Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 105. Dua Pendamping Tampan



HAPPY Reading 😊


Sepeninggalan Hans, Alvin kesal menendang kursi tunggu di depannya. Di saat seperti ini tidak ada siapapun yang bisa membantunya. Alvin yang sedari tadi menggenggam ponselnya akhirnya memberanikan diri untuk menelepon Ziva. Ia tidak memiliki keberanian untuk meminta langsung pada Arsha.


"Ziva." ~Alvin.


"Alvin, tumben telepon aku. Ada apa?"~Ziva.


"Va, Keyla dia ... dia ingin melahirkan."~Alvin.


"Oh iya aku turut senang."~ Ziva.


"Terima kasih Va tapi aku meneleponmu untuk meminta tolong."~ Alvin.


"Apa, katakan!"~Ziva.


"Kau cepatlah kemari dan tolong bawa Arsha bersamamu."~Alvin.


"Apa, jangan katakan Keyla si tukang ulah itu. Baiklah aku akan segera kesana." ~ Ziva.


Tut ... tut. Panggilan langsung diputus Ziva.


_______________


Satu Jam Kemudian.


Setelah drama yang cukup panjang membuat Alvin remuk jiwa raga akhirnya Ia sedikit lega namun juga merasa aneh. Bagaimana tidak sebagai suami Ia malah tidak diinginkan Keyla dan menyuruhnya keluar dari ruang persalinan. Saat kedatangan Arsha dan Reza Rahadian Ia tidak dibutuhkan lagi. Anehnya lagi bukaan jalan lahir Keyla sempurna setelah kedua pria yang diinginkan berada disampingnya.


"Kau baik-baik saja? minum lah." Ziva yang baru saja kembali dari luar menyodorkan kopi cup ke tangan Alvin yang terlihat sangat cemas menunggu persalinan Keyla di luar ruang persalinan.


"Maaf Va karena sudah merepotkanmu, seharusnya aku yang berada di dalam tapi ...." Alvin tidak bisa meneruskan kata-katanya karena merasa sangat tidak enak hati dengan keinginan konyol istrinya namun Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya.


"Sudahlah, aku sangat mengenal Keyla jadi tidak usah sungkan." Ziva tersenyum menepuk bahu Alvin.


Sementara di ruangan persalinan Keyla tengah berjuang melahirkan baby twins nya didampingi pria tampan yang berada di sisi kanan dan kirinya.


"Aaaaaa," pekik Keyla. Sesuatu menerobos dinding pertahanan itu dengan kuat membuat Dokter terbelalak. Belum juga melakukan arahan bayi itu sudah keluar dengan sendirinya.


Oeekkkk


Tangis bayi pertama pecah.


Selang 5 menit Keyla kembali merasakan perutnya mulas hebat.


"Aaaaa," pekik Keyla. Namun berbeda dengan buang tadi kali ini tangannya meremas perut keduanya pria di sampingnya.


"Aaaaaa," pekik Arsha dan Reza bersamaan.


Ooeeekkkk


Bayi kedua juga telah lahir.


Setelah beberapa saat Dokter juga kedua pria yang mendampingi Keyla keluar.


"Selamat Pak bayinya twins jagoan," ucap Dokter menjabat tangan Alvin. Seketika senyum Alvin langsung mengembang berbeda dengan kedua pria yang menemani Alsa keduanya tampak lesu.


"Mas Reza anda baik-baik saja? Hans kau urus Mas Reza!" Alvin menatap Reza sekilas lalu berpindah ke Hans karena Ia sudah tidak sabar untuk melihat kedua jagoannya dan juga istri tercintanya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Ziva sepeninggalan orang-orang menyisakan dirinya dan Arsha. Ia mengelus wajah suaminya yang lesu.


"Kau lihat orang itu sama sekali tidak menghargai aku berbeda dengan Reza artis itu," keluh Arsha.


"Sudahlah dia sudah tidak sabar melihat putranya, lagian kita kan masih disini mungkin nanti dia katakan." Ziva berusaha membesarkan hati suaminya karena walaupun juga Alvin adalah orang yang pernah berkorban dalam hidupnya demi menyatukan keduanya.


"Kita lihat masuk!" Ziva menarik tangan suaminya mengajaknya masuk.


Terlihat Alvin menggendong salah satu bayinya dan begitu terlihat bahagia.


"Ziva." Keyla tersenyum senang saat melihat sahabatnya itu. Keduanya saling berpelukan mencurahkan kerinduan yang selama beberapa bulan ini mereka lewatkan karena kesibukan masing-masing.