Alvaro

Alvaro
Chapter 39



Alvaro memeluk pinggang Hana menuju kelasnya sambil menatap tajam laki-laki yang menatap Hana.


"Sudah,pergilah ke kelas mu"ucap Hana,saat mereka sampai di depan kelas Hana.


Alvaro menggeleng"tidak"ucapnya.


"Alvaro!"ucap Hana kesal.


Alvaro tersenyum lalu mengecup kening Hana,ia berjalan menjauhi Hana sambil menenteng tas di pundaknya.


"HANA!!"teriak Lani,ia langsung menabrakan tubuhnya pada Hana dan memeluknya dengan erat.


"Astaga!!"Hana hampir terjungkal kebelakang.


Lani hanya mengeluarkan cengiran bodohnya"kau tau? Aku dan Fadhel jadi sepasang kekasih"ucapnya senang.


"Benarkah?"tanya Hana dengan semangat.


Lani mengangguk mantap"Fadhel menyatakan perasaannya padaku kemarin saat kau sudah pulang"ucapnya.


"Baguslah,kalau begitu aku senang mendengarnya"ucap Hana sambil memegang pundak Lani.


Lani memekik senang"ayo masuk dan kita ke kantin"ucapnya.


"Tapi hari ini ada pak--"


"Tenang saja,guru killer itu tidak datang. Ia ada urusan mendadak"ucap Lani sambil menarik tangan Hana menuju kantin.


Hana tersenyum lega mengingat ia belum membuat tugas yang di berikan guru tersebut karena sangat sulit dan berbelit membuat otaknya tak mampu bekerja.


"Kau ingin makan apa?"tanya Lani saat mereka sudah sampai di kantin.


"Ehm--entah,terserah. Samakan saja dengan mu"ucap Hana.


Lani mengangguk lalu ia memesan makanan tersebut sambil menunggu ia kembali ke tempat nya.


Tring~


Sebuah pesan masuk di handphone milik Hana,ia langsung membacanya.


Devina


Kau akan mati Hana!!


Tangan Hana gemetar ketakutan terlihat jelas di mata Lani,ia langsung mengambil handphone milik Hana dan membacanya.


"Brengsek!!"Lani memukul meja dengan kuat.


"Jangan takut"ucap Lani sambil mengusap bahu Hana.


"Aku tak tau"ucap Hana sambil menunduk takut.


Lani langsung memeluk tubuh Hana"shhh...tenanglah,aku dan Alvaro akan melindungi mu"ucapnya.


"Ini makanan mu sudah datang,makanlah. Jangan pikirkan yang tidak-tidak"ucap Lani.


Hana mengangguk lesu lalu menyantap makanan di hadapannya.


"Aku ingin ke kamar mandi"ucap Hana sambil berdiri.


"Aku temani"ucap Lani dengan cepat.


"Tapi--"


"Tidak ada tapi-tapian"ucap Lani,ia menarik tangan Hana menuju kamar mandi yang lumayan dekat dari kantin.


Kamar mandinya terletak di lorong ujung sekolah terlihat menyeramkan memang.


"Ikut aku!!"Devina langsung menarik tangan Hana.


"Akhhh...apa yang kau lakukan?!"Hana berusaha memberontak.


Lani mendorong tubuh Devina hingga terjatuh,ia menarik tubuh Hana di belakangnya.


"Berani kau kasar pada sahabatku!"ucap Lani.


Devina tersenyum miring lalu mengambil balok kayu yang ia bawa tadi.


Lani membulatkan matanya ia mendorong tubuh Hana menjauh lalu ia menunduk saat Devina melayangkan balok tersebut kearahnya.


"Sialan!!"desis Devina.


∆∆∆


Lani menghindar kembali,ia menendang perut Devina hingga jatuh tersungkur.


Lani langsung menarik tangan Hana menuju kedalam sekolah.


"Lani awas!!"ucap Hana saat melihat Devina melayangkan pukulan.


Bukk~


Lani terlambat menghindar kepalanya terkena pukulan balok kayu membuatnya jatuh tersungkur.


Lani memegangi kepalanya yang terasa sakit sekaligus kepalanya terasa pusing .


"HANA LARI!!"teriak Lani.


Terlambat Devina sudah lebih dulu menarik Hana dengan menjambak rambutnya meninggalkan Lani yang meringis kesakitan memegangi kepalanya.


"Lepaskan aku!!"Hana memberontak


"Berisik!!"ucap Devina.


Lani berdiri dengan sempoyongan ia harus menemui Alvaro dengan kesadaran yang semakin menipis. Ia sedikit berlari mencari Alvaro.


Ia melihat Alvaro berkumpul dengan teman-teman nya.


"Alvaro!!"panggil Lani,ia berpegangan dengan dinding.


Alvaro menoleh dan Fadhel membulatkan matanya lalu sedikit berlari memapah kekasihnya.


"Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini padamu?!"tanya Fadhel panik melihat kepala belakang Lani mengeluarkan darah.


"Alvaro!! Hana di culik!!"ucap Lani.


Alvaro langsung panik"siapa?"tanya nya.


"Devina"lirih Lani,ia pingsan di dalam pelukan Fadhel.


"Shit!! Fadhel kau bawa dia kerumah sakit. Kris,Rio ikut aku,cepat!!"Alvaro berlari diikuti Rio dan Kris di belakangnya.


