Alvaro

Alvaro
Chapter 6



Hana mengucek matanya lalu memandang langit kamar dengan pandangan kosong.


Tunggu,bukankah ia tadi ada di ruang tamu dan kenapa sekarang dia ada dikamar.


Hana langsung menoleh kearah samping  dan terkejut setengah mati melihat Alvaro tertidur dengan posisi memeluknya dan Alvaro juga tidak memakai baju atasan.


Tunggu,baju atasan? Hana menggeram kesal lalu..


Bukkk..


"Aduhh..."ringis Alvaro sambil mengusap bokongnya yang langsung mendarat di lantai.


Alvaro mengucek matanya lalu menatap Hana yang menatap dirinya dengan garang.


"Siapa yang menyuruhmu memelukku?!"tanya Hana galak.


Alvaro bangun dari jatuhnya lalu mengangkat bahunya tidak peduli.


"Tidak ada."jawab Alvaro seadanya.


"Lagi pula kau tertidur tidak mungkin aku akan membiarkan kau tidur di ruang tamu,aku tidak sejahat itu"sambung Alvaro.


Bukkk...


"Tapi tidak dengan satu kamar sialan!!!"Hana melempar bantal dan mengenai wajah Alvaro.


Alvaro mengambil bantal yang di lempar Hana"sudah di tolong bukannya mengucapkan terima kasih,kau malah marah"ucapnya.


Hana menatap datar"mengucapkan terima kasih untukmu? Mimpi sana"ucapnya.


Hana langsung turun dari kasur Alvaro lalu menatap Alvaro dingin.


Ia berjalan menuju pintu namun sebelum membuka nya Hana membalikkan badannya terlebih dahulu.


"Ini ucapan terima kasih ku padamu"Hana melempar sendal yang ia kenakan dan.


Shoot..


Tepat sasaran,langsung membuat Avaro meringis kesakitan.


Hana berbalik dan menutup pintu kamar Alvaro dengan kasar hingga membuat Alvaro terkejut.


"Kenapa dia kasar sekali untuk ukuran gadis"decak Alvaro dan ia lebih memilih mandi daripada meladeni Hana.


Di dapur..


Hana tidak melihat keberadaan teman Alvaro lalu ia mengangkat bahunya acuh,mungkin mereka sudah pulang


Hana langsung membuat sarapan pancake untuk nya dan juga Alvaro. Jika tidak di buatkan Alvaro pasti mengambil makanan nya lagi.


Ting~


Bunyi handphone milik Hana,ia langsung membukanya.


Jeni


Hana,kau harus


kesini sekarang!!


Me.


Untuk apa? Dimana?


Jeni


Tidak usah banyak tanya


Sekarang kau pergi ke mall


Ada yang ingin aku tunjukan


Padamu,ini penting!!


Me.


Ok. Aku akan kesana


Hana mengerutkan keningnya,kenapa sahabatnya Ini sedikit aneh namun ia lebih cepat membuat pancake dan memakannya.


Alvaro yang baru datang langsung duduk di hadapan Hana dan memakan pancake buatannya dalam diam.


Setelah selesai Hana langsung bergegas ke kamarnya,pergerakan Hana tak luput dari tatapan Alvaro.


"Kau mau kemana?"tanya Alvaro.


"Menemui sahabat ku"ucap Hana.


"Aku antar"ucap Alvaro sambil mengambil kunci motornya.


"Tid--"


Alvaro menatap tajam"aku tidak terima penolakan."


Hana mendengus pasrah lalu menaiki motor sport milik Alvaro dan pergi menuju mall.


∆∆∆


Hana melihat kesana kemari tapi belum menemukan sahabatnya.


Hana menoleh lalu tersenyum"Jeni"ucapnya.


Mereka saling berpelukan sedangkan Alvaro hanya diam menatap mereka sambil sesekali membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.


Membuat dirinya menjadi pusat perhatian perempuan yang datang untuk berbelanja.


