Alvaro

Alvaro
Chapter 20



"Makanlah sayang"ucap Arika.


Hana tersenyum"terima kasih aunty."


"Panggil aku ibu saja"ucap Arika.


"Kau kan sudah menjadi kekasih anak ku"sambung Arika membuat wajah Hana memerah.


"Ah,padahal baru saja aku ingin mengenalkan mu pada putra teman ku"sahut Ervin jahil.


Alvaro menatap Ervin tajam"jangan sesekali ayah mendekatkan nya,She is mine!! You are understand?!"ucapnya.


Ervin terkekeh mendengar nada putranya yang seperti orang cemburu itu.


Arika menggelengkan kepalanya"sudahlah,jangan bertengkar di meja makan"ucapnya.


Hana mengambil roti bakar lalu menyuapi Alvaro namun Alvaro hanya menatapnya.


"Mau tidak?"tanya Hana"kalau kau tidak mau,aku akan memakannya."


Saat roti tersebut berada di mulut Hana dengan cepat Alvaro memakan roti yang berada di mulut Hana,lalu ia mengecup bibirnya dan kembali duduk di tempat samping Hana.


Wajah Hana memerah lalu memukul kepala Alvaro"kenapa kau mencium ku?!"tanya nya kesal.


Wajahnya bertambah merah melihat Arika dan Ervin tersenyum penuh arti kearahnya.


Alvaro mengangkat bahunya tidak peduli,lalu memakan makanan nya dengan diam.


Hana menggeram lalu mengigit bibirnya dengan kesal.


"Jangan di gigit atau aku akan mencium mu!"ancam Alvaro. Membuat orang tuanya menatap dirinya tidak percaya.


Hana langsung memalingkan wajahnya yang memerah lalu kembali memakan roti yang tersisa.


"Besok aku akan kembali kerumah"ucap Hana.


"Besok? Apa tidak bisa terus menginap disini?"tanya Arika.


"Ti--"


"Bisa"jawab Alvaro sambil fokus ke arah ponselnya.


"Apa yang kau bilang bisa?"tanya Hana kesal.


Alvaro menunjukan ponselnya kearah Hana,dan Hana membaca pesan di dalam ponsel Alvaro wajahnya langsung memerah.


"Kau!!"tunjuk Hana.


"Ada apa?"tanya Ervin.


"Ti-tidak"jawab Hana gugup.


Alvaro langsung mengambil ponsel nya lalu menunjukkan nya kearah Ervin lalu membacanya ia sedikit terkekeh.


"Pantas saja wajahmu memerah"ucap Ervin membuat wajah Hana bertambah merah merona.


"Ini semua gara-gara mu,kenapa kau bilang seperti itu pada ayahku?!"tanya Hana kesal.


Alvaro mengangkat bahunya,ia hanya bilang biarkan Hana tinggal dirumahnya dan sekamar dengan dirinya.


Lalu ayahnya Hana menjawab baiklah jangan lupa memasang pengaman yes boy?


Pengaman? Oh God,ia tidak tau ingin menaruh wajahnya dimana kenapa ayahnya bisa bilang sefrontal itu. Astaga!!


Alvaro terkekeh kecil membuat Hana mendelik tajam"kau masih bisa tertawa setelah mengirimkan pesan itu,sialan!!"


Hana menarik rambut Alvaro kuat hingga membuat Alvaro meringis sakit.


"Sakit"ringis Alvaro.


"Rasakan!! Dasar menyebalkan!!"


∆∆∆


"ah,membosankan"ucap Fadhel,kini mereka tengah berkumpul di rumah Alvaro.


Rio sibuk dengan games di ponselnya sedangkan Kris sibuk mengobrol dengan Jeni.


Ah ngomong-ngomong tentang Jeni,entah sejak kapan mereka dekat bahkan Hana pun tidak tau.


"Apa kalian tidak bosan?"tanya Fadhel.


"Sedikit"balas Hana,Alvaro sedang tertidur di pahanya.


"Tidak"jawab Kris.


Fadhel mendengus"karena kau punya kekasih sedangkan aku tidak"ucapnya.


Kris mengacungkan jari tengahnya kearah Fadhel"kau iri?"tanyanya.


Fadhel mendengus kesal"terserah lah."balasnya.