Alvaro melihat mobil Devina sudah menjauh dengan cepat ia menaiki motornya lalu menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi diikuti Kris dan Rio.


Rahang Alvaro mengetat ia menggertakan giginya dengan kuat.


"Lepas!!"Hana memberontak kuat.


"DIAM!!"bentak Devina,ia kembali menarik Hana kedalam gudang.


Ia mendorong tubuh Hana hingga tersungkur dengan kasar.


"Ahh"ringis Hana,ia melihat lengannya yang tergores.


Devina tersenyum miring ia mengacungkan balok kayu ke arah Hana.


Hana meringsut kebelakang dengan takut,ia mundur perlahan.


"Sudah siap untuk mati?!"ucap Devina.


Hana menggeleng takut"ja-jangan lakukan itu"ucapnya.


"JANGAN DEKATI HANA!!"teriak Alvaro membuat Devina dan Hana menoleh,Alvaro bersama dengan temannya.


Devina terdiam lalu menarik tubuh Hana dengan kasar agar ia berdiri lalu Devina mengeluarkan pisaunya dan mengarahkan ke leher Hana.


Hana memekik ketakutan sambil memegangi tangan Devina yang memegang pisau.


"Diamlah disitu kak!!"ucap Devina saat ia melihat Alvaro mendekat.


"Atau aku akan benar-benar membunuh nya"ancam Devina membuat Alvaro terdiam.


"Untuk apa kau melakukan ini?"tanya Alvaro dengan dingin.


"Agar hanya aku yang memilikimu bukan gadis lain seperti ****** ini!!"ucap Devina.


"Kita sepupu Devina!! SEPUPU!! darah kita saling terhubung"ucap Alvaro.


"Persetanan dengan hubungan darah,aku mencintaimu"ucap Devina.


"Bullshit!! Kau hanya terobsesi denganku"ucap Alvaro datar.


Devina tertawa"bukankah itu sama? Kau pria yang membuat ku ingin selalu ada di dekatmu "ucapnya.


"Bermimpilah! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bersamamu!!"desis Alvaro.


Raut wajah Devina berubah"oh ya?"tanya nya sinis.


"Kalau begitu aku akan membunuh Hana agar tidak ada gadis lain yang memiliki mu"ucap Devina sambil mengarahkan pisau kearah perut Hana.


"TIDAK!!"


Dorr..


Dorr..


Devina terjatuh sambil memegangi darahnya yang mengalir dari dada sebelah kirinya,dan juga kepalanya tertembak,ia mati di tempat.


Hana berlari dan memeluk tubuh Alvaro dengan erat lalu Alvaro mencium kening dan puncak kepalanya.


"Siapa?"tanya Kris.


"Aku"jawab seseorang membuat mereka menatap kearah depan.


"Charles"desis Alvaro,ia semakin mengeratkan pelukannya pada Hana.


Charles melempar pistol miliknya sembarang arah"aku tidak akan mengambil Hana darimu"ucap nya.


"Kau--"


"Aku hanya membantu orang yang aku cintai"ucap Charles.


Alvaro terdiam"terima kasih"ucapnya.


Charles mengangguk sambil tersenyum tipis"Hana"panggil nya.


Hana menoleh"Charles"ucapnya.


"Izinkan aku untuk memeluknya"ucap Charles.


Alvaro terdiam lalu mengangguk pelan"pergilah,jangan terlalu lama memeluknya"bisik nya.


Hana berjalan perlahan mendekati Charles


Charles tersenyum lalu memeluk tubuh Hana yang menegang lambat laun menjadi tenang lalu melepaskan pelukannya.


"Apa kabarmu?"tanya Charles sambil memegangi kedua pundak Hana.


"Baik"ucap Hana sambil tersenyum,teryata Charles tidak sejahat yang ia kira.


"Baguslah,aku minta maaf padamu karena kejadian yang lalu. Setelah ini aku tidak akan menganggumu"ucap Charles.


"Charles terima kasih"ucap Hana.


Charles mengangguk"pergilah,kembalilah dengan Alvaro"ucapnya.


Hana berjalan menuju Alvaro yang langsung memeluknya dengan erat.


"Alvaro jaga Hana jangan menyakitinya,aku akan pergi selanjutnya menjadi tugasmu untuk menjaganya"ucap Charles di balas anggukan Alvaro.


"Bye Hana salam untuk keluargamu,jaga dirimu baik-baik"ucap Charles sambil melemparkan sebuah kotak kecil bewarna biru kearah Hana.


"Simpanlah itu,anggap saja hadiah dariku untuk anak-anak mu nanti"ucap Charles sambil terkekeh lalu ia melambaikan tangan kearah Hana dan pergi.


"Kami juga akan pergi melihat keadaan Lani"ucap Rio.


Alvaro mengangguk"terima kasih dan hati-hati"ucapnya.


Tinggallah Alvaro dan Hana di dalam gudang mereka menatap mayat Devina yang sudah kaku di hadapan mereka.


Alvaro menciumi seluruh wajah Hana lalu menempelkan keningnya di kening Hana.


"Maaf aku terlambat"lirih Alvaro.


Hana menggeleng lalu tersenyum"tidak,kau tidak terlambat"ucapnya.


Alvaro mencium bibir Hana sambil memegang tengkuk dan pinggang Hana.


"I love you"bisik Alvaro sambil mengusap pipi Hana.


"I love you too."balas Hana.


Akhir cerita dari semua masalah selesai.


∆∆∆


TBC