
Happy Reading 😊
"Oh iya ngomong-ngomong kemana Kinara, Key?" tanya Ziva setelah cukup lama tidak ada tanda Kinara datang.
"Gue juga nggak tahu gue hubungi juga nggak aktif nomernya," imbuh Medina.
Keyla kembali mengingat Kinara yang mengundurkan diri dari pekerjaannya namun karena kesibukannya Ia bahkan belum menanyakan apa alasan sahabatnya itu mengundurkan diri.
"Entahlah Sebulan yang lalu Kinara mengundurkan diri, gue sibuk banget bahkan belum menanyakan alasannya," jelas Keyla.
Sementara para istri terus mengobrol para suami hanya diam menyimak.
"Alvin apa kabar, bagaimana apa kalian sudah merencanakan bulan madu?" Ziva yang sedari memperhatikan Alvin yang nampak terlihat bosan akhirnya memberanikan untuk bertanya tentunya sudah bertanya pada suaminya lebih dulu hingga tidak akan terjadi salah paham.
"Kami sama-sama sibuk," jelas Alvin singkat.
"Oh begitu."
Ziva tahu betul bagaimana sikap Keyla yang cuek bahkan terlihat tidak ada raut kebahagiaan pada wajah pengantin baru itu.
"Oh iya temenin gue belanja baju baby dulu yuk?" tawar Medina. Ya Medina yang sedang hamil tujuh bulan itu berencana membeli baju bayi mumpung sedang berada di Mall juga ada keduanya sahabatnya. Ide Medina langsung diangguki Ziva karena niat Ziva ingin berbicara pada Keyla dipermudah Medina dengan ajakan Medina.
"Sementara kita pergi kalian para suami harus akrab ya," ucap Ziva sebelum pergi. Tidak lupa Ia mencium pipi Arsha sebelum pergi.
"Jangan lama-lama ya?" Arsha seakan tidak ingin melepas tangan Ziva padahal hanya pergi sebentar.
"Medina janji kak Arsha nggak akan lama-lama segera Zivanya nanti aku kembalikan." Medina yang gerah dengan sikap pasangan itu akhirnya angkat bicara.
"Ziva kau memang luar biasa seandainya Keyla sepertimu pasti aku bahagia Arsha juga tidak ingin lama-lama berpisah darimu," gumam Alvin.
Setelah berpamitan ketiganya melangkah pergi menuju toko khusus peralatan bayi di Mall itu.
"Va cepat bicara pada Keyla!" perintah Medina. Tidak hanya Ziva, Medina pun merasakan aura tidak bahagia pengantin baru itu hingga sejak tadi Medina juga mencari kesempatan untuk bisa berbicara pada Keyla. Sumber dari masalahnya pasti pada Keyla membuatnya harus berbicara padanya.
"Kalian kenapa sih?" Keyla yang tidak mengerti tatapan aneh kedua sahabatnya mempertanyakannya.
"Key bagaimana hubunganmu dengan Alvin?" Ziva memulai penyelidikannya.
"Hubungan gue baik-baik saja kenapa malah membahas hubungan gue? Na anak loe cewek apa cowok?" Jelas Keyla lalu fokus pada Medina dengan pertanyaannya.
Saat itu Ziva menarik tangan Keyla duduk di sebuah kursi di toko itu.
"Bersikap lebih lembut juga luangkan waktumu untuk Alvin. Jangan terlalu cuek jika hubungan seperti itu bagaimana kalian akan bahagia paling tidak tunjukan rasa cintamu padanya," jelas Ziva.
"Memang sih akhir-akhir ini hubungan kami cukup renggang Va karena kesibukan kita masing-masing tapi untuk sekarang ada Kayla yang membantu di kantor jadi aku bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk Alvin."
"Berikan surprise kecil seperti memasak atau paling tidak berdandan lah yang cantik atur pergi bersama sekedar nonton itu cukup membantu. pokoknya aku ingin kau dan Alvin bahagia, kau mengerti?"
Keyla mengangguk lalu kembali memeluk tubuh sahabatnya itu dengan erat karena sebelumnya Ia memang ingin menanyakan hal-hal tentang semua itu pada Ziva namun sekarang Ia sudah cukup jelas karena mendengarnya langsung dari mulut Ziva.
.
.
Setelah acara makan malam bersama itu pikiran Keyla sedikit terbuka tentang hubungan suami istri yang lebih romantis. Keyla yang sadar kurang peka terhadap Alvin akan mencoba memperbaiki diri.
"Alvin bagaimana kalau Minggu ini kita pergi nonton?" tawar Keyla. Keyla bergelayut manja di bahu Alvin saat keduanya menaiki lift menuju apartemen milik mereka.
"Kenapa tiba-tiba, apa yang terjadi?" gumam Alvin. Ia merasa ada yang aneh Keyla tiba-tiba berinisiatif menawarkan pergi ke bioskop bersamanya.
"Kau tidak ingin pergi denganku?" Keyla terlihat kecewa.
Ting
Lift terbuka. Keyla melangkah lebih dulu meninggalkan Alvin namun dengan cepat Alvin mengejarnya.
"Kenapa marah, aku tidak bilang tidak mau kan."
Seketika Keyla menghentikan langkahnya setelah mendengar ucapan Alvin.
"Jadi kau mau?" Keyla berdecak senang dan langsung memeluk tubuh Alvin karena saking bahagianya namun segera melepasnya lalu mengecup pipi Alvin sekilas sebelum akhirnya masuk ke apartemen lebih dulu meninggalkan Alvin yang masih termangu dengan apa yang dilakukan Keyla.
"Kenapa aku seperti mendapat bonus padahal itu jelas hal yang normal," gumam Alvin dalam hati. Jantung Alvin bahkan berdebar karena ini kali pertama istrinya itu inisiatif memeluk dan menciumnya. Hal sepele yang benar-benar membuat seorang Alvin bahagia.
"Key tunggu!" Alvin segera masuk mengejar Keyla yang tanpa Ia sadari sudah masuk lebih dulu.