"Kalian sudah jadian?"tanya Hana,dibalas anggukan Jeni degan malu-malu membuat Kris tersenyum.


Jeni menggaruk tengkuknya yang tak gatal"aku tidak mau menganggumu,tapi lain kali aku akan bercerita padamu"ucapnya.


Hana tersenyum"ok"


"Dan kau Kris,sampai kau menyakiti sahabatku akan ku pastikan kau tidak punya masa depan"ancam Hana membuat bulu kuduk Kris berdiri.


"Sadis sekali"gumam Kris.


"Jadi kita akan kemana? Dari pada hanya diam saja dirumah"ucap Kris,mereka hanya menjawab dengan gelengan kepala.


"jalan-jalan?"tanya Kris.


"Tidak."balas mereka.


"Ke tempat wisata?"tanya Kris.


Mereka menggeleng kembali membuat Kris menghela nafas pelan.


"Lalu kemana?"tanya Kris.


"Tidak tau"balas Rio.


"Bagaimana kalau ke pantai?"tanya Hana di balas anggukan Jeni.


"Benar,benar. Ke pantai saja"ucap Jeni.


"Setuju"ucap mereka kecuali Alvaro.


"Tidak."ucap Alvaro.


"Kenapa?"tanya Hana.


Alvaro menatapnya datar"menurutmu?"tanya nya,ia bangun dari tidurnya.


Hana mengangkat bahu nya lalu menggandeng tangan Jeni"ayo kita bersiap-siap"ucapnya.


"Kalian pergi dulu saja,kami akan menyusul"ucap Jeni.


Mereka mengangguk "ayo"ucapnya.


Alvaro terdiam lalu mengikuti temannya dari belakang. Jika Hana memakai baju pendek lihat saja nanti bagaimana nanti ia akan menghukum gadis nakal itu.


Mereka pun akhirnya sampai di sebuah pantai terlihat banyak orang berlalu lalang.


"Apa mereka masih lama?"tanya Fadhel.


"Kau lupa? Wanita selalu lama dalam hal berdandan"ucap Rio.


Kris mengangguk setuju sedangkan Alvaro hanya diam sambil memakai kacamata hitamnya membuat gadis-gadis yang berada disana sedikit memekik karena ketampanan nya.


"Sudah biasa"ucap Fadhel.


Rio tertawa kecil"walaupun melakukan hal kecil,Alvaro selalu jadi pusat perhatian"ucapnya.


Alvaro bersandar di pintu mobil tidak memperdulikan banyak gadis yang mencuri pandangan kepadanya.


Tak berapa lama sebuah mobil merah datang dan keluarlah Jeni dan Hana.


Alvaro terpaku di tempatnya,sialan!! Kenapa Hana mengenakan baju terbuka seperti itu.


"Shit!!"batin Alvaro.


Perut rata Hana terlihat,bahunya dan belahan dadanya membuat teman Alvaro pun terpaku melihat tubuh Hana.


"Tutup mata dan mulut kalian bodoh!!"umpat Alvaro.


Rio mengerjapkan matanya lalu memukul kepala Kris dan Fadhel"sadarlah,dia milik Alvaro"ucapnya.


Alvaro berjalan mendekati Hana dengan tatapan dinginnya.


"Siapa yang menyuruhmu memakai baju seperti ini?"tanya Alvaro dengan nada dingin.


Hana menatap Alvaro bingung"tidak ada"jawabnya.


Alvaro menggeram lalu membuka jaketnya lalu menaruhnya di tubuh Hana lalu memeluk tubuh Hana dari belakang.


"Alihkan pandangan kalian!! Apa yang kalian lihat ?!"ucap Alvaro membuat beberapa pria yang berada disana langsung mengalihkan pandangannya yang tadinya terfokus pada Hana.


"Kalian juga,alihkan pandangan kalian!!"ucap Alvaro.


"Kami pun"ucap Fadhel,Alvaro menatap tajam membuat Fadhel menelan salivanya kasar.


"Ok,kami juga"ucap Fadhel sambil membalikan badannya.


Alvaro mengeratkan pelukannya pada tubuh Hana sambil membenarkan letak jaketnya.


Sikap posesif Alvaro sangat mengerikan bukan?


∆∆∆


TBC