"Kenapa kau dengan Alvaro?"tanya Jeni.


Hana gelagapan,tidak mungkin ia akan bilang serumah dengan Alvaro.


"Bukan--"


"Kami serumah"potong Alvaro,Hana mendelik kesal.


Jeni terkejut bukan main lalu menatap jahil kearah Hana"jadi karena itu kau marah padaku?! Karena menyatakan perasaan dengan nya?!"tanya nya.


"Bu-bukan seperti itu"ucap gugup Hana.


Jeni mengangguk paham"ayo,ada yang lebih penting dari ini!"ucapnya.


Jeni menarik tangan Hana menuju sebuah toko di ikuti Alvaro dari belakang.


"Buat apa kita disini?!"tanya Hana bingung.


Jeni melepaskan tangan nya"lihatlah ke depan"ucapnya.


"Bukan kah itu Charles kekasihmu"sambung Jeni.


Hana menatap ke arah yang ditunjukan Jeni,Alvaro pun ikut ke arah yang sama.


Deg..


Mata Hana berkaca-kaca,hatinya sesak. Ia melihat kekasihnya dengan seorang wanita berpelukan mesra.


Tunggu,Hana melihat kembali jadi yang bersama kekasihnya adalah sepupunya. Sepupu terdekatnya,sialan!!


Charles dan Reva,oh god. Jadi selama ini mereka bersama?


Alvaro menepuk bahu Hana yang terlihat di matanya termenung dengan tatapan kosong.


Hana tersentak merasakan tepukan pada bahunya lalu ia menatap Alvaro.


Alvaro terkejut melihat Hana menatapnya dengan tatapan sendu dan berkaca-kaca.


"Are you okay?"tanya Alvaro.


Hana mengusap sudut matanya yang mulai mengeluarkan air mata.


"Fine"Hana menjawabnya dengan suara serak.


Alvaro tau Hana sedang tidak baik-baik saja.


Alvaro menatap kearah depan,sepertinya ia harus memberikan sedikit pelajaran untuk laki-laki yang merupakan kekasih Hana.


Alvaro berjalan perlahan mendekati kedua pasangan yang terlihat mesra namun Hana menahan tangannya.


Alvaro menoleh lalu melepaskan tangan Hana yang berada di lengannya.


"Jangan kesana!"ucap Hana.


Alvaro mengangkat bahunya tidak peduli,yang terpenting di pikirannya adalah memberi pelajaran untuk laki-laki brengsek seperti Charles.


Alvaro berjalan dengan aura yang sangat mengerikan,matanya menatap tajam ke arah Charles yang masih sempat-sempatnya mencium bibir wanita yang berada di sampingnya di depan Hana.


Alvaro langsung menarik kerah Charles kasar dan memukul rahangnya dengan keras membuat Charles langsung jatuh tersungkur.


Bughh~


Alvaro memukul wajah Charles lagi membuat wanita yang berada di sebelah nya memekik takut.


"BRENGSEK!!"Alvaro kembali memukul Charles tepatnya di bagian ulu hatinya.


Bughh~


"Kau menyakitinya sialan!!"


Bughh~


"****!!"Alvaro menendang perut Charles yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai dengan bersimbah darah.


Hana yang melihat itu langsung berlari menghampiri Alvaro,tidak mungkin ia akan membiarkannya membunuh seseorang.


"Alvaro cukup!!"teriak Hana sambil menahan Alvaro yang akan memukul wajah Charles kembali.


Alvaro menghempaskan kerah baju Charles lalu membersihkan tangan nya dengan saputangan yang ia bawa.


Alvaro meludah kearah Charles sambil memegang tangan Hana.


"Kau masih ada waktu lima detik untuk kabur dari sini,sebelum aku benar-benar menghabisi nyawamu!!"ucap Alvaro dengan nada dingin.


Alvaro murka.


∆∆∆


TBC