Alvaro

Alvaro
Chapter 13



Alvaro mengacak rambutnya frustasi tidak ada tanda-tanda keberadaan Hana.


"Tidak ada"ucap Fadhel lelah,ia sudah lelah keliling sekolah sebanyak dua kali bahkan ia sampai mencari ke bawah kolong meja saking frustasi dirinya.


"Benar tidak ada sama sekali"ucap Kris sambil membersihkan keringat di dahinya.


Refin berlari dengan tergesa-gesa menghampiri Alvaro.


"Huh! Aku tidak menemukannya dimana pun"ucap Refin.


Alvaro memejamkan matanya lalu membuka matanya kembali.


"Ayo pergi"ucap Alvaro.


"Kau akan kemana?"tanya Kris.


"Keluar"ucap Alvaro.


"Kau yakin ingin cari Hana di seluruh kota? Kau gila!!"ucap Fadhel tidak percaya.


Alvaro menatap tajam hingga membuat Fadhel diam tak berkutik.


"Kalau kau tidak mau ikut silahkan,aku tidak butuh"ucap Alvaro sambil berlari menuju parkiran sekolah.


"Ck! Kau ini,sudah tau kalau Alvaro sedang tidak bisa di ganggu"ucap Kris.


Mereka pun akhirnya mengejar Alvaro dari belakang. Saat sampai di parkiran Alvaro mendengar suara teriakan,ia langsung menoleh ke arah sumber suara.


Alvaro membulatkan matanya Hana berada di dalam mobil hitam di depan sekolah.


Mobil itu segera meninggalkan sekolah dan Alvaro segera menghidupkan motornya untuk mengejar mobil tersebut.


"Sial!! Apa yang di lakukan Alvaro? Dia bisa mati!"ucap Rio,melihat Alvaro mengendarai motornya dengan brutal.


"Dia mengejar mobil hitam"tunjuk Refin.


"Ikuti Alvaro cepat!!"ucap Fadhel. Mereka menaiki motornya masing-masing dan langsung menancapkan gas mereka menyusul Alvaro yang sudah menjauh.


Alvaro menambah kecepatan pada motornya sambil membunyikan klakson agar mobil tersebut berhenti namun sialnya mobil tersebut tidak berhenti.


"Shit!!"umpat Alvaro.


Alvaro menghapal nomor plat mobil tersebut lalu menambah kecepatan nya lagi hingga bisa menyamai mobil tersebut.


Alvaro memukul kaca mobil tersebut."keluar brengsek!!"ucapnya.


"Berhenti!!"ucap Alvaro.


Kaca mobil tersebut turun memperlihatkan orang di dalamnya.


"Shit!! Charles"ucap Alvaro marah melihat Hana yang duduk di sampingnya dengan kondisi mulut di ikat dasi.


"Hay"sapa Charles.


"Lepaskan Hana sialan atau aku akan menghilangkan nyawamu!!"ancam Alvaro.


"Hana is mine,dan kau tak berhak memilikinya"ucap Charles.


"********!!"desis Alvaro.


Charles memutar setirnya tiba-tiba membuat Alvaro meminggirkan motornya hingga oleng hampir mengenai pohon di depannya jika saja Alvaro tidak melompat dari motornya untung saja hanya motornya saja.


Alvaro melepas helm miliknya lalu membantingnya melihat mobil Charles sudah hilang di tikungan.


"Shit!! Sialan!!"umpat Alvaro.


Teman-temannya pun berhenti tepat di depan Alvaro.


"Kemana mobilnya?"tanya Refin.


"Hilang jejak"ucap Alvaro.


"Kau tak apa?"tanya Rio.


Alvaro mengangguk sambil menatap motornya yang lumayan lecet karena terkena pohon di depannya.


"Kita kerumah kakek ku,sekarang!!"


∆∆∆


Alvaro menekan bell rumah Alfred dan tak lama kemudian pintu tersebut terbuka.


"Alvaro? Ada apa nak?"tanya Sofi.


"Dimana kakek?"tanya Alvaro.


"Dia ada di kamarnya,masuk saja. Ajak teman mu kedalam"ucap Sofi.


Alvaro mengangguk dan mereka pun menuju ke kamar Alfred.


Alvaro mengetuk pintu kamar Alfred. "Masuk"sahut Alfred dari dalam.


"Kakek"panggil Alvaro.


Alfred melepas kacamata nya"ada apa?"tanya nya.


