
HAPPY READING 😊
...----------------...
Setelah menempuh perjalanan Alvin akhirnya sampai di kediaman milik mertuanya. Saat itu kondisi rumah sepi terlihat Keyla sendang berada di kamar bundanya. Entah apa yang terjadi namun Jeni terlihat terbaring dan Keyla mengusap punggung bundanya.
"Bunda istirahat ya, Alvin sudah datang." Keyla yang melihat keberadaan suaminya yang berdiri di depan pintu pamit keluar.Tidak ada respon dari Jeni membuat Keyla langsung keluar tanpa berbicara lebih banyak.
"Kau sudah makan?" Keyla menatap intens wajah suaminya yang terlihat lelah lalu mengusapnya dengan lembut.
Mendengar pertanyaan perhatian dari Keyla seketika Alvin tersenyum senang apalagi setelah beberapa hari istrinya yang bersikap cuek hingga Ia berpikiran macam-macam.
"Aku belum makan tapi aku sungguh kelaparan," bisik Alvin di telinga Keyla.
"Ayo makan dulu jangan sampai kelaparan." Keyla menarik tangan Alvin namun Alvin yang sengaja menahan tubuhnya membuatnya tidak bergerak.
"Kok malah diam katanya lapar?" Keyla berdecak tidak mengerti dengan keinginan suaminya.
"Kau memang polos jadi aku juga yang harus memberitahumu," gumam Alvin dalam hati. Ia langsung mendekap tubuh Keyla.
"Bagaimana jika aku memakanmu terlebih dahulu," bisik Alvin.
"Makan aku, ap-?" ucap Keyla dengan keras membuat Alvin langsung membungkam mulut istrinya yang bar-bar karena saat ini mereka sedang berada di rumah milik orang tua mereka.
"Lepaskan!" pekik Keyla.
Alvin melepas tangannya dari mulut Keyla setelah itu Keyla berlalu pergi meninggalkannya yang masih terpaku dengan keluguan istrinya itu.
"Bik siapkan makan untuk suamiku!" perintah Keyla. Setelah itu Keyla kembali pada suaminya yang masih berdiri di tempatnya. Tidak ada sedikit pun pergerakan hanya tatapan yang terlihat sangat kesal ketika menatapnya.
"Marah?" Keyla tersenyum polos seakan benar-benar tidak menyadari telah mengecewakan hati Alvin.
Alvin membuang muka seketika selesai mendengar pertanyaan konyol dari istrinya itu karena ya itulah istrinya si konyol yang harus diberi tahu segalanya baru akan mengerti.
"Imutnya suamiku." Keyla mengusap gemas wajah suaminya yang terlihat sebal. Alvin tidak menyia-nyiakan kesempatan saat keduanya begitu dekat dengan nafas saling beradu.
Cup.
Alvin ******* bibir Keyla dengan rakus membuat Keyla hanya mengaduh karena bibirnya di gigit oleh Alvin. Keyla yang meronta dari ******* bibirnya terpaksa mengigit bibir Keyla hingga membuat wanitanya itu berhenti bergerak-gerak.
"Huh huh." Keyla menghela nafas sesaat Alvin melepas bibirnya.
"Alvin cepat turunkan aku!" Keyla yang sudah berada di tangan Alvin. Ya saat ini Alvin membopong tubuh istrinya menaiki tangga dipastikan Alvin membawa Keyla naik ke kamarnya.
"No-" Asisten rumah tangga yang ingin memberi tahu makanan sudah siap malah harus melihat pasangan pengantin baru bermesraan.
"Dasar Nona sama Tuan nggak tahu jiwa jomblo ku meronta-ronta melihat mereka," keluh Asisten rumah tangga itu dengan ekspresi terlihat menyedihkan.
"Biarkan mereka, namanya pengantin baru." Seorang Asisten rumah tangga lainnya yang tidak sengaja mendengar keluhan Asisten itu menyahutnya lalu menariknya kembali ke dapur.
"Jangan lakukan disini!" Keyla berusaha melindungi tubuhnya dengan mendekap tubuhnya sendiri dari Alvin yang berusaha melepas pakaiannya.
"Kau mau dimana?"
Lagi Alvin ******* bibir Keyla sementara tangannya berusaha melepas pakaian Keyla. Cara itu cukup ampuh karena Keyla tidak menyadari kini tubuhnya telah polos.
"Ahh kau." Keyla yang tersadar telah bugil reflek menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Melihat sikap malu Keyla, Alvin tersenyum menyeringai.
"Ahh turunkan aku!" Keyla kembali berteriak meronta dari bahu Alvin karena saat ini Alvin sudah mengangkat tubuhnya menuju kamar mandi.
"Aku ingin mandi bersamamu, dan pelan kan suaramu itu jika tidak ingin di dengar bunda!"
Keyla langsung menutup mulutnya sendiri karena Ia baru sadar saat ini Ia tidak berada di apartemen pribadinya namun di rumah bundanya.
"Seberapa banyak aku berteriak-teriak?" Keyla masih dengan polos mempertontonkan kebodohannya di depan suaminya.
Shurrrrr
Alvin mengucurkan shower ke tubuh Keyla. Ia berusaha melepaskan tangan Keyla yang sedari tadi menutupi dua bagian tubuh sensitifnya dari pandangan Alvin.
"Singkirkan tanganmu, biarkan aku menggosok tubuhmu!" perintahnya tidak ingin di bantah.
"Aku ... aku malu," ucap Keyla dengan kepala tertunduk saat itu pipinya memerah dengan sikap malunya.
"Ishh kau ini malu untuk apa, aku sudah melihat semuanya. Biarkan aku membersihkannya untukmu!" menatap kesal. Perlahan Keyla menyingkirkan tangannya hingga keindahan di depan mata Alvin terpampang jelas.
Alvin menelan salivanya dengan susah payah walaupun sudah melakukan dengan Keyla saat malam pertama namun Ia belum benar-benar melihat dengan jelas aset berharga milik istrinya itu.
"Ahhh."
Keyla melenguh saat Alvin dengan rakus menikmati tubuhnya namun entah mengapa Ia malah membiarkan suaminya itu. Tubuhnya tiba-tiba tidak bisa di gerakkan. Keyla seperti merasakan rasa tersengat listrik dengan apa yang dilakukan suaminya. Melihat Keyla begitu menikmatinya Alvin kembali ******* bibir Keyla sementara kucuran shower terus mengguyur tubuh polos keduanya.