Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 65. Lima Ronde



HAPPY READING 😊


...----------------...


Setelah acara resepsi selesai Alvin dan Keyla pulang ke apartemen Alvin. Sebenarnya papa dan mama Alvin menawarkan untuk menginap di mansion keluarga Handoyo namun Alvin menolaknya. Selain tidak terbiasa tinggal di mansion selama bertahun-tahun, Alvin juga berpikir di apartemen akan jauh lebih baik karena tidak ada yang menganggu malam pertamanya.


Alvin berkali-kali melirik jam di pergelangan tangannya sudah lebih dari tiga puluh menit istrinya itu masuk ke dalam sana namun tak kunjung keluar.


"Apa selama ini mandi?" Alvin berdecak kesal Ia bangkit dari ranjangnya.


"Woi wanita jadi-jadian kau ini mandi atau tidur!" Menggedor pintu dengan kesal.


"Wanita jadi-jadian, awas kau ya!" Keyla berdecak kesal saat pertama kalinya suaminya itu kembali menyebutnya wanita jadi-jadian. Namun sesaat karena saat itu Keyla yang sudah selesai mandi di buat mondar-mandir di kamar mandi yang cukup luas. Apartemen Alvin yang merupakan kelas premium membuat apartemen itu 10 kali lipat lebih luas dari apartemen normal.


Keyla mendekatkan telinganya di pintu kamar mandi itu terdengar keheningan yang menandakan mungkin suaminya itu sudah tidur karena genap satu jam Ia berada di dalam kamar mandi. Keyla keluar dengan mengendap-endap dan benar saja suaminya tidak bergerak di bawah selimut yang menutupinya.


"Aman," gumam Keyla merasa lega.


Keyla naik ke ranjangnya bersiap tidur namun saat melihat susu di meja nakas perhatiannya langsung tertuju pada gelas itu.


"Apa dia membuatnya untukku." Keyla langsung meneguk susu itu tanpa sisa lalu merebahkan tubuhnya tepat di samping Alvin yang sudah tertidur.


Lima menit Ia merasa baik-baik saja namun setelah sepuluh menit Ia merasa gelisah karena tiba-tiba di kamar yang full AC itu Ia merasa kepanasan. Keyla menyibak selimutnya namun entah mengapa itu pun ia masih kepanasan seperti panasnya itu berada di dalam tubuhnya. Tanpa sadar Keyla membuka seluruh pakaiannya hingga polos.


"Ah nyamannya." Ia berdecak nyaman hingga melupakan statusnya saat ini. Ia bahkan lupa disampingnya ada Alvin.


Tiba-tiba tubuh polosnya di dekap dengan erat oleh pria disampingnya.


"Ka kau siapa?" mendorong tubuh pria yang mendekapnya. Penerangan di kamar itu diganti lampu tidur membuat penglihatan Keyla tidak begitu jelas.


"Kau lupa, aku suamimu!" berbisik kesal di telinga Keyla. Hembusan nafas Alvin secara tidak sadar membuat gejolak Keyla semakin naik.


"Sua- ." Belum juga menyelesaikan ucapannya bibir Keyla disambar Alvin penuh tuntutan. Kedua insan yang sama-sama di puncak hasrat, tidak ada penolakan.


"Um." Keyla benar-benar membalas ******* bibir Alvin dengan lihai berbeda saat mereka belum sah. Keyla terus saja mengimbangi permainan pria itu membuatnya semakin berhasrat walaupun sudah sangat berhasrat.


"Kau semakin pintar saja." Alvin kembali menyambar bibir Keyla yang baru saja dilepasnya. Tanpa berlama-lama kedua insan itu menuntaskan hasrat masing-masing.


"Ahh." Alvin memasuki daerah yang sempit dan lembab membuatnya benar-benar senang karena Keyla yang masih bersegel. Sementara Keyla hanya mengerang menahan sakit karena sesuatu menerobos dinding pertahanannya namun rasa sakit itu perlahan menghilang berubah menjadi rasa nikmat yang membuatnya candu. Keyla mencengkram tubuh Alvin hingga kuku-kuku panjangnya menusuk punggung Alvin namun bukannya kesakitan pria itu semakin bertambah panas.


Permainan itu akhirnya berakhir 5 ronde. Tubuh keduanya akhirnya tumbang setelah permainan selama itu keduanya menggebu-gebu.