Beautiful Twins

Beautiful Twins
Bab 113. Sah ( BTS 2 )



Happy Reading 😊


Keyla memasangkan selendang putih di kepala Ricky dan Kayla sebagai pertanda acara ijab qobul akan segera di mulai.


"Ayah kau harus janji akan berjuang setelah ini, Ayah mengerti," bisik kayla di telinga ayahnya. Arman hanya tersenyum merespon permintaan putrinya itu.


"Baiklah, apa bisa kita mulai acaranya?" tanya penghulu yang akan memimpin acara itu.


.


.


"Sah," ucap Dokter dan perawat laki-laki yang ditugaskan menjadi saksi.


Mendengar itu Kayla menatap Ricky, keduanya saling menatap karena kini hubungan keduanya sudah berubah yaitu suami istri.


Ricky spontan mengulurkan tangannya ke wajah Kayla untuk dicium sebagai pertanda Ia sah menjadi suami Kayla namun Kayla hanya diam membuat Ricky mengedipkan matanya memberi isyarat hanya untuk akting. Kayla pun akhirnya mencium tangan Ricky namun tiba-tiba Ricky menariknya mendekat hingga mengecup kening Kayla.


Kayla yang terkejut dengan sikap Ricky menatap kesal namun juga tidak bisa berbuat apa-apa karena semua orang terpaku pada keduanya.


"Ayah, Ayah," pekik Jeni di detik selanjutnya. Jeni mengguncang tubuh Arman begitu juga Kayla benar juga Keyla. "Ayah!" teriak Kayla.


.


.


Kondisi Arman yang semakin memburuk membuatnya harus diterbangkan malam itu juga menuju Rumah sakit Mount Elizabeth. Hanya Jeni yang menemani Arman sementara Kayla yang ingin ikut terpaksa mengurungkan niatnya karena perusahaan.


Dini hari Kayla baru bisa pulang diantar Ricky.


"Istirahatlah jika kau merasa lelah aku yang akan handle perusahaan besok," ucap Ricky setelah mobilnya berhenti di halaman rumah Kayla.


"Aku baik-baik saja, jangan mencemaskan ku dan kantor urusanku, pulang lah." Kayla membuka pintu mobil keluar dari mobil lalu melangkah masuk.


Tiba-tiba sebuah mobil masuk ke halaman rumah itu membuat Kayla menghentikan langkahnya.


"Kakak ipar kenapa tidak turun?" teriak Keyla menatap mobil Ricky sekilas lalu beralih ke Kayla. "Kak kau kejam sekali menyuruh kakak ipar pulang padahal dia sudah berkorban."


"Berkorban, apa maksudmu?" Kayla menatap penuh Keyla.


"Berkorban menikahi mu tanpa syarat," celetuk Keyla. Spontan Kayla yang kesal ingin menjewer telinga Keyla namun tiba-tiba tangannya ditarik oleh Ricky masuk ke dalam dekapannya.


"Ricky." Kayla menatap kesal namun Ricky tidak mengindahkannya.


"Cinta itu tanpa syarat karena cinta sejati selalu menerima apa adanya, iya kan sayang." Mengecup pipi Kayla dengan lembut.


"Ya ampun so sweet coba saja aku punya suami seperti-" Belum selesai bicara tangan Keyla sudah ditarik paksa oleh Alvin membuat Ricky dan Kayla tertawa.


"Awas kalian ngetawain gue!" teriak Keyla dari kejauhan karena tangannya terus ditarik Alvin masuk ke dalam rumah itu.


"Ayo." Ajak Ricky yang spontan menggandeng tangan Kayla.


Kayla menarik tangannya. "Maaf."


Ricky hanya mengangguk. Kayla lebih dulu masuk disusul Ricky yang mengekor dibelakangnya.


"Masuk Ricky, maaf kamarku sedikit berantakan." Kayla segera membereskan baju yang berserakan di ranjang juga alat make up nya yang acak-acakan di meja rias. "Tadi pagi aku buru-buru mencarimu jadi aku ...." Kayla tidak meneruskan kata-katanya karena terlalu malu sementara Ricky hanya tersenyum.


"Sebenernya aku tidak nyaman bersamamu satu kamar seperti ini tapi bagaimana." Kayla benar-benar bingung bagaimana harus menjelaskan semua pada Ricky karena walaupun sudah sah di mata agama nyatanya pernikahan keduanya adalah sebuah perjanjian belaka.


"Aku mengerti tidurlah di ranjang, aku akan tidur di sofa." Ricky tersenyum lalu membuka jas juga mengendorkan dasi yang terasa mencekik lehernya.


Suasana menjadi hening setelah keduanya menempati posisi masing-masing. Kayla tetep saja tidak bisa memejamkan matanya karena ini pertama kalinya Ia sekamar dengan seorang pria hingga membuatnya waspada.


"Ricky. Ricky." Kayla memanggil tanpa menatap wajah Ricky. "Tidak ada sahutan apa dia sudah tidur?" gumam Kayla bangkit dari ranjang menatap Ricky yang meringkuk di sofa.


"Oh aku lupa memberimu selimut." Kayla bangkit dari tempat tidur membuka lemari mengambil selimut.


Dibentangkannya selimut menutupi seluruh tubuh Ricky. Sekilas Kayla menatap wajah tampan Ricky, seperti halnya gadis di luaran sana Kayla pun menatap wajah tampan itu penuh kekaguman. Sesaat menyadari telah melakukan hal yang tidak seharusnya Kayla buru-buru kembali ke ranjang.