Alvaro

Alvaro
Ekstra part 2



"HANA PAKAI INI!!"


"TIDAK HANA PAKAI INI SAJA!!"


"tidak itu tidak bagus."


"pilihan ku yang bagus,kalian terlalu kuno."


"kau yang kuno!!"


"KAU!!"


Hana memijat pelipisnya sambil menghela nafas pelan melihat kelakuan teman-teman nya yang sedang berdebat.


seminggu sebelumnya mereka berkumpul dan Hana mengatakan pada teman-teman nya bahwa ia akan bertunangan dengan Alvaro,alhasil teman-temannya heboh dan sampai hari ini mereka berdebat yang tidak jelas.


sampai membuat Hana pusing mendengar mereka berdebat dari hari ke hari.


"ehm, teman-teman"panggil Hana.


"bisakah kita berhenti berdebat? aku hanya menghadiri acara pertunangan ku,apa harus seheboh ini?"sambung Hana sambil meringis.


"IYA"balas mereka serentak membuat Hana terlonjak kaget.


"sebentar lagi kau akan menikah dengan Alvaro,ini harus heboh"ucap Jeni.


"benar,kau harus tampil cantik dan menawan"sahut Lani.


Hana menghela nafas"baiklah-baiklah,kalian ingin apa?"tanya nya.


"baju ini bagus"ucap Jeni menunjukan gaun bewarna merah hati kearah Hana.


Lani menggeleng"itu tidak bagus,itu kuno"ucapnya ketus.


"ini pilihan ku,pasti sangat cocok dengan mu. gaun yang itu terlalu jelek."ucap Lani sambil memperlihatkan gaun warna hitam dengan renda di bawahnya.


"apa kau bilang?!"tanya Jeni dengan kesal.


"apa?"tantang Lani.


"astaga!! sudah lah"ucap Hana jengah melihat temannya sambil


Vera menggelengkan kepalanya lalu ia menarik tangan Hana dan memperlihatkan gaun pilihan nya.


"bagaimana dengan ini?"tanya Vera sambil menunjukkan gaun berwarna biru tua berhiaskan bunga di pinggangnya.


mata Hana berbinar-binar"aku suka ini,terima kasih. aku keruang ganti dulu"ucapnya.


Vera tersenyum lalu Jeni dan Lani menatap tak percaya kearah nya.


"VERA!!"teriak mereka berdua membuat Vera langsung menutup kedua telinga nya.


Vera hanya mengeluarkan cengiran khasnya lalu berjalan menuju sofa dan duduk manis disana.


Lani dan Jeni menggerutu kesal karena Hana tidak memilih gaun yang mereka berikan.


"kenapa kalian murung seperti itu?"tanya Rio sambil menatap bingung.


"kau tanyakan saja pada tunangan mu"ucap Jeni kesal.


Vera terkikik geli lalu berjalan mendekati Rio dan memeluk lengannya.


"ada apa?"tanya Rio sambil mengelus rambut Vera.


"aku hanya memilihkan gaun untuk Hana saja"ucap Vera sambil tertawa kecil.


Jeni dan Lani hanya mendengus kesal melihat Vera yang sedang tertawa itu.


"jadi kalian berdua berdebat lagi?"tanya Kris.


"dia duluan"tunjuk Lani kearah Jeni.


Jeni menatap kesal"kenapa aku? kau yang memulai dulu"ucapnya .


Fadhel memijat pelipisnya"astaga!! sudahlah,apa kalian tidak lelah? Hanya sebuah gaun saja,kalian sampai berdebat seperti ini"ucapnya.


∆∆∆


"dengan ini aku mengikatmu menjadi calon istriku"ucap Alvaro sambil menyematkan cincin di jari manis Hana.


Hana tersenyum lalu ia memasangkan cincin di jari Alvaro juga lalu Alvaro mencium kening Hana.


semua tamu berdiri dan bertepuk tangan sambil mengucapkan selamat kepada Hana dan Alvaro.


"kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?"tanya Kris sambil menggandeng tangan Jeni.


"aku ingin besok tapi Hana ingin Minggu depan"ucap Alvaro jahil.


Hana menyikut perut Alvaro"apa kau pikir semudah itu?"tanya nya.


"tentu saja,kita hanya tinggal menikah karena semua urusan sudah di kerjakan kakek dan ibu ku"ucap Alvaro dengan angkuh.


Hana hanya menatap datar saja lalu tak lama kemudian Lani dan Fadhel datang disusul Rio dengan Vera.


"Yo,selamat untuk acara pertunangan mu"ucap Rio sambil memberikan kado untuk Hana.


"terima kasih"ucap Hana.


"kapan kalian menyusul?"tanya Rio kepada Kris dan Fadhel.


"aku hanya tinggal menunggu orang tua Jeni yang masih pergi ke luar negeri"ucap Kris.


Rio menatap Fadhel sambil menaikan sebelah alisnya"kau?"tanya nya.


"bulan depan"ucap Fadhel di balas anggukan kepala Lani.


"ayo kita berpesta"ucap Kris sambil menggandeng tangan Jeni.


masing-masing tamu membawa pasangannya dan mereka pun menuju lantai dansa,musik pun di mulai.


Alvaro memeluk pinggang Hana sedangkan Hana memeluk lehernya.


mereka saling menempel kan keningnya sambil tersenyum manis.


"terima kasih"ucap Alvaro dengan tulus.


"untuk apa?"tanya Hana bingung.


"untuk semuanya,terima kasih kau mau menerima ku"ucap Alvaro sambil mengecup ujung hidung Hana.


Alvaro mendekatkan tubuhnya dengan Hana lalu memeluk erat tubuh Hana hingga tidak terlihat jejak antara tubuh mereka.


Hana menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Alvaro.


"aku juga ingin bilang padamu,terima kasih sudah mau menerima ku yang hanya anak buangan yang tinggal di panti"ucap Hana.


Alvaro menarik dagu Hana"jangan berkata seperti itu,aku tidak suka!"ucapnya.


"aku tidak peduli kau anak panti atau apapun itu,karena yang aku tau kau Hana kekasihku,calon istriku"sambung Alvaro.


Hana tersenyum lalu memeluk tubuh Alvaro dengan erat"aku beruntung memilikimu"ucapnya.


Alvaro mengelus rambut Hana"aku yang lebih beruntung memilikimu,i love you"bisiknya .


"i love you too"Hana mengecup bibir Alvaro.


"ah ya,aku lupa bilang padamu"ucap Alvaro membuat Hana bingung.


"apa?"tanya Hana.


Alvaro menatap Hana dengan jahil"setelah kita menikah,aku tidak yakin kau akan tidak bisa berjalan dengan baik nantinya"ucapnya.


wajah Hana merah merona,ia tau kemana arah pembicaraan Alvaro.


"ALVARO KAU MESUM!!"


∆∆∆


TBC