"Tolong lacak nomor plat mobil kakek,ini penting"ucap Alvaro.


"Berapa nomor plat mobilnya?"tanya Alfred,Alvaro pun menyebutkan nomor plat yang ia hapalkan tadi.


Alfred menyibukkan diri karena melacak membutuhkan waktu lumayan lama.


"Siapa yang menculiknya?"tanya Refin. Mereka menatap Alvaro yang masih terdiam.


"Charles"ucap Alvaro sambil mengepalkan tangannya.


"Your mine?"tanya Alfred yang mendengar pembicaraan mereka.


Alvaro terdiam namun teman-temannya menjawab dengan anggukan.


"Pantas saja"ucap Alfred.


Alfred kembali fokus ke arah laptopnya lalu tak lama kemudian ia menyunggingkan senyumnya.


"Ketemu"ucap Alfred.


"Dimana?"tanya Alvaro tak sabar.


"Rumah kecil yang sudah kosong di tengah hutan dekat sini"ucap Alfred.


"Apa Charles gila?"tanya Refin tidak percaya.


"Gila cinta"sahut Kris.


"Ayo"ucap Alvaro sambil mengambil kunci motornya.


"Kakek terima kasih"ucap Alvaro di balas anggukan Alfred.


"Kau butuh bantuan ku,hubungi aku langsung saja"ucap Alfred.


"Ok."


Mereka pun kembali menaiki motor dan keluar dari wilayah mansion Alfred.


Alvaro menambah kecepatan pada motornya agar lebih cepat sampai ke tujuan.


Alvaro memberhentikan motornya sedikit agak jauh dari rumah kosong tersebut.


Alvaro sedikit berlari menuju rumah tersebut dan ia melihat mobil Charles terparkir di samping rumah tersebut.


Alvaro berjalan menuju pintu dan saat akan membukanya ia mendengar suara teriakan Hana dari dalam.


"BRENGSEK!!"teriak Alvaro.


Brakk~


Alvaro menendang kuat pintu tersebut hingga rusak ia menatap nyalang ke arah Charles.


Lalu ia menatap Hana dengan pakaian yang sudah terkoyak hampir memperlihatkan dalaman Hana.


"********!!"Alvaro menendang perut Charles hingga tersungkur.


"Apa yang kau lakukan padanya sialan!!"Alvaro memukul wajah Charles dengan membabi-buta membuat Charles tak sempat melawan.


Melawan Alvaro yang selalu memenangkan tarung liar? Cari mati.


Alvaro menindih tubuh Charles lalu menarik kerah bajunya dan memukul wajahnya kembali.


Alvaro kalap membuat teman-teman nya menatap tak percaya lalu berusaha memisahkan Alvaro dari Charles yang hampir kehilangan kesadaran.


"Lepaskan sialan!!"Alvaro memberontak hingga membuat Fadhel dan Kris yang menahan nya di buat kewalahan.


"Lepas!!"desis Alvaro dingin.


"Jangan gila Alvaro!! Kau bisa membunuhnya"ucap Kris sambil menahan tangan Alvaro.


"Aku tidak peduli!! Minggir!!"Alvaro mendorong tubuh Kris dan Fadhel hingga tersungkur.


Alvaro menarik kerah Charles dengan kasar sehingga membuatnya berdiri dengan lemas.


Bughh..


Alvaro kembali memukul perut Charles hingga membuat nya pingsan seketika dengan tubuh yang berlumuran darah.


Alvaro membuka jaketnya lalu berjalan menuju Hana yang sudah terisak di pojok ruangan sambil memeluk tubuhnya.


Alvaro menutupi tubuh Hana yang terbuka dengan jaketnya,Hana menatap Alvaro dengan tatapan sendu.


Lalu Alvaro menggendong tubuh Hana"seret dia ke penjara dengan pasal pelecehan dan penculikan"ucapnya.


Mereka mengangguk lalu memapah tubuh Charles menaiki motor dan pergi dari rumah tersebut.


"Aku titip sahabat ku"ucap Refin di balas anggukan Alvaro dan pergi menaiki motornya.


Alvaro mendudukkan tubuh Hana perlahan di jok bagian belakang dan Alvaro mengelus rambut Hana sambil menaruh anak rambut yang menutupi wajahnya ke samping telinganya.


Tubuh Hana masih gemetar ketakutan ,Alvaro mendekatkan wajahnya ke telinga Hana.


"Jangan takut,Im here!"bisiknya.


∆∆∆


TBC