, berikan padaku!" perintah Alvin.


"Bukan kamar ini tapi laci kamar di rumah bunda."


"Oh tidak kau!" Alvin benar-benar tidak bisa berpikir lagi jika foto itu dilihat mertuanya bisa panjang urusannya.


"Ada apa, cepat jelaskan!"


"Sudah lah sebaiknya kau tidur besok pagi-pagi kita ke rumah bunda untuk mengambil foto itu!" tegas Alvin mematikan lampu tidur membuat Keyla mau tidak mau mengikuti perintah suaminya padahal dalam pikiran banyak sekali pertanyaan, juga perkiraan yang butuh penjelasan dari seorang Alvin.