
"Minggir!!"ucap Hana kesal namun Alvaro tetap berada di atas tubuhnya.
Alvaro terkekeh kecil lalu ia berdiri sontak membuat Hana langsung memejamkan matanya.
"APA YANG KAU LAKUKAN?"tanya Hana marah sambil menutup kedua matanya.
"Memakai baju apalagi"ucap Alvaro santai.
"Pergilah ke kamar mandi,kenapa di depan ku!!"ucap Hana kesal,ia masih memejamkan matanya.
"Bukan kah,kau sudah melihat nya?"tanya Alvaro jahil.
"ALVARO!!"teriak Hana dengan wajah yang merah padam membuat Alvaro tertawa terbahak-bahak.
Alvaro kembali memakai pakaian nya lalu membuka selimut yang di kenakan Hana.
"AKHHH!! apa yang kau lakukan?!"Hana menarik kembali selimut yang menutupi tubuh polosnya.
"Memandikan mu"ucap Alvaro.
"Aku bisa sendiri"ucap Hana ketus,lalu ia berdiri namun kembali duduk saat merasakan nyeri di bagian intimnya.
"Aduh"ringis Hana sakit.
Alvaro langsung menggendong tubuh Hana membuat Hana memekik kaget"jangan terlalu keras kepala"ucap Alvaro.
Alvaro meletakkan tubuh Hana di bathtub perlahan lalu ia berdiri kembali.
"Mandilah,atau mau aku mandikan?"tanya Alvaro jahil.
"Pergi sana!!"ucap Hana ketus.
Alvaro terkekeh kecil lalu ia keluar dan menutup pintu kamar mandi perlahan.
Hana yang berada di kamar mandi langsung menyalakan shower air,ia memekik karena seluruh badannya terlihat tanda merah kebiruan.
"ALVARO APA YANG KAU LAKUKAN PADA TUBUHKU!!!"
Alvaro tertawa di luar sana,ia senang sekali menjahili Hana lalu ia membereskan tempat tidurnya terlihat ada bercak merah di atas kasurnya.
Ia langsung mengganti alas kasur dengan yang baru dan membereskan kekacauan yang terjadi akibat kemarin malam.
Hana pun keluar dengan kaos yang di berikan Alvaro padanya terlihat agak kebesaran untuk tubuh mungil Hana.
Hana melempar handuk kearah Alvaro"kau menyebalkan!"ucapnya kesal.
Alvaro tertawa kecil"sudah,ayo kita sarapan"ucapnya.
"Bagaimana aku akan menampakkan wajah di depan orang tua mu? Ini memalukan sekali"ucap Hana kesal.
"Ayo,jangan cerewet"ucap Alvaro sambil menarik tangan Hana dengan lembut.
Hana hanya menggerutu kesal lalu mereka akhirnya keluar dari kamar dan langsung menuju ruang makan.
"Ah,Hana pagi sayang"ucap Arika sambil tersenyum membuat Hana membalasnya dengan senyuman walau kaku.
"Pagi"ucap Hana.
Arika tersenyum sambil terkekeh kecil"apa putraku terlalu kasar padamu sayang?"tanya nya.
Hana terdiam lalu wajahnya merah merona"it-itu--"
"Tidak usah di bahas,aku tau kau malu"ucap Arika membuat wajah Hana bertambah merona.
"Makan lah"ucap Alvaro.
"Pasti sakit ya rasanya pertama kali"ucap Arika jahil.
Hana hanya diam menunduk malu,Ervin menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya.
"Jangan di goda lagi sayang."
∆∆∆
"Kau pikir lah sendiri"balas Hana ketus sambil bersidekap dada.
Alvaro terkekeh kecil"kau marah padaku?"tanya nya.
"Menurutmu?"ucap Hana kesal,ia menatap Alvaro tajam.
"Bukan salah ku,kau mabuk dan langsung mencium ku"ucap Alvaro santai sambil menaikkan bahunya tidak pedulim
Wajah Hana merah merona"ka-kau memanfaatkan seseorang yang sedang mabuk,dasar mesum!!"ucapnya.
"Oh ya? Yang terpenting aku mendapatkan sesuatu yang berharga dari mu"ucap Alvaro dengan santai.
Hana menggeram kesal membuat Alvaro tersenyum tipis lalu ia duduk di samping.
"Jangan duduk di sampingku!! Sana pergi!"usir Hana dengan kesal ia mendorong tubuh Alvaro yang tetap tak bergeming.
Alvaro tersenyum miring lalu ia menaruh kepalanya di paha Hana yang membuatnya memekik kaget.
Lalu ia tertidur menghadap perut Hana"Alvaro!! Kau berat"ucap Hana sambil mendorong kembali tubuh Alvaro.
Namun Alvaro tetap tidak peduli,ia tetap di posisinya dan ia lebih memilih memejamkan matanya.
"Alvaro"desis Hana.
"Hm."sahut Alvaro.
Hana hanya menghela nafas pelan ia mengusap kepala Alvaro membuat Alvaro mengerang nikmat lalu ia memeluk perut Hana.
Hana tersenyum tipis lalu tetap mengelus rambut Alvaro.
"Alvaro"panggil Hana,Alvaro hanya merespon dengan dehaman.
"Apa setelah ini akan baik-baik saja?"tanya Hana ragu, entah kenapa ia menjadi takut sekarang.
Alvaro langsung membuka matanya ia duduk dan menatap Hana,ia memeluk Hana dengan erat sambil mencium puncak kepala Hana.
"Don't worry,aku akan melindungi mu. Aku janji"bisik Alvaro,ia mengelus rambut Hana.
Hana tersenyum tipis dan membalas pelukan Alvaro dengan erat ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alvaro.
"Hana,tatap aku"ucap Alvaro.
Hana menurut ia menatap Alvaro dengan bingung.
"Ada ap--"
Cup~
Alvaro mengecup bibir Hana lalu menempelkan keningnya di kening Hana,ia tersenyum tipis.
"Apapun yang terjadi tetaplah bersamaku"ucap Alvaro.
Alvaro menyematkan sebuah cincin cantik di jari manis Hana dan langsung membuat Hana menatap tidak percaya kearah Alvaro
"Aku hanya memiliki ini untuk mengikatmu"ucap Alvaro.
"Apa kau mau menjaga cincin ini untuk ku?"tanya Alvaro.
Hana terdiam lalu mengangguk sambil tersenyum,Alvaro mencium kening Hana.
"Aku belum memiliki apa-apa untuk meminang mu"ucap Alvaro.
"Dengan menjaga cincin yang aku berikan,itu sudah cukup untuk menunjukan bahwa kau memang milikku"sambung Alvaro sambil mengecup punggung tangan Hana.
"I love you"Alvaro kembali mencium bibir Hana.
"Jaga cincin ini."
∆∆∆
TBC